Menu ✖

Mode Gelap
Kemiskinan Pedesaan NTT Capai 21,64 Persen, Forum Pemuda Desak Penguatan Ekonomi Desa AMSI Kaltim dan DPRD Balikpapan Siapkan Forum Refleksi Dua Tahun Kinerja Legislatif DPRD Samarinda Dorong Pendataan Disabilitas Lebih Akurat Agar Bantuan Tepat Sasaran Harminsyah Dorong Penguatan Peran Masyarakat dalam Pencegahan Penyakit di Samarinda Sekitar 75 Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala

BERITA DAERAH · 17 Sep 2026 13:00 WITA ·

Ritual Beluluh Awal Sultan Warnai Persiapan Erau Adat Kutai 2026


 Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menyampaikan penghormatan kepada Sultan, Kerabat Kesultanan, pemangku adat, serta seluruh masyarakat yang menjaga kelestarian Erau sebagai warisan budaya Kutai dari generasi ke generasi. Foto: Fairuzzabady. Perbesar

Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menyampaikan penghormatan kepada Sultan, Kerabat Kesultanan, pemangku adat, serta seluruh masyarakat yang menjaga kelestarian Erau sebagai warisan budaya Kutai dari generasi ke generasi. Foto: Fairuzzabady.

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Menjelang pelaksanaan Erau Adat Kuta Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, suasana persiapan mulai terasa di Kota Raja Tenggarong. Salah satu tahapan penting ditandai dengan pelaksanaan ritual sakral Beluluh Awal Sultan di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Kamis (17/9/2026).

Ritual tersebut digelar menjelang pelaksanaan Erau yang dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 28 September 2026. Beluluh Awal Sultan menjadi bagian dari rangkaian adat yang memiliki makna penting sebelum Sultan menjalani berbagai prosesi selama pelaksanaan Erau.

Dalam tradisi Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Beluluh dimaknai sebagai prosesi untuk membersihkan diri Sultan dari energi negatif sekaligus menghadirkan energi positif. Ritual ini menjadi bagian dari persiapan spiritual sebelum memasuki rangkaian upacara adat Erau.

Pelaksanaan ritual juga melibatkan sejumlah perlengkapan khusus yang telah dipersiapkan oleh Kerabat Kesultanan. Di antaranya balai bambu kuning yang memiliki 41 tiang dan dilapisi kain kuning, serta sesajen yang menjadi bagian dari kelengkapan prosesi adat.

Tidak berhenti pada Beluluh Awal Sultan, prosesi Beluluh akan terus dilaksanakan selama Erau berlangsung. Setiap hari, Beluluh Sultan dijadwalkan berlangsung di Kedaton setelah salat Asar atau menjelang matahari terbenam.

Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri turut menyampaikan penghormatan kepada Sultan, Kerabat Kesultanan, para pemangku adat, pelaku seni dan budaya, serta masyarakat yang selama ini ikut menjaga keberlangsungan tradisi Erau.

Menurut Aulia, Erau bukan hanya sebuah rangkaian kegiatan adat yang digelar setiap tahun. Tradisi tersebut memiliki kedudukan penting dalam ingatan kolektif masyarakat Kutai karena menyimpan berbagai nilai yang diwariskan lintas generasi.

Nilai tersebut tercermin dalam tata upacara, penggunaan bahasa dan simbol, seni budaya, tata krama, hingga hubungan dan perjumpaan antara Sultan dengan masyarakat.

“Erau merupakan warisan nilai yang harus terus dijaga dan diwariskan,” kata Aulia.

Aulia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berkomitmen memberikan dukungan terhadap pelestarian adat dan budaya Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Komitmen itu dilakukan melalui sejumlah langkah berkelanjutan, mulai dari penguatan pendidikan budaya lokal, dokumentasi dan pengarsipan, pembinaan seniman serta pelaku adat, perlindungan objek pemajuan kebudayaan, hingga pengembangan ruang ekspresi masyarakat.

Selain menjaga tradisi, upaya tersebut juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif yang tumbuh dari kekayaan budaya daerah. Dengan begitu, pelaksanaan Erau diharapkan memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat untuk mengenal sekaligus memahami warisan budaya Kutai.

Pemerintah daerah berharap Erau tidak berhenti sebagai agenda seremonial maupun tontonan budaya. Erau diharapkan menjadi ruang pembelajaran dan pewarisan nilai, sekaligus mempertemukan generasi tua dan generasi muda agar tradisi tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Pelaksanaan Erau Adat Kuta Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura 2026 akan berlangsung selama sembilan hari, mulai 20 hingga 28 September 2026, dengan berbagai rangkaian upacara adat, seni, budaya, dan tradisi Kesultanan.

 

Pewarta : Fairuzzabady
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kemiskinan Pedesaan NTT Capai 21,64 Persen, Forum Pemuda Desak Penguatan Ekonomi Desa

7 Oktober 2026 - 17:00 WITA

AMSI Kaltim dan DPRD Balikpapan Siapkan Forum Refleksi Dua Tahun Kinerja Legislatif

7 Oktober 2026 - 12:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong Pendataan Disabilitas Lebih Akurat Agar Bantuan Tepat Sasaran

6 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Harminsyah Dorong Penguatan Peran Masyarakat dalam Pencegahan Penyakit di Samarinda

6 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Sekitar 75 Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala

5 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Program KB Gratis Sepi Peminat di Samarinda, DPRD Soroti Lemahnya Sosialisasi

5 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH