Menu ✖

Mode Gelap
Sekitar 75 Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala Delegasi REAAA Apresiasi Pembangunan Nusantara, Kagumi Konsep Kota Berbasis Lingkungan PHI Borong Penghargaan CSR & PDB Award 2026, Local Hero Kukar Raih Predikat Excellent Lahan 2 Hektare Terbakar di Pulau Atas, Polisi Amankan Pria 52 Tahun Penataan Tahura Bukit Soeharto, Pemerintah Sepakati Delapan Langkah

BERITA DAERAH · 5 Okt 2026 20:00 WITA ·

Sekitar 75 Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala


 Kebakaran melanda permukiman warga di Jalan AM Alimuddin, Kelurahan Melayu, Tenggarong, Senin (5/10/2026) sore. Sekitar 75 bangunan rumah terdampak setelah api dengan cepat merambat di kawasan permukiman padat. Foto: Istimewa. Perbesar

Kebakaran melanda permukiman warga di Jalan AM Alimuddin, Kelurahan Melayu, Tenggarong, Senin (5/10/2026) sore. Sekitar 75 bangunan rumah terdampak setelah api dengan cepat merambat di kawasan permukiman padat. Foto: Istimewa.

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Kebakaran kembali menguji kesiapsiagaan penanganan bencana di kawasan permukiman padat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Puluhan rumah warga di Jalan AM Alimuddin, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, terdampak kobaran api yang terjadi pada Senin (5/10/2026) sore.

Berdasarkan informasi sementara dari pihak Kelurahan Melayu, sekitar 75 bangunan rumah terdampak akibat peristiwa tersebut. Api yang muncul di tengah kawasan permukiman dengan cepat merambat ke bangunan di sekitarnya, sehingga petugas harus bekerja keras untuk melokalisasi kobaran agar tidak semakin meluas.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, Fida Hurasani, mengatakan personel langsung dikerahkan setelah menerima laporan kebakaran. Ia juga turun langsung ke lokasi untuk memantau sekaligus mengoordinasikan proses pemadaman.

Menurut Fida, titik awal kebakaran berada di bagian tengah permukiman. Kondisi bangunan yang saling berdekatan menjadi salah satu faktor yang membuat api cepat menjalar.

“Pemadaman berlangsung sekitar dua jam. Kendalanya cuaca panas, angin kencang, dan sumber air yang terbatas,” ujar Fida.

Upaya pemadaman semakin menantang karena kawasan tersebut berada dalam kondisi cuaca panas dan musim kemarau. Tiupan angin turut mempercepat pergerakan api, sementara kepadatan bangunan membuat petugas harus menyesuaikan strategi dan posisi armada di lapangan.

Keterbatasan sumber air bahkan sempat membuat proses pemadaman tersendat. Petugas harus mencari sumber air terdekat dan melakukan pengisian ulang tangki agar penyemprotan dapat terus dilakukan.

Fida menjelaskan, kawasan Danau Aji dan sekitarnya, termasuk Jalan AM Alimuddin, telah lama masuk dalam pemetaan wilayah yang memiliki potensi kebakaran cukup tinggi. Disdamkarmatan Kukar juga telah beberapa kali melakukan simulasi untuk mengetahui pola penanganan yang sesuai dengan karakteristik kawasan tersebut.

Pemetaan dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kondisi permukiman, lebar dan akses jalan, hingga jalur penempatan selang pemadam. Langkah tersebut dimaksudkan agar petugas dapat bergerak lebih efektif ketika menghadapi keadaan darurat.

Untuk memperkuat mitigasi, kawasan itu juga telah dilengkapi hidran kering. Selain itu, terdapat dua tandon air berkapasitas masing-masing sekitar 5.000 liter yang disiapkan sebagai sumber air alternatif ketika terjadi kebakaran.

“Dua lokasi ini memang menjadi perhatian kami. Tadi juga sudah kami manfaatkan untuk mendukung pemadaman,” jelasnya.

Penanganan kebakaran juga melibatkan bantuan armada dari sejumlah wilayah. Disdamkarmatan Kukar mengerahkan unit dari beberapa kecamatan, termasuk armada berkapasitas besar dari Sebulu dan Kota Bangun.

Dukungan turut datang dari relawan Samarinda serta sejumlah kecamatan lainnya. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memperkuat upaya pemadaman sekaligus mencegah kobaran api menjalar ke kawasan permukiman yang lebih luas.

Fida mengakui keterbatasan pasokan air menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian serius. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kesiapan menghadapi kebakaran, khususnya di wilayah dengan kepadatan bangunan tinggi.

“Kami mohon maaf kepada warga karena pelayanan belum maksimal. Kami sempat kekurangan air,” katanya.

Selain menimbulkan kerusakan dan kerugian material, kebakaran juga berdampak terhadap kondisi sejumlah warga. Kepulan asap dan kepanikan selama kejadian membuat beberapa warga mengalami gangguan kesehatan.

Fida menyebut terdapat warga yang mengalami sesak napas dan shock setelah menyaksikan kebakaran. Beberapa warga kemudian mendapatkan penanganan medis, termasuk dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Peristiwa tersebut menjadi catatan penting bagi Disdamkarmatan Kukar untuk kembali mengevaluasi sistem mitigasi kebakaran di kawasan permukiman padat. Pemetaan wilayah, ketersediaan sumber air, akses armada, serta pola penempatan sarana pemadam akan kembali diperkuat untuk mengantisipasi kejadian serupa.

“Ini menjadi pelajaran bagi kami. Pemetaan akan kami perkuat agar kejadian seperti ini tidak terulang,” pungkas Fida.

 

Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kebakaran Eks HGU PTPN 13 Marangkayu, Api Diperkirakan Melahap 150 Hektare

1 Oktober 2026 - 14:00 WITA

PKS Dinsos dan Pengadilan Agama Perkuat Pendampingan Perwalian Anak

1 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Satpol PP Kukar Tertibkan 23 Pelajar Yang Nongkrong Saat Jam Sekolah

28 September 2026 - 16:00 WITA

Viral Direkam Dari Kabin Excavator, Orangutan Kurus Jalani Rehabilitasi Di Berau

28 September 2026 - 15:00 WITA

Beseprah Erau 2026, Tradisi Jamuan Rakyat yang Satukan Masyarakat Kutai

24 September 2026 - 13:00 WITA

Kejari-PWI Kukar Siapkan FORWAKA, Perkuat Komunikasi dan Kompetensi Wartawan

22 September 2026 - 14:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH