Menu ✖

Mode Gelap
36 Orang Positif Narkoba di Gunung Bugis Balikpapan, Polisi Arahkan ke Rehabilitasi Kongres XX PDHI Digelar di IKN, Perkuat Sinergi Kesehatan Hewan dan Kedaulatan Pangan Otorita IKN Teken Kerja Sama Investasi Rp3,7 Triliun, Bangun Hunian ASN dan Fasilitas Kota Banjir Sambutan Samarinda Sulit Teratasi, Suparno Dorong Pembangunan Kolam Retensi DPRD Samarinda Kaji Pemekaran Kecamatan Samarinda Utara, Lima Kelurahan Disiapkan

BERITA DAERAH · 1 Mei 2026 13:00 WITA ·

May Day 2026, Perempuan Mahardhika Samarinda Desak Perbaikan Nasib Buruh Perempuan


 Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 dimanfaatkan Perempuan Mahardhika Samarinda untuk menyoroti kondisi buruh perempuan yang dinilai masih jauh dari sejahtera. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 dimanfaatkan Perempuan Mahardhika Samarinda untuk menyoroti kondisi buruh perempuan yang dinilai masih jauh dari sejahtera. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 dimanfaatkan Perempuan Mahardhika Samarinda untuk menyoroti kondisi buruh perempuan yang dinilai masih jauh dari kata sejahtera. Mereka menilai hingga kini belum ada perbaikan signifikan dalam aspek perlindungan, kesejahteraan, dan keadilan kerja bagi perempuan.

Melalui pernyataan sikapnya, organisasi ini mengungkapkan bahwa perempuan pekerja masih berada dalam posisi rentan. Sistem kerja yang tidak pasti, perlakuan diskriminatif, serta minimnya jaminan sosial menjadi persoalan yang terus berulang.

Tingginya angka pengangguran dan gelombang pemutusan hubungan kerja juga dinilai semakin menekan perempuan. Kondisi ini memaksa banyak dari mereka menerima pekerjaan dengan upah rendah dan status kerja yang tidak jelas demi memenuhi kebutuhan hidup.

Selain itu, mereka menilai realisasi program penciptaan lapangan kerja oleh pemerintah belum optimal. Perempuan masih kesulitan mendapatkan pekerjaan yang aman, tetap, dan layak.

Masalah diskriminasi dalam rekrutmen juga menjadi sorotan, seperti adanya batas usia, status pernikahan, hingga rencana memiliki anak yang dinilai tidak relevan. Kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas dan perempuan kepala keluarga, disebut semakin terpinggirkan dari akses kerja formal.

Perempuan Mahardhika Samarinda juga mengkritik menguatnya pendekatan represif yang dinilai membatasi kebebasan berserikat. “Kondisi ini membuat buruh, khususnya perempuan, semakin sulit memperjuangkan haknya,” tegas mereka.

Tak hanya itu, kekerasan di tempat kerja masih kerap terjadi, mulai dari pelecehan seksual, tekanan verbal, hingga ancaman kehilangan pekerjaan saat hamil. Banyak korban memilih diam karena takut kehilangan penghasilan.

Dalam tuntutannya, mereka mendesak pemerintah untuk menjamin pekerjaan yang aman dan layak, menghapus diskriminasi, serta memperkuat perlindungan terhadap perempuan dari segala bentuk kekerasan di dunia kerja.

“Perubahan hanya bisa terwujud melalui perjuangan kolektif yang terorganisir dan keberanian untuk bersuara,” tambah mereka.

Aksi ini menjadi bagian dari rangkaian May Day di Samarinda, yang tidak hanya mengangkat isu ketenagakerjaan, tetapi juga menegaskan pentingnya keadilan gender dalam menciptakan sistem kerja yang inklusif.

 

Pewarta : Fathur Rabbany
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 108 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Banjir Sambutan Samarinda Sulit Teratasi, Suparno Dorong Pembangunan Kolam Retensi

13 Oktober 2026 - 16:00 WITA

DPRD Samarinda Kaji Pemekaran Kecamatan Samarinda Utara, Lima Kelurahan Disiapkan

13 Oktober 2026 - 15:00 WITA

DPRD Samarinda Desak Normalisasi Drainase Sebelum Puncak Musim Hujan

13 Oktober 2026 - 14:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong Regulasi Penataan UMKM di Ruang Publik, Jaga Kenyamanan Warga

13 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Peduli Korban Kebakaran Muara Muntai, Kejari Kukar Bersama IAD dan PWI Salurkan Bantuan

12 Oktober 2026 - 17:00 WITA

PAD Pajak Hotel Samarinda Turun Rp34 Miliar, Helmi Abdullah Dorong Promosi Wisata dan Pasar Baru

12 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH