Menu ✖

Mode Gelap
Hakim Agung Tinjau IKN, Sebut Pembangunan Kawasan Yudikatif Terus Berjalan Basuki Sambut Mahasiswa Angkatan Pertama Universitas Gunadarma IKN Satpol PP Kukar Tertibkan 23 Pelajar Yang Nongkrong Saat Jam Sekolah Viral Direkam Dari Kabin Excavator, Orangutan Kurus Jalani Rehabilitasi Di Berau Festival Cabai Nusantara 2026 Hadir Di IKN, Dorong Ketahanan Pangan Dan Ekonomi Lokal

BERITA DAERAH · 25 Sep 2025 15:15 WITA ·

Erau 2025 Angkat Pariwisata dan Ekonomi Lokal, Tradisi Beseprah Jadi Magnet Wisata Budaya


 Tradisi Beseprah dalam Rangkaian Erau Adat Kutai 2025. (Indirwan/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id) Perbesar

Tradisi Beseprah dalam Rangkaian Erau Adat Kutai 2025. (Indirwan/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Gelaran Erau Adat Kutai 2025 kembali menjadi daya tarik besar bagi masyarakat dan wisatawan. Tradisi Beseprah yang digelar di depan Museum Mulawarman, Tenggarong, Kamis (25/9/2025), menghadirkan suasana kebersamaan yang sarat makna sekaligus menjadi tontonan budaya yang unik.

Ratusan warga dari berbagai kalangan tampak antusias duduk lesehan bersama menikmati hidangan yang tersaji berjejer panjang. Tradisi ini memperlihatkan keakraban khas masyarakat Kutai Kartanegara yang mampu menarik perhatian pengunjung dari luar daerah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara, Thauhid Afrilian Noor, mengatakan prosesi Beseprah telah menjadi ikon yang memperkuat identitas Kukar sebagai daerah dengan budaya yang kaya. Menurutnya, festival ini bukan hanya pesta adat, tetapi juga aset wisata budaya yang bernilai tinggi.

“Erau ini adalah ruang untuk memperkenalkan budaya Kutai kepada dunia luar. Tradisi seperti Beseprah dan Belimbur punya daya tarik yang kuat untuk wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara,” ujarnya.

Thauhid menegaskan, hadirnya wisatawan ke Tenggarong saat Erau berlangsung membawa dampak nyata bagi sektor ekonomi. Banyak pelaku UMKM, pedagang kuliner, hingga pengrajin suvenir merasakan keuntungan dari meningkatnya kunjungan.

Ia menyebut efek domino dari festival budaya ini patut dijaga dan diperkuat. Dengan demikian, pelestarian tradisi tidak hanya memberi manfaat secara sosial, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

“Ketika budaya kita tampil dengan baik, masyarakat juga merasakan hasilnya. Pariwisata bergerak, ekonomi rakyat ikut hidup. Ini multiplier effect yang positif dari Erau,” jelas Thauhid.

Selain Beseprah, prosesi Belimbur yang menjadi puncak Erau juga selalu dinanti oleh pengunjung. Namun, Thauhid mengingatkan agar pelaksanaan tetap tertib dan sesuai aturan, sehingga wisatawan merasa aman dan nyaman mengikuti tradisi.

Menurutnya, menjaga nilai sakral dalam setiap prosesi adalah kunci agar Erau terus dipercaya dan dihormati sebagai festival budaya. Dengan begitu, wisatawan tidak hanya datang untuk bersenang-senang, tetapi juga mendapat pengalaman budaya yang bermakna.

“Kalau kita bisa menjaga keteraturan dan makna tradisi, Erau akan semakin kuat posisinya sebagai magnet wisata budaya. Ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi warisan leluhur yang membawa manfaat bagi generasi sekarang dan mendatang,” tutupnya. (ADV/Disdikbud Kukar)

Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 60 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Satpol PP Kukar Tertibkan 23 Pelajar Yang Nongkrong Saat Jam Sekolah

28 September 2026 - 16:00 WITA

Viral Direkam Dari Kabin Excavator, Orangutan Kurus Jalani Rehabilitasi Di Berau

28 September 2026 - 15:00 WITA

Beseprah Erau 2026, Tradisi Jamuan Rakyat yang Satukan Masyarakat Kutai

24 September 2026 - 13:00 WITA

Kejari-PWI Kukar Siapkan FORWAKA, Perkuat Komunikasi dan Kompetensi Wartawan

22 September 2026 - 14:00 WITA

Karang Taruna Kaltim Perkuat Dukungan Relawan Karhutla, Posko dan Logistik Disalurkan

21 September 2026 - 14:00 WITA

Bupati Kukar Pastikan Dukungan untuk Relawan Karhutla di Tenggarong Terus Diperkuat

21 September 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH