Menu

Mode Gelap
Otorita IKN Berangkatkan Tujuh Putra Daerah ke Universitas Brawijaya Lewat Beasiswa Penuh DPRD Samarinda Usulkan Disporapar Dipisah agar Pengembangan Pariwisata Lebih Optimal DPRD Samarinda Minta Satpol PP Intensif Tertibkan Manusia Silver DPRD Samarinda Dorong Kebijakan Terpadu untuk Wujudkan Kota Layak Anak Banggar DPRD Samarinda Pastikan Belanja PPAS 2027 Fokus Dukung Pertumbuhan Ekonomi

BERITA DAERAH · 10 Mar 2026 09:00 WITA ·

62 Dugaan Kasus Campak di Samarinda Masih Diteliti, Dinkes Minta Warga Tak Panik


 Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, Ismed Kusasih, memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media terkait puluhan kasus dugaan campak di Samarinda yang hingga kini masih berstatus suspect dan belum terkonfirmasi positif. Untuk memastikan diagnosis, sampel pasien dikirim ke laboratorium di luar daerah guna menjalani pemeriksaan lanjutan. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, Ismed Kusasih, memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media terkait puluhan kasus dugaan campak di Samarinda yang hingga kini masih berstatus suspect dan belum terkonfirmasi positif. Untuk memastikan diagnosis, sampel pasien dikirim ke laboratorium di luar daerah guna menjalani pemeriksaan lanjutan. Foto: Yana Ashari.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda memastikan puluhan kasus dugaan campak yang ditemukan di wilayah tersebut hingga kini masih berstatus suspect dan belum terkonfirmasi positif. Untuk memastikan diagnosis, sampel pasien harus diperiksa di laboratorium di luar daerah.

Kepala Dinkes Samarinda, Ismed Kusasih, menyebut saat ini terdapat sekitar 62 kasus yang masih dalam tahap pemantauan. Seluruh sampel telah dikirim ke laboratorium di Kalimantan Selatan untuk memastikan hasil pemeriksaan.

“Untuk memastikan apakah itu campak atau tidak, sampelnya harus dikirim ke laboratorium di Kalimantan Selatan. Jadi memang perlu waktu karena pemeriksaannya tidak dilakukan di Samarinda,” ujar Ismed usai menghadiri rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPRD Samarinda, Senin (9/3/2026).

Ia menegaskan, status suspect belum berarti pasien tersebut positif campak. Hingga saat ini, Samarinda juga belum menunjukkan tanda-tanda terjadinya kejadian luar biasa (KLB).

“Kalau masih suspect artinya masih dugaan, belum tentu positif. Biasanya kalau KLB itu terlihat dari lonjakan kasus yang sangat tinggi. Di Samarinda sejauh ini belum ada indikasi ke arah sana,” jelasnya.

Menurut Ismed, kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh tingginya cakupan imunisasi campak di Samarinda. Tingkat vaksinasi yang baik dinilai telah membentuk kekebalan komunal sehingga dapat menekan penyebaran penyakit.

“Campak ini bisa dicegah dengan vaksin. Di Samarinda cakupan imunisasinya cukup baik, jadi sudah terbentuk kekebalan komunal,” katanya.

Meski situasi masih terkendali, Dinkes tetap meningkatkan kewaspadaan. Pihaknya telah mengeluarkan surat edaran kepada tenaga kesehatan di puskesmas maupun rumah sakit untuk segera melaporkan jika terjadi peningkatan kasus.

“Kalau ada kenaikan kasus, tenaga kesehatan diminta segera melaporkan agar bisa langsung kita tindak lanjuti,” ujarnya.

Menjelang Idulfitri, masyarakat juga diimbau memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal, mengingat campak paling sering menyerang bayi dan balita.

“Pastikan anak-anak mendapat vaksin campak tepat waktu, karena penyakit ini paling banyak menyerang bayi dan balita,” tutup Ismed.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 55 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Usulkan Disporapar Dipisah agar Pengembangan Pariwisata Lebih Optimal

23 Juli 2026 - 18:00 WITA

DPRD Samarinda Minta Satpol PP Intensif Tertibkan Manusia Silver

23 Juli 2026 - 17:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong Kebijakan Terpadu untuk Wujudkan Kota Layak Anak

23 Juli 2026 - 16:00 WITA

Banggar DPRD Samarinda Pastikan Belanja PPAS 2027 Fokus Dukung Pertumbuhan Ekonomi

23 Juli 2026 - 15:00 WITA

Basarnas Hentikan Operasi Pencarian Nelayan Hilang di Muara Berau Setelah Lima Hari

21 Juli 2026 - 17:00 WITA

Pencarian Nelayan Hilang di Muara Berau Masuk Hari Ketiga, Korban Masih Belum Ditemukan

19 Juli 2026 - 18:30 WITA

Trending di BERITA DAERAH