Menu ✖

Mode Gelap
Kemiskinan Pedesaan NTT Capai 21,64 Persen, Forum Pemuda Desak Penguatan Ekonomi Desa AMSI Kaltim dan DPRD Balikpapan Siapkan Forum Refleksi Dua Tahun Kinerja Legislatif DPRD Samarinda Dorong Pendataan Disabilitas Lebih Akurat Agar Bantuan Tepat Sasaran Harminsyah Dorong Penguatan Peran Masyarakat dalam Pencegahan Penyakit di Samarinda Sekitar 75 Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala

BERITA DAERAH · 5 Okt 2026 13:00 WITA ·

HUT Ke-81 TNI, Helmi Abdullah Dorong Penguatan Sinergi Hadapi Ancaman Keamanan


 Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, menilai tantangan keamanan daerah semakin kompleks, tidak hanya terkait pertahanan, tetapi juga persoalan sosial, potensi konflik, dan bencana alam. Hal itu disampaikannya usai menghadiri Upacara HUT ke-81 TNI di Makorem 091/ASN, Samarinda, Senin (5/10/2026). Perbesar

Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, menilai tantangan keamanan daerah semakin kompleks, tidak hanya terkait pertahanan, tetapi juga persoalan sosial, potensi konflik, dan bencana alam. Hal itu disampaikannya usai menghadiri Upacara HUT ke-81 TNI di Makorem 091/ASN, Samarinda, Senin (5/10/2026).

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, menilai tantangan menjaga keamanan dan ketertiban di daerah saat ini semakin kompleks. Ancaman yang dihadapi masyarakat tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan dan militer, tetapi juga mencakup persoalan sosial, potensi gesekan antarwilayah, hingga bencana alam yang dapat mengganggu stabilitas kehidupan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Helmi Abdullah usai menghadiri Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Markas Komando Resor Militer (Makorem) 091/Aji Surya Natakesuma (ASN), Samarinda, Senin (5/10/2026).

Menurut Helmi, momentum HUT ke-81 TNI menjadi kesempatan untuk kembali memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Kepolisian Republik Indonesia (Polri), DPRD, serta berbagai lembaga terkait dalam menjaga keamanan wilayah.

Ia mengatakan, peran TNI di daerah tidak hanya dibutuhkan dalam menjaga pertahanan dan kedaulatan negara. Kehadiran prajurit juga sangat penting ketika pemerintah menghadapi kondisi darurat yang membutuhkan pengerahan personel secara cepat, terorganisir, dan tanggap.

“Kolaborasi yang selama ini terjalin dengan baik harus terus diperkuat,” kata Helmi.

Helmi menilai koordinasi lintas lembaga perlu dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya berlangsung dalam momentum seremonial. Komunikasi yang intensif diperlukan untuk mendeteksi sekaligus mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan sejak dini.

Menurutnya, TNI, Polri, pemerintah daerah, DPRD, dan unsur masyarakat perlu memiliki pola koordinasi yang jelas dalam menghadapi berbagai persoalan di lapangan. Pendekatan kolaboratif juga dinilai penting ketika daerah menghadapi bencana alam maupun persoalan kemanusiaan yang membutuhkan penanganan secara bersama-sama.

Ia menyebut keberadaan TNI selama ini telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Samarinda. Prajurit TNI tidak hanya menjalankan tugas pertahanan, tetapi juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, membantu penanganan bencana, serta mendukung sejumlah program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Helmi menilai peran tersebut semakin penting karena dalam situasi bencana, kecepatan respons menjadi salah satu faktor utama dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat. Karena itu, kesiapan personel dan koordinasi antarlembaga harus terus ditingkatkan.

Selain aspek keamanan, Helmi menegaskan bahwa kondisi wilayah yang aman dan kondusif memiliki hubungan erat dengan keberlangsungan pembangunan daerah. Stabilitas keamanan memberikan ruang bagi pemerintah untuk menjalankan program pembangunan dan pelayanan publik secara lebih optimal.

Di sisi lain, masyarakat juga dapat beraktivitas, bekerja, menjalankan usaha, dan menggerakkan perekonomian dengan rasa aman. Karena itu, menurut Helmi, menjaga keamanan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Memasuki usia ke-81, Helmi berharap TNI semakin mampu beradaptasi dengan perubahan karakter ancaman yang semakin dinamis. Profesionalisme, kesiapan personel, serta kemampuan merespons situasi darurat dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat peran TNI di tengah masyarakat.

“Semoga TNI semakin profesional, modern, tangguh, dan tetap menjadi garda terdepan menjaga kedaulatan serta keutuhan NKRI,” ujarnya.

Helmi juga berharap hubungan antara TNI, Polri, pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat di Samarinda semakin solid. Dengan sinergi yang kuat, berbagai potensi gangguan keamanan maupun bencana dapat diantisipasi dan ditangani secara lebih cepat.

Ia menegaskan, bagi Kota Samarinda, keamanan bukanlah sektor yang berdiri sendiri. Kondisi yang aman dan kondusif merupakan salah satu fondasi penting agar pembangunan, pelayanan publik, serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan.

 

ADV DPRD Kota Samarinda
Pewarta : Fathur Rabbany
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kemiskinan Pedesaan NTT Capai 21,64 Persen, Forum Pemuda Desak Penguatan Ekonomi Desa

7 Oktober 2026 - 17:00 WITA

AMSI Kaltim dan DPRD Balikpapan Siapkan Forum Refleksi Dua Tahun Kinerja Legislatif

7 Oktober 2026 - 12:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong Pendataan Disabilitas Lebih Akurat Agar Bantuan Tepat Sasaran

6 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Harminsyah Dorong Penguatan Peran Masyarakat dalam Pencegahan Penyakit di Samarinda

6 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Sekitar 75 Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala

5 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Program KB Gratis Sepi Peminat di Samarinda, DPRD Soroti Lemahnya Sosialisasi

5 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH