Menu

Mode Gelap
Otorita IKN Berangkatkan Tujuh Putra Daerah ke Universitas Brawijaya Lewat Beasiswa Penuh DPRD Samarinda Usulkan Disporapar Dipisah agar Pengembangan Pariwisata Lebih Optimal DPRD Samarinda Minta Satpol PP Intensif Tertibkan Manusia Silver DPRD Samarinda Dorong Kebijakan Terpadu untuk Wujudkan Kota Layak Anak Banggar DPRD Samarinda Pastikan Belanja PPAS 2027 Fokus Dukung Pertumbuhan Ekonomi

BERITA DAERAH · 4 Mar 2026 21:00 WITA ·

Kolam Retensi Bengkuring Mulai Efektif, Genangan Banjir Tak Lagi Berhari-hari


 Lurah Sempaja Timur, Yuliani, memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media terkait dampak pembangunan kolam retensi di kawasan Bengkuring, Kelurahan Sempaja Timur. Pembangunan tersebut mulai menunjukkan hasil positif dalam penanganan banjir, meski genangan masih terjadi beberapa kali sepanjang 2025, durasinya kini jauh lebih singkat dibandingkan sebelumnya. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Lurah Sempaja Timur, Yuliani, memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media terkait dampak pembangunan kolam retensi di kawasan Bengkuring, Kelurahan Sempaja Timur. Pembangunan tersebut mulai menunjukkan hasil positif dalam penanganan banjir, meski genangan masih terjadi beberapa kali sepanjang 2025, durasinya kini jauh lebih singkat dibandingkan sebelumnya. Foto: Yana Ashari.

KUTAIPANRITA.IDSAMARINDA – Pembangunan kolam retensi di kawasan Bengkuring, Kelurahan Sempaja Timur, mulai menunjukkan hasil dalam upaya pengendalian banjir di wilayah tersebut. Meski banjir masih beberapa kali terjadi sepanjang 2025, durasi genangan air kini disebut jauh lebih cepat surut dibandingkan sebelumnya.

Hal itu disampaikan Lurah Sempaja Timur, Yuliani, saat mendampingi inspeksi lapangan yang dilakukan Komisi III DPRD Kota Samarinda di kawasan pengendalian banjir Bengkuring, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, dalam satu tahun terakhir wilayah Bengkuring masih mengalami sekitar lima kali banjir. Namun keberadaan kolam retensi telah membantu mengurangi lamanya air menggenangi permukiman warga.

“Memang pada 2025 hampir lima kali terjadi banjir, tetapi durasinya jauh lebih singkat dibandingkan sebelumnya. Ini menjadi salah satu dampak dari pembangunan kolam retensi di Bengkuring,” ujar Yuliani.

Ia menjelaskan, sebelum kolam retensi dibangun, banjir di kawasan tersebut bisa bertahan hingga berhari-hari. Salah satu titik yang paling sering terdampak berada di sekitar pintu air Terong yang menjadi jalur masuk air sekaligus titik terakhir yang surut.

“Kalau dulu bukan lagi hitungan jam, tapi bisa berhari-hari air menggenang. Biasanya di sekitar pintu air Terong itu air pertama masuk dan terakhir keluar,” jelasnya.

Yuliani menambahkan, banjir di Bengkuring tidak hanya dipicu oleh curah hujan tinggi, tetapi juga oleh aliran air dari wilayah utara serta limpasan anak Sungai Karang Mumus saat kondisi sungai pasang.

Karena itu, selain kolam retensi, pembangunan tanggul dan penyediaan pompa air dinilai penting untuk memaksimalkan sistem pengendalian banjir di kawasan tersebut. Saat ini pintu air sudah terbangun, namun belum berfungsi maksimal karena pompa air belum tersedia.

“Dengan adanya tanggul nanti diharapkan arus air dari sungai bisa terbendung agar tidak masuk ke pemukiman. Sementara pompa akan membantu mengalirkan air menuju kolam retensi,” tegasnya.

Ia berharap pembangunan kolam retensi, tanggul, serta fasilitas pendukung lainnya dapat segera diselesaikan secara menyeluruh agar persoalan banjir yang selama ini menjadi masalah tahunan di Bengkuring dapat berangsur teratasi.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Usulkan Disporapar Dipisah agar Pengembangan Pariwisata Lebih Optimal

23 Juli 2026 - 18:00 WITA

DPRD Samarinda Minta Satpol PP Intensif Tertibkan Manusia Silver

23 Juli 2026 - 17:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong Kebijakan Terpadu untuk Wujudkan Kota Layak Anak

23 Juli 2026 - 16:00 WITA

Banggar DPRD Samarinda Pastikan Belanja PPAS 2027 Fokus Dukung Pertumbuhan Ekonomi

23 Juli 2026 - 15:00 WITA

Basarnas Hentikan Operasi Pencarian Nelayan Hilang di Muara Berau Setelah Lima Hari

21 Juli 2026 - 17:00 WITA

Pencarian Nelayan Hilang di Muara Berau Masuk Hari Ketiga, Korban Masih Belum Ditemukan

19 Juli 2026 - 18:30 WITA

Trending di BERITA DAERAH