Menu ✖

Mode Gelap
Sekitar 75 Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala Delegasi REAAA Apresiasi Pembangunan Nusantara, Kagumi Konsep Kota Berbasis Lingkungan PHI Borong Penghargaan CSR & PDB Award 2026, Local Hero Kukar Raih Predikat Excellent Lahan 2 Hektare Terbakar di Pulau Atas, Polisi Amankan Pria 52 Tahun Penataan Tahura Bukit Soeharto, Pemerintah Sepakati Delapan Langkah

BERITA DAERAH · 29 Apr 2026 16:00 WITA ·

DPRD Samarinda Soroti Kekurangan Guru, Minta Pemetaan Berbasis Data


 Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, memberikan keterangan terkait pentingnya perencanaan kebutuhan tenaga pendidik berbasis data di Kalimantan Timur, khususnya Samarinda. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, memberikan keterangan terkait pentingnya perencanaan kebutuhan tenaga pendidik berbasis data di Kalimantan Timur, khususnya Samarinda. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar, menekankan pentingnya perencanaan kebutuhan tenaga pendidik yang lebih terukur dan berbasis data di Kalimantan Timur, khususnya Samarinda. Hal ini disampaikannya kepada awak media, Rabu (29/4/2026).

Ia menilai, kekurangan guru yang terjadi saat ini tidak hanya soal jumlah, tetapi juga disebabkan distribusi yang belum merata serta minimnya pemetaan kebutuhan di tiap sekolah. “Harus ada pemetaan detail per bidang studi,” ujarnya.

Menurut Anhar, mata pelajaran seperti matematika, bahasa Inggris, dan kimia menjadi yang paling terdampak kekurangan tenaga pengajar. Kondisi ini dinilai perlu segera diantisipasi agar tidak mengganggu kualitas pembelajaran.

Selain itu, ia mengingatkan agar kebijakan pendidikan, termasuk rencana penyesuaian atau penutupan program studi keguruan, tidak dilakukan tanpa mempertimbangkan kondisi daerah. “Jangan samakan semua daerah,” tegasnya.

Ia juga menyoroti perpindahan guru ke luar daerah yang turut memperparah kekurangan tenaga pendidik di Samarinda, di tengah terbatasnya lulusan lokal yang sesuai kebutuhan.

Meski demikian, Anhar menilai perekrutan tenaga pengajar dari luar daerah tetap diperbolehkan selama berbasis kompetensi. “Yang penting kompetensi,” katanya.

Di sisi lain, ia menekankan pentingnya sinkronisasi antara pendidikan, khususnya SMK, dengan kebutuhan dunia kerja agar lulusan lebih mudah terserap. “Harus sesuai kebutuhan pasar kerja,” jelasnya.

Anhar turut menyinggung tingginya tingkat pengangguran di Samarinda meski didukung anggaran besar. Ia menilai hal ini menunjukkan belum optimalnya keterkaitan antara pendidikan, dunia kerja, dan ekonomi daerah. “Dampaknya ke masyarakat belum maksimal,” pungkasnya.

DPRD berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah strategis untuk memperbaiki distribusi tenaga pendidik dan menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja.

 

ADV Sekretariat DPRD Kota Samarinda
Pewarta : Fathur Rabbany
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 64 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Sekitar 75 Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala

5 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Kebakaran Eks HGU PTPN 13 Marangkayu, Api Diperkirakan Melahap 150 Hektare

1 Oktober 2026 - 14:00 WITA

PKS Dinsos dan Pengadilan Agama Perkuat Pendampingan Perwalian Anak

1 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Satpol PP Kukar Tertibkan 23 Pelajar Yang Nongkrong Saat Jam Sekolah

28 September 2026 - 16:00 WITA

Viral Direkam Dari Kabin Excavator, Orangutan Kurus Jalani Rehabilitasi Di Berau

28 September 2026 - 15:00 WITA

Beseprah Erau 2026, Tradisi Jamuan Rakyat yang Satukan Masyarakat Kutai

24 September 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH