KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Suasana menjelang pelaksanaan Erau Adat Kuta Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura mulai terasa di Kota Raja Tenggarong. Berbagai persiapan dilakukan menjelang pesta adat dan budaya yang akan berlangsung selama sembilan hari, mulai 20 hingga 28 September 2026.
Salah satu tahapan persiapan ditandai dengan digelarnya ritual Beluluh Awal Sultan oleh Kerabat Kesultanan di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Kamis (17/9/2026).
Beluluh Sultan merupakan salah satu ritual penting dalam rangkaian adat Erau. Prosesi ini menjadi bagian dari tradisi Kesultanan sekaligus penanda dimulainya rangkaian pesta adat dan budaya masyarakat Kutai Kartanegara.
Pelaksanaan Beluluh juga menjadi momentum untuk menyambut berbagai rangkaian kegiatan Erau yang akan digelar di Tenggarong. Selama pelaksanaannya, masyarakat akan disuguhkan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan adat, seni, dan budaya Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
Ketua DPRD Kutai Kartanegara Ahmad Yani mengatakan, pelaksanaan Beluluh Sultan yang berjalan baik menjadi momentum awal dalam menyambut seluruh rangkaian Erau.
Ia berharap pesta adat tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, terutama masyarakat Kutai Kartanegara. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan Erau tidak hanya bergantung pada penyelenggara, tetapi juga partisipasi masyarakat dalam menjaga suasana kebersamaan.
Ahmad Yani menyebut Erau bukan sekadar pesta rakyat maupun perayaan budaya tahunan. Di balik rangkaian adatnya, terdapat nilai kebersamaan dan kepedulian yang perlu terus dipelihara oleh masyarakat.
Nilai tersebut salah satunya tercermin dalam tema Erau 2026, yakni “Raja Menjamu Rakyatnya”. Tema ini membawa pesan tentang semangat berbagi yang melibatkan seluruh unsur masyarakat.
Semangat berbagi tersebut tidak hanya dimaknai sebagai pemberian dari raja kepada rakyat, tetapi juga sebagai ajakan bagi para pemimpin, masyarakat yang memiliki kemampuan, dan seluruh warga untuk saling membantu serta berbagi dengan sesama.
“Mari jadikan Erau sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan semangat berbagi,” ujar Ahmad Yani.
Menurutnya, semangat tersebut penting untuk terus dihidupkan karena Erau merupakan bagian dari warisan adat dan budaya yang telah berlangsung secara turun-temurun di Kutai Kartanegara.
Karena itu, Ahmad Yani mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga keberlangsungan Erau, tidak hanya selama pelaksanaan kegiatan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Dukungan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam mempertahankan nilai-nilai adat dan budaya yang terkandung dalam setiap rangkaian Erau. Dengan keterlibatan bersama, tradisi tersebut diharapkan tetap hidup dan dapat dipahami oleh generasi muda.
Selain menjadi agenda budaya, pelaksanaan Erau juga menjadi ruang pertemuan masyarakat untuk memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan. Tradisi yang diwariskan Kesultanan diharapkan dapat terus berkembang tanpa kehilangan nilai dan makna yang menjadi dasar pelaksanaannya.
Dengan digelarnya Beluluh Awal Sultan, rangkaian menuju Erau Adat Kuta Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura 2026 resmi memasuki tahapan penting. Selanjutnya, berbagai prosesi adat dan kegiatan budaya akan berlangsung hingga puncak pelaksanaan Erau pada 28 September mendatang.
Pewarta : Fairuzzabady Editor : Fairuzzabady @2026












