Menu

Mode Gelap
Basarnas Hentikan Operasi Pencarian Nelayan Hilang di Muara Berau Setelah Lima Hari Pencarian Nelayan Hilang di Muara Berau Masuk Hari Ketiga, Korban Masih Belum Ditemukan KukarGo Resmi Diperkenalkan, Dispar Kukar Perluas Promosi Produk Ekonomi Kreatif Otorita IKN Pacu Pembangunan Tahap II, Target Ibu Kota Politik 2028 Dikejar Evaluasi Job Fair Kukar 2026, Distransnaker Siapkan Pelatihan Kompetensi Sesuai Kebutuhan Industri

BERITA DAERAH · 9 Apr 2026 15:00 WITA ·

Disdukcapil Samarinda Luruskan Data Penduduk, Tegaskan Pentingnya Administrasi Resmi


 Kepala Disdukcapil Kota Samarinda, Eko Suprayetno, memberikan keterangan kepada awak media usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kota Samarinda, Kamis (9/4/2026). Ia menegaskan pentingnya validitas data administrasi kependudukan serta menjelaskan perbedaan antara jumlah penduduk resmi dan warga yang berdomisili sementara di Kota Samarinda. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Kepala Disdukcapil Kota Samarinda, Eko Suprayetno, memberikan keterangan kepada awak media usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kota Samarinda, Kamis (9/4/2026). Ia menegaskan pentingnya validitas data administrasi kependudukan serta menjelaskan perbedaan antara jumlah penduduk resmi dan warga yang berdomisili sementara di Kota Samarinda. Foto: Yana Ashari.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Samarinda memberikan klarifikasi terkait perbedaan data kependudukan yang kerap menjadi sorotan dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) pemerintah daerah.

Kepala Disdukcapil Samarinda, Eko Suprayetno, menjelaskan hal tersebut usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di DPRD Kota Samarinda, Kamis (9/4/2026).

Ia menegaskan, data kependudukan yang disajikan pemerintah telah melalui proses validasi berbasis administrasi resmi, seperti Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Menurutnya, masih banyak masyarakat yang keliru membedakan antara jumlah penduduk dan jumlah orang yang berada di suatu wilayah.

“Jumlah orang yang beraktivitas di Samarinda bisa saja melampaui satu juta jiwa, tetapi yang tercatat sebagai penduduk tetap harus memiliki dokumen administrasi yang sah,” ujarnya.

Berdasarkan data Semester II tahun 2025, jumlah penduduk Samarinda tercatat sebanyak 893.385 jiwa. Angka tersebut bersifat dinamis dan terus berubah mengikuti kelahiran, kematian, serta perpindahan penduduk.

Hingga April 2026, Disdukcapil mencatat jumlah warga yang keluar dari Samarinda lebih tinggi dibandingkan yang masuk, yakni 2.330 orang keluar dan 2.057 orang masuk. Meski demikian, dari sisi pertumbuhan alami, terjadi penambahan 1.015 jiwa, dengan rincian 1.734 kelahiran dan 719 kematian.

Eko menekankan, seluruh data tersebut hanya dihitung berdasarkan laporan administrasi resmi. Ia pun mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam melaporkan setiap peristiwa kependudukan. “Peristiwa seperti kelahiran dan kematian harus dilaporkan secara resmi. Jika tidak, maka tidak akan tercatat dalam sistem kami,” jelasnya.

Ia juga menyinggung perbedaan data antara Disdukcapil dan Badan Pusat Statistik (BPS) yang dinilai wajar karena perbedaan metode pengumpulan data. “BPS menggunakan sensus dan survei, sementara kami berbasis pelayanan administrasi. Jadi cakupannya memang tidak sama,” terangnya.

Lebih lanjut, Eko mengimbau warga luar daerah yang tinggal di Samarinda agar segera mengurus perpindahan administrasi jika menetap lebih dari satu tahun, agar dapat memperoleh layanan publik secara optimal. “Tidak diperbolehkan menerima bantuan di dua wilayah. Jika memenuhi syarat, bantuan juga tersedia di Samarinda,” pungkasnya.

 

Pewarta : Fathur
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 82 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Basarnas Hentikan Operasi Pencarian Nelayan Hilang di Muara Berau Setelah Lima Hari

21 Juli 2026 - 17:00 WITA

Pencarian Nelayan Hilang di Muara Berau Masuk Hari Ketiga, Korban Masih Belum Ditemukan

19 Juli 2026 - 18:30 WITA

KukarGo Resmi Diperkenalkan, Dispar Kukar Perluas Promosi Produk Ekonomi Kreatif

16 Juli 2026 - 12:00 WITA

Evaluasi Job Fair Kukar 2026, Distransnaker Siapkan Pelatihan Kompetensi Sesuai Kebutuhan Industri

15 Juli 2026 - 13:00 WITA

Yayasan Ibadurrahman Gugat Pencabutan NSP, Nilai Prosedur Kemenag Tak Sesuai Administrasi

14 Juli 2026 - 18:00 WITA

Job Fair Kukar 2026 Masuki Tahap Wawancara, 20 Perusahaan Berebut Talenta Lokal

14 Juli 2026 - 14:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH