Menu

Mode Gelap
Half Marathon Perdana di IKN Sukses Digelar, Ribuan Pelari Ramaikan Kawasan Inti Nusantara Danis Sumadilaga Beberkan Strategi Besar Pembangunan IKN, Tekankan Pentingnya Perencanaan dan Integritas Otorita IKN Tegas Berantas Aktivitas Ilegal, Tambang dan Perambahan Hutan Jadi Perhatian Serius Perguruan Tinggi Se-Kalimantan Bersinergi di IKN, Siapkan Generasi Unggul untuk Indonesia Emas 2045 Setengah Abad PPKP Ribathul Khail, Dari Tradisi Pesantren Menuju Kebangkitan Generasi

BERITA DAERAH · 29 Apr 2026 16:00 WITA ·

DPRD Samarinda Soroti Kekurangan Guru, Minta Pemetaan Berbasis Data


 Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, memberikan keterangan terkait pentingnya perencanaan kebutuhan tenaga pendidik berbasis data di Kalimantan Timur, khususnya Samarinda. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, memberikan keterangan terkait pentingnya perencanaan kebutuhan tenaga pendidik berbasis data di Kalimantan Timur, khususnya Samarinda. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar, menekankan pentingnya perencanaan kebutuhan tenaga pendidik yang lebih terukur dan berbasis data di Kalimantan Timur, khususnya Samarinda. Hal ini disampaikannya kepada awak media, Rabu (29/4/2026).

Ia menilai, kekurangan guru yang terjadi saat ini tidak hanya soal jumlah, tetapi juga disebabkan distribusi yang belum merata serta minimnya pemetaan kebutuhan di tiap sekolah. “Harus ada pemetaan detail per bidang studi,” ujarnya.

Menurut Anhar, mata pelajaran seperti matematika, bahasa Inggris, dan kimia menjadi yang paling terdampak kekurangan tenaga pengajar. Kondisi ini dinilai perlu segera diantisipasi agar tidak mengganggu kualitas pembelajaran.

Selain itu, ia mengingatkan agar kebijakan pendidikan, termasuk rencana penyesuaian atau penutupan program studi keguruan, tidak dilakukan tanpa mempertimbangkan kondisi daerah. “Jangan samakan semua daerah,” tegasnya.

Ia juga menyoroti perpindahan guru ke luar daerah yang turut memperparah kekurangan tenaga pendidik di Samarinda, di tengah terbatasnya lulusan lokal yang sesuai kebutuhan.

Meski demikian, Anhar menilai perekrutan tenaga pengajar dari luar daerah tetap diperbolehkan selama berbasis kompetensi. “Yang penting kompetensi,” katanya.

Di sisi lain, ia menekankan pentingnya sinkronisasi antara pendidikan, khususnya SMK, dengan kebutuhan dunia kerja agar lulusan lebih mudah terserap. “Harus sesuai kebutuhan pasar kerja,” jelasnya.

Anhar turut menyinggung tingginya tingkat pengangguran di Samarinda meski didukung anggaran besar. Ia menilai hal ini menunjukkan belum optimalnya keterkaitan antara pendidikan, dunia kerja, dan ekonomi daerah. “Dampaknya ke masyarakat belum maksimal,” pungkasnya.

DPRD berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah strategis untuk memperbaiki distribusi tenaga pendidik dan menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja.

 

ADV Sekretariat DPRD Kota Samarinda
Pewarta : Fathur Rabbany
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Setengah Abad PPKP Ribathul Khail, Dari Tradisi Pesantren Menuju Kebangkitan Generasi

9 Mei 2026 - 13:00 WITA

Dishub Samarinda Tegaskan Penertiban Parkir Pelajar Demi Keselamatan di Jalan Raya

9 Mei 2026 - 12:00 WITA

Viktor Yuan Minta Dishub Bijak Tertibkan Kendaraan Pelajar di Area Rumah Warga

9 Mei 2026 - 11:00 WITA

Viktor Yuan Minta Revitalisasi Pasar Segiri Dipersiapkan Matang

9 Mei 2026 - 10:00 WITA

Viktor Yuan Nilai KalaFest 2026 Jadi Ajang Strategis Promosi UMKM Kaltim

9 Mei 2026 - 09:00 WITA

Bupati Kukar Lantik 19 Pejabat, Tekankan Reformasi ASN dan Layanan Kesehatan 24 Jam

8 Mei 2026 - 19:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH