Menu ✖

Mode Gelap
Helmi Abdullah Dorong IWAPI Perkuat Daya Saing UMKM Perempuan di Samarinda DPRD Samarinda Pertanyakan Dasar Hukum Pembongkaran Lapak UMKM di Teras Samarinda Helmi Abdullah Dukung Sanggar Pilar, Bawa Budaya Dayak Samarinda ke Panggung Nasional DPRD Samarinda Soroti Koperasi Merah Putih, 59 Kelurahan Dinilai Belum Optimal Perkuat Sinergi dengan Pemda, PHSS Gelar Pertandingan Persahabatan di Samarinda

BERITA DAERAH · 26 Okt 2023 09:45 WITA ·

Kehadiran IKN Diproyeksikan Tingkatkan Peluang Pelaku Ekraf Di Kaltim


 Kehadiran IKN Diproyeksikan Tingkatkan Peluang Pelaku Ekraf Di Kaltim Perbesar

KUTAIPANRITA.ID – Tidak dapat dipungkiri kehadiran Ibukota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim) berpotensi mendongkrak berbagai sektor ekonomi di kaltim tak terkecuali industri pariwisatanya. Sektor Ekraf menjadi salah satu sektor yang paling berpeluang mengalami perkembangan signifikan dengan hadirnya IKN. Gelombang masyarakat yang akan datang ke Kaltim menjadi momentum penting dalam mengenalkan wastra dan kriya asli khas Kaltim sebagai indentitas daerah.

Kepala Bidang Pengembangan Ekraf, Awang Kholik menilai kian tahun kondisi ekonomi kreatif di Kaltim akan terus mengalami peningkatan, hal ini menurutnya juga harus dibarengi dengan perkembangan inovasi dari para pelaku ekraf yang mengikuti zaman. Akulturasi maupun adopsi dari konsep budaya lain memang merupakan hal yang lumrah terjadi dalam proses kreativitas seiring dengan berkembangnya zaman. Kendati demikian, meski mengikuti zaman namun para pelaku wastra kriya tentu tidak boleh meninggalkan nilai – nilai budaya lokal yang telah diwariskan.

“Kalo dilihat dari sisi ekonomi di kaltim saya yakin semakin tahun semakin banyak peminatnya, kalau untuk potensi kedepannya ya tentu pasti ada, namun kembali lagi kepada para pengeajin kriya dia harus mengikuti kekinian, dia harus membawa budaya lokal juga,” ujar awang.

Selain itu, dalam hal inovasi dirinya juga menjelaskan pentingnya produk berkelanjutan yang ramah lingkungan. Yakni sisa produksi maupun bahan baku dari produk yang dibuat penting agar tidak mencemari lingkungan.

Pasalnya hal ini juga cukup menjadi perhatian terlebih menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia, pada tahun 2021 indonesia telah menghasilkan 2,3 juta ton limbah dari industri fashion. Angka tersebut setara dengan 12% dari total sampah yang dihasilkan di Indonesia.

Tentunya perihal ini juga perlu adanya pendekatan melalui sosialisasi dan implementasi dalam berbagai media yang mewadahi para pelaku wastra dan kriya.

“Misal gini dekranasda Kaltim mau mengadakan dekranasda award, dan salah satu syaratmya adalah menggunakan bahan yang tidak mencemari lingkungan, limbahnya itu menajdi perhatian juga dalam karya yang dibuat. Contoh ulap doyo dicampur kayu dengan resin, limbahnya juga perlu jadi perhatian,” tutup awang.(adv/disparkaltim/al/fz)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Helmi Abdullah Dorong IWAPI Perkuat Daya Saing UMKM Perempuan di Samarinda

27 Oktober 2026 - 16:00 WITA

DPRD Samarinda Pertanyakan Dasar Hukum Pembongkaran Lapak UMKM di Teras Samarinda

27 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Helmi Abdullah Dukung Sanggar Pilar, Bawa Budaya Dayak Samarinda ke Panggung Nasional

26 Oktober 2026 - 17:00 WITA

DPRD Samarinda Soroti Koperasi Merah Putih, 59 Kelurahan Dinilai Belum Optimal

26 Oktober 2026 - 16:00 WITA

Perkuat Sinergi dengan Pemda, PHSS Gelar Pertandingan Persahabatan di Samarinda

26 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Refleksi Dua Tahun DPRD Balikpapan, AMSI Soroti Fungsi Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan

24 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH