Menu

Mode Gelap
Hasil Usaha Koperasi Senyiur Indah Dialokasikan untuk Bangun 42 Rumah Karyawan Plasma Asap Kembali Terpantau, Otorita IKN Intensifkan Pemantauan Karhutla MBU CUP II 2026 Resmi Bergulir, Camat dan DPRD Kukar Dukung Pembinaan Talenta Lokal MBU CUP II 2026 Bergulir, 22 Tim Adu Kekuatan dan Jadi Ajang Pembinaan Talenta Muara Badak Tiga Hari Dicari, Karyawan PT EAS Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Belayan

BERITA DAERAH · 11 Mar 2026 13:00 WITA ·

Iswandi Desak Kejelasan Relokasi Pasar Pagi dan Evaluasi BUMD Samarinda


 Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, memberikan keterangan terkait sejumlah isu strategis terkait pengelolaan ekonomi daerah, mulai dari relokasi pedagang Pasar Pagi, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), evaluasi kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), hingga penguatan sektor perdagangan dan UMKM. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, memberikan keterangan terkait sejumlah isu strategis terkait pengelolaan ekonomi daerah, mulai dari relokasi pedagang Pasar Pagi, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), evaluasi kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), hingga penguatan sektor perdagangan dan UMKM. Foto: Yana Ashari.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, menyoroti sejumlah persoalan penting dalam pengelolaan ekonomi daerah, mulai dari relokasi pedagang Pasar Pagi, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), hingga evaluasi kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta penguatan sektor UMKM.

Saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp, Rabu (11/3/2026), Iswandi menegaskan bahwa proses relokasi dan pembagian kios Pasar Pagi harus segera diselesaikan agar tidak menimbulkan ketidakpastian bagi para pedagang.

“Relokasi Pasar Pagi tidak boleh terus berlarut. Pedagang sudah terlalu lama menunggu kepastian, padahal mereka bagian penting dari ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia meminta pemerintah kota bersikap terbuka terkait data pedagang penerima kios, mekanisme pembagian, serta jadwal penyelesaian relokasi. Menurutnya, transparansi sangat penting untuk mencegah munculnya polemik di kalangan pedagang.

Selain itu, Iswandi juga menyoroti upaya peningkatan PAD Samarinda. Ia menilai langkah tersebut harus dilakukan melalui pembenahan sistem, termasuk digitalisasi pajak dan penguatan pengawasan.

“PAD seharusnya tumbuh dari ekonomi daerah yang sehat, bukan dari kebijakan yang justru memberatkan pelaku usaha,” katanya.

Tak hanya itu, DPRD juga mendorong evaluasi terhadap kinerja BUMD agar lebih profesional dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah.

“BUMD harus memberi manfaat bagi masyarakat dan berkontribusi terhadap ekonomi daerah, bukan hanya ada secara administratif,” tegasnya.

Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah terhadap sektor perdagangan dan UMKM yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian Kota Samarinda.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Kebijakan pemerintah harus memastikan mereka bisa tumbuh dan berkembang,” pungkasnya.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Hasil Usaha Koperasi Senyiur Indah Dialokasikan untuk Bangun 42 Rumah Karyawan Plasma

11 September 2026 - 12:00 WITA

Tiga Hari Dicari, Karyawan PT EAS Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Belayan

6 September 2026 - 13:00 WITA

Karhutla Merambat ke KHDTK Samboja, 11 Orangutan Berhasil Diselamatkan

4 September 2026 - 18:00 WITA

Hendak Seberangi Sungai Belayan, Karyawan PT EAS Tenggelam di Tabang

4 September 2026 - 17:00 WITA

Cegah Karhutla, Polsek KP Samarinda Sosialisasikan Larangan Bakar Lahan di Kawasan Pelabuhan

3 September 2026 - 14:00 WITA

Panen 8 Kuintal Jagung, Polsek Palaran Perkuat Dukungan Ketahanan Pangan

3 September 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH