KUTAIPANRITA.ID, NUSANTARA – Perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) mendapat perhatian dari 42 delegasi Road Engineering Association of Asia and Australasia (REAAA) yang melakukan kunjungan teknis ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Senin (5/10/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian The 127th REAAA Governing Council Meeting yang mempertemukan para ahli, praktisi, dan pemangku kepentingan bidang rekayasa jalan dari berbagai negara di kawasan Asia dan Australasia.
Selama berada di Nusantara, para delegasi melihat secara langsung perkembangan pembangunan kawasan, khususnya dari aspek perencanaan kota, konektivitas, infrastruktur jalan serta penerapan konsep pembangunan yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Immediate Past President REAAA, Dr. Sunghwan Kim, menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan Nusantara. Ia menilai pembangunan IKN menjadi salah satu proyek penting yang menunjukkan visi Indonesia dalam membangun pusat pemerintahan dengan standar kota masa depan.
“Saya yakin masyarakat Indonesia bangga dengan Nusantara sebagai kota kelas dunia,” ujar Sunghwan Kim.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyambut kedatangan delegasi di Kantor Balai Kota Otorita IKN. Dalam pertemuan tersebut, Basuki menjelaskan perkembangan pembangunan Nusantara yang saat ini memasuki fase kedua periode 2025–2029.
Menurut Basuki, pembangunan terus diarahkan untuk mempersiapkan Nusantara sebagai pusat pemerintahan dan ibu kota Indonesia pada 2028.
“Selamat datang di Nusantara dan terima kasih telah melihat langsung kemajuan pembangunannya,” ujar Basuki.
Tukar Pengetahuan soal Infrastruktur
Sebanyak 42 delegasi yang mengikuti kunjungan teknis tersebut berasal dari sejumlah negara, antara lain Taiwan, Republik Korea, Jepang, Malaysia, Australia, Filipina, Singapura dan Thailand.
Dalam sesi pemaparan, Otorita IKN menjelaskan sejumlah konsep yang menjadi dasar pengembangan Nusantara, seperti forest city, sponge city dan smart city. Para delegasi juga memperoleh gambaran mengenai strategi pengembangan konektivitas yang menghubungkan Nusantara dengan Balikpapan dan Samarinda.
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang bagi delegasi untuk melihat perkembangan fisik IKN, tetapi juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan di bidang rekayasa jalan dan pembangunan infrastruktur.
Dr. Sunghwan Kim turut menyampaikan pandangan teknis mengenai sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan dalam membangun konektivitas kawasan. Beberapa di antaranya berkaitan dengan kondisi tanah, curah hujan, stabilitas lereng serta kebutuhan dokumentasi teknis untuk mendukung pemeliharaan infrastruktur jalan dalam jangka panjang.
Pertukaran pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam kunjungan REAAA karena pembangunan jaringan jalan dan konektivitas di kawasan baru membutuhkan perencanaan yang matang, termasuk mempertimbangkan karakteristik lingkungan dan kondisi geografis setempat.
Delegasi Kagumi Konsep Pembangunan Nusantara
Rangkaian kunjungan delegasi REAAA kemudian dilanjutkan ke sejumlah lokasi strategis di KIPP Nusantara. Para delegasi mengunjungi Kantor Balai Kota Otorita IKN, Istana Wakil Presiden, Istana Negara dan Taman Kusuma Bangsa.
Perwakilan REAAA dari Australia, Geoffrey Webb, mengaku tertarik melihat perkembangan Nusantara secara langsung. Ia menilai pembangunan IKN menunjukkan adanya upaya untuk memadukan percepatan pembangunan infrastruktur dengan keberadaan lingkungan alam.
“Sangat menarik melihat kemajuan pembangunan dan perhatian terhadap lingkungan,” kata Geoffrey Webb.
Menurutnya, karakter pembangunan Nusantara menjadi salah satu hal yang menarik perhatian delegasi selama kunjungan. Infrastruktur dibangun dengan tetap mempertimbangkan lingkungan alam yang menjadi bagian penting dari identitas kawasan IKN.
Kunjungan 42 delegasi REAAA tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan perkembangan pembangunan Nusantara kepada komunitas profesional internasional. Di sisi lain, pertukaran pandangan yang berlangsung diharapkan dapat memperkaya wawasan dan pengalaman dalam pengembangan infrastruktur jalan, konektivitas serta pembangunan kota berkelanjutan.
Melalui agenda tersebut, Nusantara tidak hanya menjadi lokasi peninjauan pembangunan, tetapi juga ruang bertukar pengetahuan antara Indonesia dan para profesional infrastruktur dari berbagai negara di kawasan Asia dan Australasia.
Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara @2026












