Menu ✖

Mode Gelap
Sekitar 75 Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala Delegasi REAAA Apresiasi Pembangunan Nusantara, Kagumi Konsep Kota Berbasis Lingkungan PHI Borong Penghargaan CSR & PDB Award 2026, Local Hero Kukar Raih Predikat Excellent Lahan 2 Hektare Terbakar di Pulau Atas, Polisi Amankan Pria 52 Tahun Penataan Tahura Bukit Soeharto, Pemerintah Sepakati Delapan Langkah

BERITA DAERAH · 15 Jun 2026 12:00 WITA ·

DPRD Samarinda Soroti Lonjakan Penduduk, Minta SDM Lokal Siap Rebut Peluang Kerja


 Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Yakob Pangedongan, menilai pertumbuhan Kota Samarinda harus diiringi peningkatan kualitas SDM dan perluasan lapangan kerja agar masyarakat lokal mampu bersaing dan menjadi bagian utama pembangunan daerah. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Yakob Pangedongan, menilai pertumbuhan Kota Samarinda harus diiringi peningkatan kualitas SDM dan perluasan lapangan kerja agar masyarakat lokal mampu bersaing dan menjadi bagian utama pembangunan daerah. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Meningkatnya jumlah penduduk di Kota Samarinda dinilai harus diimbangi dengan perluasan lapangan kerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal. Tanpa perencanaan yang matang, pertumbuhan penduduk berpotensi menjadi tantangan baru bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Yakob Pangedongan, mengatakan perkembangan Kota Samarinda yang semakin pesat membawa banyak peluang ekonomi, tetapi juga menghadirkan persaingan tenaga kerja yang semakin ketat. Karena itu, pemerintah daerah perlu menyiapkan strategi yang mampu memastikan masyarakat lokal menjadi bagian utama dari pertumbuhan tersebut.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (15/6/2026), Yakob menilai pertumbuhan penduduk sejatinya dapat menjadi modal besar bagi pembangunan apabila diiringi dengan tersedianya lapangan pekerjaan yang memadai.

“Pertumbuhan penduduk bisa menjadi kekuatan pembangunan jika kesempatan kerja juga terus bertambah,” ujarnya.

Menurutnya, apabila peningkatan jumlah penduduk tidak diimbangi dengan penciptaan lapangan kerja, maka berbagai persoalan sosial seperti pengangguran dan kesenjangan ekonomi dapat muncul di kemudian hari. Oleh sebab itu, kebijakan ketenagakerjaan harus dirancang secara terukur dan berorientasi pada kebutuhan jangka panjang.

Yakob menegaskan pemerintah daerah perlu memiliki perencanaan yang komprehensif dalam menghadapi perubahan demografi. Kebijakan yang disusun tidak hanya harus mampu menjawab kebutuhan dunia usaha, tetapi juga memberikan perlindungan dan kesempatan yang adil bagi masyarakat lokal.

Ia juga menyoroti semakin banyaknya tenaga kerja dari luar daerah yang datang ke Samarinda seiring berkembangnya investasi dan pembangunan. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan hal yang wajar karena perusahaan akan mencari tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan dan standar kompetensi yang mereka tetapkan.

Meski demikian, Yakob berharap perusahaan tetap memberikan ruang yang luas bagi tenaga kerja lokal. Hal itu hanya dapat terwujud apabila kualitas SDM daerah terus ditingkatkan melalui pendidikan, pelatihan, dan pengembangan keterampilan.

“Kalau tenaga kerja lokal memiliki kemampuan yang sesuai, tentu perusahaan akan lebih mudah menyerap mereka,” katanya.

Selain meningkatkan kompetensi tenaga kerja, Yakob juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya bergantung pada peluang kerja yang tersedia di perusahaan. Ia menilai semangat berwirausaha harus terus didorong agar masyarakat mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi dirinya maupun orang lain.

Menurutnya, usaha kecil dan menengah yang tumbuh di tengah masyarakat memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi daerah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sektor formal.

Ia juga mengingatkan bahwa proyek-proyek pembangunan berskala besar tidak selalu memberikan dampak jangka panjang terhadap penyerapan tenaga kerja. Ketika proyek selesai, banyak pekerja yang harus kembali mencari pekerjaan baru jika tidak memiliki keterampilan yang memadai.

Karena itu, pemerintah dinilai perlu menyiapkan strategi keberlanjutan melalui peningkatan kapasitas SDM dan pemberdayaan ekonomi masyarakat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat lokal dipersiapkan dengan baik. Jangan sampai pembangunan berjalan pesat, tetapi tenaga kerja kita tidak mampu mengambil peluang yang ada,” tegasnya.

Yakob berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan terus diperkuat untuk mencetak tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing. Dengan demikian, masyarakat Samarinda tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu menjadi pelaku utama dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

 

ADV DPRD Kota Samarinda
Pewarta : Fathur Rabbany 
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 59 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Sekitar 75 Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala

5 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Kebakaran Eks HGU PTPN 13 Marangkayu, Api Diperkirakan Melahap 150 Hektare

1 Oktober 2026 - 14:00 WITA

PKS Dinsos dan Pengadilan Agama Perkuat Pendampingan Perwalian Anak

1 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Satpol PP Kukar Tertibkan 23 Pelajar Yang Nongkrong Saat Jam Sekolah

28 September 2026 - 16:00 WITA

Viral Direkam Dari Kabin Excavator, Orangutan Kurus Jalani Rehabilitasi Di Berau

28 September 2026 - 15:00 WITA

Beseprah Erau 2026, Tradisi Jamuan Rakyat yang Satukan Masyarakat Kutai

24 September 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH