Menu

Mode Gelap
Ketua DPD RI Tinjau Progres Pembangunan Kawasan Legislatif IKN IKN Jadi Panggung Inovasi Drone Mahasiswa dalam KRTI 2026 Kejari-PWI Kukar Siapkan FORWAKA, Perkuat Komunikasi dan Kompetensi Wartawan Karang Taruna Kaltim Perkuat Dukungan Relawan Karhutla, Posko dan Logistik Disalurkan Bupati Kukar Pastikan Dukungan untuk Relawan Karhutla di Tenggarong Terus Diperkuat

BERITA DAERAH · 1 Mei 2026 12:00 WITA ·

Nelayan Muara Badak Terseret Arus, Ditemukan Meninggal Dunia


 Tim SAR Gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi seorang nelayan, Muhammad Rizal (33), dalam kondisi meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan terseret arus saat menjaring udang di perairan Muara Badak Ulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Dok: Basarnas Kaltim. Perbesar

Tim SAR Gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi seorang nelayan, Muhammad Rizal (33), dalam kondisi meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan terseret arus saat menjaring udang di perairan Muara Badak Ulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Dok: Basarnas Kaltim.

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Seorang nelayan, Muhammad Rizal (33), dilaporkan terseret arus saat menjaring udang di perairan Muara Badak Ulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Peristiwa terjadi saat korban beraktivitas di laut dan diduga tidak mampu mengendalikan diri akibat kuatnya arus.

Setelah menerima laporan warga, Tim SAR Gabungan langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Operasi dilanjutkan pada hari kedua, Jumat (1/5/2026), diawali briefing pukul 07.00 WITA dengan penyisiran area sekitar 2 nautical mile persegi, mengarah ke hilir mengikuti arus.

Komandan SRU, Nur Ngalim, S.E, mengatakan korban akhirnya ditemukan. “Pada pukul 07.50 WITA, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia,” ujarnya.

Korban ditemukan sekitar 200 meter dari titik awal kejadian ke arah hilir. Selanjutnya, jenazah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka.

Usai evakuasi, tim melaksanakan debriefing dan mengusulkan penutupan operasi SAR. “Kami mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat yang telah bekerja maksimal hingga korban berhasil ditemukan,” tambah Ngalim.

Operasi ini melibatkan Basarnas Balikpapan, TNI AL Marang Kayu, BPBD Kutai Kartanegara, Disdamkar Muara Badak, relawan, serta masyarakat nelayan. Berbagai peralatan turut dikerahkan, termasuk rubber boat, speed boat, dan perlengkapan SAR air.

Selama pencarian, tim menghadapi kendala gelombang cukup besar serta potensi bahaya hewan buas seperti buaya. Namun, operasi tetap berjalan lancar hingga korban berhasil ditemukan.

 

Sumber: Basarnas Kaltim
@2026
Artikel ini telah dibaca 105 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kejari-PWI Kukar Siapkan FORWAKA, Perkuat Komunikasi dan Kompetensi Wartawan

22 September 2026 - 14:00 WITA

Karang Taruna Kaltim Perkuat Dukungan Relawan Karhutla, Posko dan Logistik Disalurkan

21 September 2026 - 14:00 WITA

Bupati Kukar Pastikan Dukungan untuk Relawan Karhutla di Tenggarong Terus Diperkuat

21 September 2026 - 13:00 WITA

Erau 2026 Ditargetkan Capai 40 Ribu Pengunjung, Dispar Kukar Perkuat Promosi Wisata

20 September 2026 - 15:00 WITA

Erau 2026 Masuk KEN, Hetifah Soroti Potensi Budaya dan Ekonomi Kreatif Kukar

20 September 2026 - 14:00 WITA

Rendi Solihin Dorong Festival Daerah dan Peran Perusahaan Perkuat Pariwisata Kukar

20 September 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH