Menu ✖

Mode Gelap
Helmi Abdullah Dorong IWAPI Perkuat Daya Saing UMKM Perempuan di Samarinda DPRD Samarinda Pertanyakan Dasar Hukum Pembongkaran Lapak UMKM di Teras Samarinda Helmi Abdullah Dukung Sanggar Pilar, Bawa Budaya Dayak Samarinda ke Panggung Nasional DPRD Samarinda Soroti Koperasi Merah Putih, 59 Kelurahan Dinilai Belum Optimal Perkuat Sinergi dengan Pemda, PHSS Gelar Pertandingan Persahabatan di Samarinda

BERITA DAERAH · 27 Okt 2026 16:00 WITA ·

Helmi Abdullah Dorong IWAPI Perkuat Daya Saing UMKM Perempuan di Samarinda


 Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, mengapresiasi upaya IWAPI mengaktifkan kembali kepengurusan organisasi serta mendorong penguatan kapasitas UMKM perempuan agar lebih kompetitif melalui peningkatan kualitas SDM, pengelolaan keuangan, dan pemasaran digital. Perbesar

Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, mengapresiasi upaya IWAPI mengaktifkan kembali kepengurusan organisasi serta mendorong penguatan kapasitas UMKM perempuan agar lebih kompetitif melalui peningkatan kualitas SDM, pengelolaan keuangan, dan pemasaran digital.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Samarinda memperkuat sinergi dengan DPRD Kota Samarinda untuk mendorong pemberdayaan perempuan dan meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu program unggulan yang disiapkan kepengurusan baru IWAPI adalah pendirian Sekolah Perempuan sebagai wadah peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi.

Rencana tersebut dibahas dalam audiensi IWAPI Samarinda bersama pimpinan DPRD Kota Samarinda di Kompleks Gedung DPRD, Jalan Basuki Rahmat, Selasa (27/10/2026). Pertemuan ini menjadi langkah awal membangun kolaborasi antara organisasi pengusaha perempuan dan lembaga legislatif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Rombongan IWAPI dipimpin Ketua terpilih Eny Sulastri dan diterima Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah. Pertemuan itu turut dihadiri Wakil Ketua III DPRD Samarinda Celni Pita Sari serta Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti.

Dalam audiensi tersebut, Helmi mengapresiasi upaya IWAPI mengaktifkan kembali kepengurusan organisasi di Samarinda. Menurutnya, keberadaan organisasi pengusaha perempuan memiliki peran penting dalam memperkuat kapasitas pelaku UMKM, khususnya dalam menghadapi persaingan usaha dan perkembangan pasar yang semakin dinamis.

Ia menilai, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu dibenahi agar UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan. Persoalan tersebut meliputi kualitas sumber daya manusia, pengelolaan keuangan usaha, serta kemampuan pemasaran melalui platform digital dan jaringan pasar modern.

“Banyak produk kreatif Samarinda yang bagus. Tantangannya adalah bagaimana pelaku usaha mengelolanya secara profesional agar bisa bertahan dan berkembang,” ujar Helmi.

Menurutnya, pengembangan UMKM tidak cukup hanya mendorong masyarakat untuk memulai usaha. Diperlukan pendampingan dan strategi yang terarah agar usaha mikro dapat tumbuh menjadi usaha kecil dan menengah, memperluas jangkauan pasar, serta membuka lapangan kerja baru.

Helmi menegaskan, DPRD Samarinda mendorong agar pelaku UMKM memiliki daya saing yang kuat sehingga dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah. Untuk itu, kolaborasi dengan organisasi seperti IWAPI dinilai penting dalam menjangkau pelaku usaha, mengidentifikasi kendala, dan merumuskan program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Kami ingin UMKM Samarinda tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang, merekrut tenaga kerja, dan berkontribusi bagi ekonomi kota,” tegasnya.

DPRD Dorong Dukungan Kebijakan dan Kemitraan

Selain peningkatan kapasitas pelaku usaha, Helmi menyampaikan komitmen DPRD untuk mendukung pemberdayaan perempuan melalui kebijakan dan penguatan kemitraan. Dukungan tersebut diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha perempuan untuk memperoleh pelatihan, akses permodalan, serta jaringan pemasaran.

Ia menyebut, peluang penguatan regulasi dan kebijakan daerah yang mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan perlu dikaji agar organisasi seperti IWAPI dapat bersinergi lebih efektif dengan program pemerintah kota.

“Kami akan mendorong dukungan melalui kebijakan dan perluasan jaringan kemitraan agar manfaat IWAPI bisa dirasakan langsung oleh pelaku usaha,” jelas Helmi.

Sementara itu, Ketua IWAPI Samarinda, Eny Sulastri, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah program untuk dijalankan setelah kepengurusan baru dikukuhkan. Salah satu program prioritas adalah pendirian Sekolah Perempuan yang dirancang sebagai pusat pembelajaran, pelatihan, dan pemberdayaan ekonomi.

Program tersebut akan menyasar perempuan yang telah menjalankan usaha maupun ibu rumah tangga yang ingin merintis usaha untuk membantu meningkatkan pendapatan keluarga. Materi pembelajaran direncanakan mencakup literasi keuangan, pemasaran digital, serta manajemen usaha agar peserta memiliki keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung.

Menurut Eny, program tersebut juga diharapkan menjadi ruang bagi perempuan untuk mengembangkan potensi, membangun kepercayaan diri, dan memperluas jejaring usaha. Dengan pembinaan yang tepat, perempuan di Samarinda diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk mandiri secara ekonomi.

IWAPI Siapkan Pendataan Potensi Pengusaha Perempuan

Eny mengatakan, langkah awal setelah pengukuhan kepengurusan adalah melakukan pendataan komprehensif terhadap potensi pengusaha perempuan di Samarinda. Pendataan tersebut akan mencakup perempuan yang baru memiliki gagasan usaha, pelaku usaha rintisan, hingga pengusaha yang telah berkembang dan mempekerjakan karyawan.

Data tersebut nantinya menjadi dasar untuk menyusun program kerja sekaligus menyelaraskan kebutuhan pelaku usaha dengan program pemerintah kota dan DPRD.

“Setelah dikukuhkan, kami akan mulai melakukan pendataan untuk mengetahui potensi, kendala, dan kebutuhan pengusaha perempuan. Hasilnya akan menjadi dasar penyusunan program bersama pemerintah,” ungkap Eny.

Ia menambahkan, IWAPI memiliki pengalaman panjang sebagai organisasi pengusaha perempuan dengan jaringan hingga tingkat nasional dan internasional. Jaringan tersebut dinilai dapat menjadi peluang untuk memperluas pemasaran produk UMKM Samarinda serta membuka akses kemitraan dengan pelaku usaha dari daerah lain.

Untuk kepengurusan di Samarinda, Eny menyebut telah terbentuk struktur yang terdiri atas 33 orang dari beragam latar belakang usaha, mulai dari kuliner, fesyen, kerajinan, jasa, hingga pendidikan. Kepengurusan tersebut dijadwalkan dikukuhkan pada 14 November 2026 di Ruang Arutala, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Baperida) Kota Samarinda.

IWAPI Samarinda berharap pimpinan dan anggota DPRD dapat menghadiri pengukuhan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan peran perempuan dalam pembangunan ekonomi daerah.

“Kami berharap pimpinan dan anggota DPRD bisa hadir saat pengukuhan. Ini menjadi awal bagi kami untuk bersama-sama memajukan ekonomi perempuan di Samarinda,” kata Eny.

Audiensi tersebut ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan profil organisasi IWAPI Samarinda kepada DPRD Kota Samarinda. Pertemuan ini diharapkan menjadi awal kolaborasi berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas pengusaha perempuan, memperkuat UMKM, serta memperluas kontribusi perempuan terhadap perekonomian Kota Samarinda.

 

ADV DPRD Kota Samarinda
Pewarta : Fathur Rabbany
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Pertanyakan Dasar Hukum Pembongkaran Lapak UMKM di Teras Samarinda

27 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Helmi Abdullah Dukung Sanggar Pilar, Bawa Budaya Dayak Samarinda ke Panggung Nasional

26 Oktober 2026 - 17:00 WITA

DPRD Samarinda Soroti Koperasi Merah Putih, 59 Kelurahan Dinilai Belum Optimal

26 Oktober 2026 - 16:00 WITA

Perkuat Sinergi dengan Pemda, PHSS Gelar Pertandingan Persahabatan di Samarinda

26 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Refleksi Dua Tahun DPRD Balikpapan, AMSI Soroti Fungsi Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan

24 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Iswandi Soroti Rencana Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Khawatir Ganggu Likuiditas Bank Daerah

23 Oktober 2026 - 17:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH