Menu

Mode Gelap
Basarnas Balikpapan Gandeng Konsulat Australia, Perkuat Koordinasi SAR untuk Kaltim dan IKN DPD PUTRI Kaltim Gelar Forum NGOPI, Bahas Masa Depan Pariwisata di Era IKN Kendaraan di Samarinda Tembus 1 Juta Unit, DPRD Desak Pemkot Siapkan Transportasi Massal DPRD Samarinda Dorong Pemerataan Pendidikan, Sekolah Pinggiran Diminta Jadi Prioritas DPRD Samarinda: Keterbatasan Anggaran Hambat Pengembangan Pariwisata dan Wisata Budaya

BERITA DAERAH · 10 Jun 2026 11:00 WITA ·

Translokasi Badak Pari Masuk Tahap Teknis, Kandang dan Helikopter Khusus Mulai Disiapkan


 Upaya penyelamatan Badak Kalimantan (Dicerorhinus sumatrensis harrissoni) memasuki tahap teknis yang krusial. Melalui Rapat Koordinasi Penyelamatan Badak Pari Mahulu Tingkat Provinsi di Balikpapan, Senin (8/6/2026), tim pelaksana mematangkan berbagai persiapan untuk memastikan proses translokasi Badak Pari Mahulu berlangsung aman dan meminimalkan risiko terhadap satwa. Perbesar

Upaya penyelamatan Badak Kalimantan (Dicerorhinus sumatrensis harrissoni) memasuki tahap teknis yang krusial. Melalui Rapat Koordinasi Penyelamatan Badak Pari Mahulu Tingkat Provinsi di Balikpapan, Senin (8/6/2026), tim pelaksana mematangkan berbagai persiapan untuk memastikan proses translokasi Badak Pari Mahulu berlangsung aman dan meminimalkan risiko terhadap satwa.

KUTAIPANRITA.ID, BALIKPAPAN – Upaya penyelamatan Badak Kalimantan (Dicerorhinus sumatrensis harrissoni) memasuki tahap teknis yang krusial. Setelah Rapat Koordinasi Penyelamatan Badak Pari Mahulu Tingkat Provinsi di Balikpapan, Senin (8/6/2026), tim pelaksana kini mematangkan berbagai persiapan untuk memastikan proses translokasi Badak Pari Mahulu berlangsung aman dan meminimalkan risiko.

Langkah tersebut dinilai mendesak mengingat populasi Badak Kalimantan kini hanya tersisa dua individu betina, yakni Pahu yang berada di Suaka Badak Kelian dan Pari Mahulu yang masih hidup di habitat alaminya di Mahakam Ulu. Translokasi diharapkan menjadi peluang terakhir untuk menyelamatkan materi genetik sekaligus mendukung program pengembangbiakan melalui Assisted Reproductive Technology (ART).

Direktur Aliansi Lestari Rimba Terpadu (Alert), Kurnia Oktavia Khairani, mengatakan rapat koordinasi tidak hanya bertujuan membangun dukungan publik, tetapi juga mempersiapkan seluruh aspek teknis di lapangan.

“Rakor ini merupakan bagian dari persiapan agar publik memahami pentingnya penyelamatan Badak Pari. Di sisi lain, kami juga sedang melakukan berbagai persiapan teknis untuk memastikan proses translokasi dapat berjalan dengan baik dan meminimalkan risiko,” ujarnya.

Salah satu fokus utama saat ini adalah pembangunan boma atau kandang karantina yang akan menjadi tempat adaptasi Pari Mahulu setelah dipindahkan dari habitat alaminya.

“Pari nantinya akan berada di dalam boma selama sekitar tiga bulan, dan proses pembangunannya saat ini sudah mulai berjalan,” jelas Kurnia.

Selain itu, tim juga membangun satu paddock atau kandang eksklosur baru di Suaka Badak Kelian yang akan dikhususkan bagi Pari Mahulu. Fasilitas tersebut melengkapi paddock yang sudah ada sehingga satwa memiliki ruang yang layak untuk beradaptasi.

Di sisi operasional, tim yang terdiri dari dokter hewan, petugas penangkapan, dan personel lapangan tengah mempersiapkan kebutuhan teknis, termasuk penggunaan helikopter dengan spesifikasi khusus untuk proses pemindahan melalui jalur udara.

“Kami perlu memastikan helikopter yang digunakan memenuhi spesifikasi dan seluruh persyaratan administrasi. Proyek ini memiliki tingkat akuntabilitas yang sangat tinggi sehingga proses pemilihan vendor juga harus dilakukan dengan baik,” katanya.

Sementara itu, tim survei terus memantau pergerakan Pari Mahulu agar tetap berada dalam jalur yang telah dipetakan. Setelah seluruh persiapan administrasi, fasilitas, dan operasional selesai, tim akan memasuki tahap akhir dengan pembangunan serta pembukaan pit trap sebagai bagian dari proses penangkapan.

Kurnia menambahkan, koordinasi antarlembaga juga menjadi perhatian utama. Untuk itu, seluruh pihak tengah menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) komunikasi agar setiap tahapan berjalan efektif.

“Operasi ini melibatkan banyak stakeholder. Kami ingin memastikan komunikasi antarinstansi berjalan sesuai kesepakatan sehingga seluruh proses dapat terlaksana dengan baik,” tegasnya.

Melalui persiapan teknis yang matang dan kolaborasi berbagai pihak, pemerintah berharap translokasi Badak Pari Mahulu menjadi langkah penting untuk membuka peluang pelestarian dan pengembangbiakan Badak Kalimantan yang kini berada di ambang kepunahan.

 

Pewarta & Editor: Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Basarnas Balikpapan Gandeng Konsulat Australia, Perkuat Koordinasi SAR untuk Kaltim dan IKN

28 Juli 2026 - 19:00 WITA

DPD PUTRI Kaltim Gelar Forum NGOPI, Bahas Masa Depan Pariwisata di Era IKN

28 Juli 2026 - 09:00 WITA

Kendaraan di Samarinda Tembus 1 Juta Unit, DPRD Desak Pemkot Siapkan Transportasi Massal

27 Juli 2026 - 15:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong Pemerataan Pendidikan, Sekolah Pinggiran Diminta Jadi Prioritas

27 Juli 2026 - 14:00 WITA

DPRD Samarinda: Keterbatasan Anggaran Hambat Pengembangan Pariwisata dan Wisata Budaya

27 Juli 2026 - 13:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong Perumda Varia Niaga Maksimalkan Jasa Kapal Assist untuk Dongkrak PAD

27 Juli 2026 - 12:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH