Menu ✖

Mode Gelap
Sekitar 75 Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala Delegasi REAAA Apresiasi Pembangunan Nusantara, Kagumi Konsep Kota Berbasis Lingkungan PHI Borong Penghargaan CSR & PDB Award 2026, Local Hero Kukar Raih Predikat Excellent Lahan 2 Hektare Terbakar di Pulau Atas, Polisi Amankan Pria 52 Tahun Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Samarinda, Ikrar Jadi Pengingat Pentingnya Persatuan

BERITA DAERAH · 9 Mar 2026 12:00 WITA ·

Suparno Dukung Pembatasan Medsos Anak, Soroti Bahaya Kecanduan Gadget


 Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Suparno, memberikan keterangan kepada awak media terkait dukungannya terhadap rencana pemerintah pusat untuk membatasi akses media sosial bagi anak usia 8 hingga 16 tahun. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Suparno, memberikan keterangan kepada awak media terkait dukungannya terhadap rencana pemerintah pusat untuk membatasi akses media sosial bagi anak usia 8 hingga 16 tahun. Foto: Yana Ashari.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Suparno, menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah pusat yang akan membatasi akses media sosial bagi anak usia 8 hingga 16 tahun. Menurutnya, kebijakan tersebut penting untuk melindungi anak dari dampak negatif penggunaan gadget yang semakin tidak terkendali.

Pernyataan itu disampaikan Suparno kepada awak media usai menghadiri Musyawarah Cabang VI PAN dan kegiatan buka puasa bersama di Samarinda, Minggu (8/3/2026).

Ia menilai penggunaan ponsel oleh anak-anak saat ini sering kali tidak diawasi dengan baik oleh orang tua. Bahkan, tidak sedikit orang tua memberikan ponsel agar anak tetap tenang saat mereka beraktivitas.

“Kadang anak kecil diberi HP supaya diam sementara orang tuanya beraktivitas. Padahal kita tidak tahu apa yang mereka lihat dan tonton di dalamnya,” ujarnya.

Menurut Suparno, anak-anak kini mudah mengakses berbagai permainan maupun konten digital tanpa kontrol yang memadai. Karena itu, pembatasan akses berdasarkan usia dinilai dapat membantu mengurangi dampak buruk media sosial.

“Kalau ada pembatasan sesuai usia, itu justru lebih baik. Karena kecanduan gadget sekarang ini sudah sangat meresahkan,” katanya.

Ia juga mengajak para orang tua untuk mendukung kebijakan tersebut karena dinilai sebagai upaya pemerintah dalam melindungi generasi muda.

“Saya kira orang tua harus bersyukur, karena pemerintah ikut membantu menjaga anak-anak kita untuk masa depan mereka,” ucapnya.

Selain itu, Suparno juga menyoroti dampak kesehatan akibat penggunaan gadget berlebihan. Menurutnya, kini banyak anak sekolah dasar yang sudah mengalami gangguan penglihatan.

“Sekarang kita lihat anak-anak SD sudah banyak yang memakai kacamata tebal. Ini salah satu dampak penggunaan gadget sejak usia dini,” pungkasnya.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 85 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Sekitar 75 Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala

5 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Samarinda, Ikrar Jadi Pengingat Pentingnya Persatuan

1 Oktober 2026 - 17:00 WITA

Kebakaran Eks HGU PTPN 13 Marangkayu, Api Diperkirakan Melahap 150 Hektare

1 Oktober 2026 - 14:00 WITA

PKS Dinsos dan Pengadilan Agama Perkuat Pendampingan Perwalian Anak

1 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Satpol PP Kukar Tertibkan 23 Pelajar Yang Nongkrong Saat Jam Sekolah

28 September 2026 - 16:00 WITA

Viral Direkam Dari Kabin Excavator, Orangutan Kurus Jalani Rehabilitasi Di Berau

28 September 2026 - 15:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH