Menu ✖

Mode Gelap
Penataan Tahura Bukit Soeharto, Pemerintah Sepakati Delapan Langkah Kebakaran Eks HGU PTPN 13 Marangkayu, Api Diperkirakan Melahap 150 Hektare PKS Dinsos dan Pengadilan Agama Perkuat Pendampingan Perwalian Anak Hakim Agung Tinjau IKN, Sebut Pembangunan Kawasan Yudikatif Terus Berjalan Basuki Sambut Mahasiswa Angkatan Pertama Universitas Gunadarma IKN

BERITA DAERAH · 4 Agu 2026 14:00 WITA ·

DPRD Samarinda Dorong Peremajaan Armada Pengangkut Sampah, Pelayanan Kebersihan Diminta Lebih Optimal


 Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Andriansyah, menegaskan armada pengangkut sampah yang andal menjadi kunci kelancaran pengelolaan sampah. Menurutnya, kendaraan yang sering mengalami kerusakan dapat menghambat pelayanan kebersihan dan berdampak pada kondisi lingkungan. foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Andriansyah, menegaskan armada pengangkut sampah yang andal menjadi kunci kelancaran pengelolaan sampah. Menurutnya, kendaraan yang sering mengalami kerusakan dapat menghambat pelayanan kebersihan dan berdampak pada kondisi lingkungan. foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) segera menyusun langkah konkret untuk melakukan peremajaan armada pengangkut sampah yang telah berusia tua. Langkah tersebut dinilai penting agar pelayanan kebersihan kepada masyarakat tetap berjalan optimal dan mampu mendukung upaya mewujudkan Kota Samarinda yang bersih, sehat, dan nyaman.

Permintaan itu disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Andriansyah, saat ditemui pada Selasa (4/8/2026). Menurutnya, kondisi sejumlah kendaraan operasional DLH yang sudah tidak lagi prima berpotensi menghambat proses pengangkutan sampah dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Ia menjelaskan, armada pengangkut sampah merupakan salah satu faktor utama dalam menjaga kelancaran sistem pengelolaan sampah di Kota Samarinda. Apabila kendaraan sering mengalami kerusakan, proses pengangkutan akan terganggu dan berdampak langsung pada kebersihan lingkungan.

“Armada yang kondisinya sudah tidak layak harus mulai diprioritaskan untuk diganti,” kata Andriansyah.

Menurutnya, kerusakan pada bak truk maupun komponen kendaraan lainnya dapat menyebabkan sampah tercecer di sepanjang jalur pengangkutan. Kondisi tersebut bukan hanya mengurangi estetika kota, tetapi juga berpotensi menimbulkan bau tidak sedap, mengganggu kenyamanan masyarakat, bahkan memicu persoalan kesehatan lingkungan apabila tidak segera ditangani.

Karena itu, Andriansyah mendorong agar program peremajaan armada menjadi salah satu prioritas dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dengan armada yang lebih layak, petugas kebersihan dapat bekerja lebih efektif, sementara pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga.

Selain meningkatkan kualitas pelayanan, armada baru juga dinilai lebih efisien dari sisi biaya operasional. Ia menilai mempertahankan kendaraan yang terlalu sering mengalami kerusakan justru akan membebani anggaran melalui biaya perawatan yang terus meningkat.

“Peremajaan armada secara bertahap akan lebih efisien dibandingkan terus memperbaiki kendaraan yang sudah melewati usia ideal,” ujarnya.

Meski demikian, Andriansyah memahami kondisi fiskal daerah saat ini masih menghadapi berbagai keterbatasan. Namun, menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan pelayanan dasar kepada masyarakat. Ia berharap Pemkot Samarinda dapat menyusun skala prioritas sehingga kebutuhan armada kebersihan tetap mendapat alokasi dalam pembahasan APBD setiap tahunnya.

“Kita tidak harus mengganti semuanya sekaligus, tetapi harus ada komitmen dan perencanaan yang berkelanjutan,” tuturnya.

Di sisi lain, Andriansyah menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah. Ia mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dengan membiasakan membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah yang didukung fasilitas memadai dan masyarakat yang memiliki kesadaran menjaga lingkungan menjadi kunci utama dalam mengatasi persoalan sampah di Kota Samarinda.

“Kalau pemerintah dan masyarakat berjalan bersama, saya yakin persoalan sampah di Samarinda bisa ditangani lebih baik,” pungkasnya.

 

ADV DPRD Kota Samarinda
Pewarta : Fathur Rabbany
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kebakaran Eks HGU PTPN 13 Marangkayu, Api Diperkirakan Melahap 150 Hektare

1 Oktober 2026 - 14:00 WITA

PKS Dinsos dan Pengadilan Agama Perkuat Pendampingan Perwalian Anak

1 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Satpol PP Kukar Tertibkan 23 Pelajar Yang Nongkrong Saat Jam Sekolah

28 September 2026 - 16:00 WITA

Viral Direkam Dari Kabin Excavator, Orangutan Kurus Jalani Rehabilitasi Di Berau

28 September 2026 - 15:00 WITA

Beseprah Erau 2026, Tradisi Jamuan Rakyat yang Satukan Masyarakat Kutai

24 September 2026 - 13:00 WITA

Kejari-PWI Kukar Siapkan FORWAKA, Perkuat Komunikasi dan Kompetensi Wartawan

22 September 2026 - 14:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH