Menu ✖

Mode Gelap
IKN Dipercaya Gelar Borneo Economic Forum 2027, Buka Peluang Investasi Regional Polda Kaltim Ungkap Dugaan Kepemilikan 1 Kilogram Sabu, Warga Binaan Lapas Balikpapan Diperiksa Dibuntuti dari Berau, Pria Diduga Bawa 2,1 Kilogram Sabu Ditangkap di Kutai Timur Peserta KRTJ ke-16 Saksikan Perkembangan Infrastruktur Jalan dan Jembatan di IKN Kebakaran Muara Muntai, Kerugian Ditaksir Rp2 Miliar

IKN NUSANTARA · 9 Okt 2026 10:00 WITA ·

Peserta KRTJ ke-16 Saksikan Perkembangan Infrastruktur Jalan dan Jembatan di IKN


 Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, bersama jajaran menyambut peserta kunjungan teknik Konferensi Regional Teknik Jalan (KRTJ) ke-16 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Kamis (8/10/2026). Foto: Humas Otorita IKN. Perbesar

Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, bersama jajaran menyambut peserta kunjungan teknik Konferensi Regional Teknik Jalan (KRTJ) ke-16 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Kamis (8/10/2026). Foto: Humas Otorita IKN.

KUTAIPANRITA.ID, NUSANTARA – Perkembangan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi perhatian peserta Konferensi Regional Teknik Jalan (KRTJ) ke-16 saat mengikuti kunjungan teknik di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Kamis (8/10/2026). Kegiatan ini menjadi ajang bagi para akademisi, pakar, dan praktisi bidang jalan untuk melihat langsung penerapan teknologi konstruksi sekaligus mempelajari inovasi pembangunan infrastruktur di ibu kota baru Indonesia.

Kunjungan tersebut merupakan rangkaian lanjutan KRTJ ke-16 yang diselenggarakan pada 5–8 Oktober 2026 di Balikpapan. Forum yang digelar Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta gagasan dalam meningkatkan kualitas pembangunan jalan dan jembatan nasional.

Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, yang membacakan sambutan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat secara langsung perkembangan pembangunan infrastruktur di Nusantara.

“Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk melihat langsung transformasi pembangunan jalan dan jembatan di IKN,” ujar Bimo.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur di Nusantara tidak hanya berorientasi pada konektivitas, tetapi juga perlu memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Hal ini sejalan dengan konsep pembangunan IKN sebagai forest city, smart city, dan sponge city yang mengintegrasikan infrastruktur, teknologi, serta perlindungan ekosistem.

Dalam kunjungan tersebut, peserta melihat penerapan rekayasa teknik pada pembangunan jalan tol IKN dan Jembatan Pulau Balang. Kedua infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung aksesibilitas menuju kawasan Nusantara sekaligus memberikan gambaran mengenai tantangan pembangunan jalan dan jembatan di tengah kondisi lingkungan yang perlu dijaga.

KRTJ ke-16 sendiri mengangkat tema ketahanan infrastruktur jalan dan jembatan terhadap bencana serta perubahan iklim. Melalui tema tersebut, para peserta diajak memperluas wawasan mengenai pentingnya membangun infrastruktur yang mampu menghadapi berbagai risiko lingkungan dan tetap berfungsi secara optimal dalam jangka panjang.

Sekretaris Umum HPJI, Heddy Agah, mengapresiasi perkembangan konektivitas menuju IKN yang menurutnya menunjukkan kemajuan dibandingkan kunjungan sebelumnya. Ia mengingat bahwa pada kunjungan terdahulu, sejumlah akses belum tersambung dan masih berupa jalan tanah.

“Dulu jalan tol belum tersambung dan masih ada akses berupa jalan tanah. Sekarang perkembangannya cukup baik,” kata Heddy.

Ia berharap kunjungan tersebut dapat memberikan tambahan pengetahuan dan inspirasi bagi para peserta, khususnya dalam memahami penerapan teknologi serta inovasi yang digunakan dalam pembangunan infrastruktur di Nusantara.

Selain meninjau jalan tol IKN dan Jembatan Pulau Balang, rombongan juga mengikuti kunjungan teknik ke Kantor Bersama. Peserta kemudian melihat sejumlah lokasi pembangunan di KIPP Nusantara, mulai dari kawasan Istana Negara hingga Masjid Negara, untuk mendapatkan gambaran lebih luas mengenai perkembangan pembangunan kawasan pemerintahan.

Kesan positif juga disampaikan Salsabila, salah seorang peserta KRTJ ke-16 yang baru pertama kali mengunjungi IKN. Ia mengaku sebelumnya sempat mendengar anggapan di media sosial bahwa pembangunan Nusantara terhenti. Namun, setelah melihat langsung kondisi di lapangan, ia menilai pembangunan masih berlangsung.

“Pembangunan ibu kota membutuhkan proses dan tahapan. Tidak bisa dilakukan secara instan,” ungkap Salsabila.

Ia juga mengajak masyarakat untuk melihat langsung perkembangan IKN sebelum menarik kesimpulan mengenai pembangunan kawasan tersebut.

Melalui kunjungan teknik ini, para peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan pengembangan infrastruktur jalan serta jembatan. Pertukaran pengalaman antara pengelola pembangunan dan praktisi bidang jalan juga diharapkan dapat mendorong inovasi dalam mewujudkan infrastruktur nasional yang tangguh, adaptif terhadap perubahan iklim, dan berkelanjutan.

 

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
@2026
Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

IKN Dipercaya Gelar Borneo Economic Forum 2027, Buka Peluang Investasi Regional

9 Oktober 2026 - 12:30 WITA

Delegasi REAAA Apresiasi Pembangunan Nusantara, Kagumi Konsep Kota Berbasis Lingkungan

5 Oktober 2026 - 19:00 WITA

Penataan Tahura Bukit Soeharto, Pemerintah Sepakati Delapan Langkah

1 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Hakim Agung Tinjau IKN, Sebut Pembangunan Kawasan Yudikatif Terus Berjalan

1 Oktober 2026 - 09:00 WITA

Basuki Sambut Mahasiswa Angkatan Pertama Universitas Gunadarma IKN

1 Oktober 2026 - 08:30 WITA

Festival Cabai Nusantara 2026 Hadir Di IKN, Dorong Ketahanan Pangan Dan Ekonomi Lokal

27 September 2026 - 10:00 WITA

Trending di IKN NUSANTARA