KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Masyarakat pesisir Desa Muara Badak Ilir, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara (Kukar), terus menggalakkan pelestarian hutan mangrove sebagai pelindung alami sekaligus penopang ekonomi warga. Kegiatan ini dilakukan melalui penanaman dan pembibitan mangrove secara gotong royong.
Penggerak swadaya masyarakat, Ramlan, mengatakan mangrove memiliki peran penting dalam menjaga kawasan pesisir dan mendukung kehidupan petambak. Akar mangrove menjadi habitat biota laut, sekaligus berfungsi menahan abrasi dan memperkuat tanggul tambak.
“Keberadaan mangrove juga membantu menjaga suhu tambak, sehingga berdampak pada peningkatan hasil panen,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).
Ia menambahkan, tambak yang ditanami mangrove dapat meningkatkan hasil hingga lebih dari 30 persen, meski manfaatnya baru dirasakan dalam beberapa tahun. Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, mulai dari pembibitan hingga proses penanaman.
Upaya pelestarian ini turut melibatkan pelajar sebagai bentuk edukasi sejak dini. Saat ini, penanaman mangrove terus didorong dengan target sekitar 800 pohon per hektare tambak.
“Dengan menjaga mangrove, kita tidak hanya melindungi lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” tutup Ramlan.
Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2026












