Menu

Mode Gelap
Otorita IKN Berangkatkan Tujuh Putra Daerah ke Universitas Brawijaya Lewat Beasiswa Penuh DPRD Samarinda Usulkan Disporapar Dipisah agar Pengembangan Pariwisata Lebih Optimal DPRD Samarinda Minta Satpol PP Intensif Tertibkan Manusia Silver DPRD Samarinda Dorong Kebijakan Terpadu untuk Wujudkan Kota Layak Anak Banggar DPRD Samarinda Pastikan Belanja PPAS 2027 Fokus Dukung Pertumbuhan Ekonomi

BERITA DAERAH · 25 Mar 2026 16:00 WITA ·

Unik! Orangutan di Berau ‘Rayakan’ Lebaran Dengan Berburu Ketupat


 Bayi orangutan tampak antusias “berburu” ketupat yang digantung di area bermain. Ketupat berisi pakan tersebut sengaja ditempatkan di ketinggian untuk merangsang satwa memanjat, bergelantungan, hingga membuka anyaman demi mendapatkan isinya. Dok: BKSDA Kaltim. Perbesar

Bayi orangutan tampak antusias “berburu” ketupat yang digantung di area bermain. Ketupat berisi pakan tersebut sengaja ditempatkan di ketinggian untuk merangsang satwa memanjat, bergelantungan, hingga membuka anyaman demi mendapatkan isinya. Dok: BKSDA Kaltim.

KUTAIPANRITA.ID, BERAU – Perayaan Lebaran di Kalimantan Timur terasa berbeda di pusat rehabilitasi satwa. Dua lembaga konservasi menghadirkan metode unik dengan memberikan pakan berbalut ketupat kepada orangutan sebagai bagian dari pengayaan (enrichment).

Di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Long Sam, Berau, empat bayi orangutan tampak antusias memanjat dan bergelantungan untuk “berburu” ketupat yang digantung di area bermain. Ketupat tersebut berisi makanan dan sengaja ditempatkan di ketinggian untuk melatih kemampuan alami satwa.

Founder dan Direktur Conservation Action Network (CAN), Paulinus Kristanto, menyebut metode ini sebagai bagian dari proses pembelajaran. “Ketupat ini kami gunakan untuk melatih fisik dan kognitif orangutan agar tetap aktif seperti di alam liar,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Menurutnya, proses membuka ketupat juga melatih kesabaran dan ketangkasan. “Mereka tidak sekadar makan, tetapi benar-benar ‘berburu’, dan itu penting untuk bekal saat kembali ke habitatnya,” tambahnya.

Hal serupa dilakukan di Bornean Orangutan Rescue Alliance (BORA) yang dikelola Center for Orangutan Protection (COP). Di sana, ketupat berisi buah dan madu digantung di pohon saat orangutan menjalani sekolah hutan.

Manajer BORA, Widi Nursanti, mengatakan enrichment ini efektif menjaga perilaku alami satwa. “Ketupat membuat mereka berpikir, aktif, dan belajar mencari makanan. Ini juga melatih problem solving dan indra penciuman mereka,” jelasnya.

Kepala BKSDA Kaltim, M. Ari Wibawanto, mengapresiasi inovasi tersebut. “Ini bukan sekadar simbol Lebaran, tapi cara efektif melatih kemampuan satwa menghadapi tantangan di alam liar,” tegasnya.

Ia menambahkan, kolaborasi antara BKSDA, CAN, dan COP menjadi kunci keberhasilan rehabilitasi orangutan. “Setiap proses belajar membawa mereka lebih dekat untuk kembali ke habitat aslinya,” pungkasnya.

 

Pewarta & Editor: Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Usulkan Disporapar Dipisah agar Pengembangan Pariwisata Lebih Optimal

23 Juli 2026 - 18:00 WITA

DPRD Samarinda Minta Satpol PP Intensif Tertibkan Manusia Silver

23 Juli 2026 - 17:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong Kebijakan Terpadu untuk Wujudkan Kota Layak Anak

23 Juli 2026 - 16:00 WITA

Banggar DPRD Samarinda Pastikan Belanja PPAS 2027 Fokus Dukung Pertumbuhan Ekonomi

23 Juli 2026 - 15:00 WITA

Basarnas Hentikan Operasi Pencarian Nelayan Hilang di Muara Berau Setelah Lima Hari

21 Juli 2026 - 17:00 WITA

Pencarian Nelayan Hilang di Muara Berau Masuk Hari Ketiga, Korban Masih Belum Ditemukan

19 Juli 2026 - 18:30 WITA

Trending di BERITA DAERAH