Menu ✖

Mode Gelap
Kemiskinan Pedesaan NTT Capai 21,64 Persen, Forum Pemuda Desak Penguatan Ekonomi Desa AMSI Kaltim dan DPRD Balikpapan Siapkan Forum Refleksi Dua Tahun Kinerja Legislatif Sekitar 75 Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala Delegasi REAAA Apresiasi Pembangunan Nusantara, Kagumi Konsep Kota Berbasis Lingkungan PHI Borong Penghargaan CSR & PDB Award 2026, Local Hero Kukar Raih Predikat Excellent

BERITA DAERAH · 6 Des 2025 01:39 WITA ·

KRISIS FASILITAS PENDIDIKAN MENENGAH, KOMISI IV DPRD KALTIM SEBUT SITUASI SUDAH MASUK FASE DARURAT


 Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra (istimewa) Perbesar

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra (istimewa)

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Komisi IV DPRD Kalimantan Timur menegaskan bahwa keterbatasan fasilitas pendidikan menengah di berbagai daerah telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan. Kondisi tersebut mengemuka setelah lembaga legislatif menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim untuk membahas kapasitas sekolah yang semakin menurun.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra, menyampaikan bahwa pemerintah belum memiliki peta jalan jangka panjang yang benar-benar matang dalam merespons kebutuhan fasilitas pendidikan. Menurutnya, pertumbuhan jumlah peserta didik jauh melampaui pembangunan sekolah baru.

Ia menekankan bahwa kebijakan zonasi turut memperburuk masalah karena banyak siswa akhirnya tidak dapat mengakses sekolah terdekat.
“Banyak siswa harus menempuh jarak belasan kilometer hanya untuk masuk sekolah negeri. Ini menandakan sistem saat ini sudah tidak sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Andi Satya.

Komisi IV juga menyoroti fakta bahwa hambatan administrasi menjadi salah satu faktor utama lambatnya pembangunan Unit Sekolah Baru (USB). Banyak rencana pembangunan tidak dapat berjalan karena status lahan belum jelas atau dokumen legalitasnya belum lengkap.

Di tengah upaya penataan, daerah seperti Balikpapan menjadi wilayah yang paling mendesak membutuhkan USB tingkat SMA, sementara Samarinda menghadapi persoalan kelebihan kapasitas sekolah yang menyebabkan satu sekolah harus melayani dua kecamatan sekaligus.

Komisi IV menegaskan bahwa DPRD akan terus mengawal persoalan ini dan meminta pemerintah provinsi menata kembali perencanaan pendidikan secara lebih realistis dan berjangka panjang.

ADV DPRD Kaltim
Pewarta : Axel
Editor : Fairuzzabady
@2025

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kemiskinan Pedesaan NTT Capai 21,64 Persen, Forum Pemuda Desak Penguatan Ekonomi Desa

7 Oktober 2026 - 17:00 WITA

AMSI Kaltim dan DPRD Balikpapan Siapkan Forum Refleksi Dua Tahun Kinerja Legislatif

7 Oktober 2026 - 12:00 WITA

Sekitar 75 Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala

5 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Samarinda, Ikrar Jadi Pengingat Pentingnya Persatuan

1 Oktober 2026 - 17:00 WITA

Kebakaran Eks HGU PTPN 13 Marangkayu, Api Diperkirakan Melahap 150 Hektare

1 Oktober 2026 - 14:00 WITA

PKS Dinsos dan Pengadilan Agama Perkuat Pendampingan Perwalian Anak

1 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH