Menu ✖

Mode Gelap
Penataan Tahura Bukit Soeharto, Pemerintah Sepakati Delapan Langkah Kebakaran Eks HGU PTPN 13 Marangkayu, Api Diperkirakan Melahap 150 Hektare PKS Dinsos dan Pengadilan Agama Perkuat Pendampingan Perwalian Anak Hakim Agung Tinjau IKN, Sebut Pembangunan Kawasan Yudikatif Terus Berjalan Basuki Sambut Mahasiswa Angkatan Pertama Universitas Gunadarma IKN

BERITA DAERAH · 27 Jul 2026 13:00 WITA ·

DPRD Samarinda: Keterbatasan Anggaran Hambat Pengembangan Pariwisata dan Wisata Budaya


 Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Rusdi Doviyanto, menilai keterbatasan anggaran masih menjadi kendala utama pengembangan sektor pariwisata. Ia mendorong peningkatan dukungan anggaran agar lahir destinasi dan inovasi baru yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan serta Pendapatan Asli Daerah (PAD). Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Rusdi Doviyanto, menilai keterbatasan anggaran masih menjadi kendala utama pengembangan sektor pariwisata. Ia mendorong peningkatan dukungan anggaran agar lahir destinasi dan inovasi baru yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan serta Pendapatan Asli Daerah (PAD). Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Keterbatasan anggaran dinilai masih menjadi kendala utama dalam pengembangan sektor pariwisata di Kota Samarinda. Akibatnya, berbagai potensi wisata belum tergarap secara optimal untuk meningkatkan kunjungan wisatawan maupun mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Rusdi Doviyanto, mengatakan kemampuan fiskal daerah yang terbatas membuat program pengembangan pariwisata berjalan lambat. Menurutnya, sebagian besar kegiatan masih bersifat rutin sehingga belum mampu melahirkan destinasi maupun inovasi baru.

“Dengan anggaran yang terbatas, sulit menghadirkan destinasi wisata baru yang benar-benar menarik,” kata Rusdi, Senin (27/7/2026).

Ia menilai, jika pemerintah ingin menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan, maka dukungan anggaran harus diperkuat. Sebab, pengembangan destinasi membutuhkan investasi untuk infrastruktur, fasilitas pendukung, hingga promosi.

Rusdi juga menilai perkembangan pariwisata Samarinda masih tertinggal dibandingkan sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur. Karena itu, pemerintah diminta memiliki arah yang jelas dalam mengelola kawasan wisata, khususnya wisata budaya.

“Konsep pengelolaan harus jelas agar pengembangannya memberi dampak bagi ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Salah satu kawasan yang dinilai memiliki potensi besar adalah Desa Budaya Pampang. Menurut Rusdi, kawasan tersebut dapat menjadi destinasi unggulan apabila dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

Ia juga mendorong agar pertunjukan seni dan budaya di Desa Budaya Pampang digelar lebih rutin sehingga wisatawan dapat menikmati atraksi budaya tanpa harus menunggu agenda tertentu.

Selain itu, Rusdi menyoroti masih minimnya pilihan destinasi wisata di Kota Tepian. Meski mengapresiasi kehadiran Teras Samarinda sebagai ikon baru, ia menilai satu destinasi belum cukup untuk membangun industri pariwisata yang kuat.

“Samarinda membutuhkan lebih banyak destinasi agar wisatawan memiliki alasan untuk tinggal lebih lama,” tegasnya.

Rusdi berharap Pemerintah Kota Samarinda meningkatkan alokasi anggaran dan menyusun strategi pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Menurutnya, langkah tersebut akan mendorong lahirnya destinasi baru, memperkuat daya saing daerah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kontribusi sektor pariwisata terhadap PAD.

 

ADV DPRD Kota Samarinda
Pewarta : Fathur Rabbany
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kebakaran Eks HGU PTPN 13 Marangkayu, Api Diperkirakan Melahap 150 Hektare

1 Oktober 2026 - 14:00 WITA

PKS Dinsos dan Pengadilan Agama Perkuat Pendampingan Perwalian Anak

1 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Satpol PP Kukar Tertibkan 23 Pelajar Yang Nongkrong Saat Jam Sekolah

28 September 2026 - 16:00 WITA

Viral Direkam Dari Kabin Excavator, Orangutan Kurus Jalani Rehabilitasi Di Berau

28 September 2026 - 15:00 WITA

Beseprah Erau 2026, Tradisi Jamuan Rakyat yang Satukan Masyarakat Kutai

24 September 2026 - 13:00 WITA

Kejari-PWI Kukar Siapkan FORWAKA, Perkuat Komunikasi dan Kompetensi Wartawan

22 September 2026 - 14:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH