Menu

Mode Gelap
Hasil Usaha Koperasi Senyiur Indah Dialokasikan untuk Bangun 42 Rumah Karyawan Plasma Asap Kembali Terpantau, Otorita IKN Intensifkan Pemantauan Karhutla MBU CUP II 2026 Resmi Bergulir, Camat dan DPRD Kukar Dukung Pembinaan Talenta Lokal MBU CUP II 2026 Bergulir, 22 Tim Adu Kekuatan dan Jadi Ajang Pembinaan Talenta Muara Badak Tiga Hari Dicari, Karyawan PT EAS Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Belayan

BERITA DAERAH · 1 Mei 2026 12:00 WITA ·

Nelayan Muara Badak Terseret Arus, Ditemukan Meninggal Dunia


 Tim SAR Gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi seorang nelayan, Muhammad Rizal (33), dalam kondisi meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan terseret arus saat menjaring udang di perairan Muara Badak Ulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Dok: Basarnas Kaltim. Perbesar

Tim SAR Gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi seorang nelayan, Muhammad Rizal (33), dalam kondisi meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan terseret arus saat menjaring udang di perairan Muara Badak Ulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Dok: Basarnas Kaltim.

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Seorang nelayan, Muhammad Rizal (33), dilaporkan terseret arus saat menjaring udang di perairan Muara Badak Ulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Peristiwa terjadi saat korban beraktivitas di laut dan diduga tidak mampu mengendalikan diri akibat kuatnya arus.

Setelah menerima laporan warga, Tim SAR Gabungan langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Operasi dilanjutkan pada hari kedua, Jumat (1/5/2026), diawali briefing pukul 07.00 WITA dengan penyisiran area sekitar 2 nautical mile persegi, mengarah ke hilir mengikuti arus.

Komandan SRU, Nur Ngalim, S.E, mengatakan korban akhirnya ditemukan. “Pada pukul 07.50 WITA, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia,” ujarnya.

Korban ditemukan sekitar 200 meter dari titik awal kejadian ke arah hilir. Selanjutnya, jenazah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka.

Usai evakuasi, tim melaksanakan debriefing dan mengusulkan penutupan operasi SAR. “Kami mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat yang telah bekerja maksimal hingga korban berhasil ditemukan,” tambah Ngalim.

Operasi ini melibatkan Basarnas Balikpapan, TNI AL Marang Kayu, BPBD Kutai Kartanegara, Disdamkar Muara Badak, relawan, serta masyarakat nelayan. Berbagai peralatan turut dikerahkan, termasuk rubber boat, speed boat, dan perlengkapan SAR air.

Selama pencarian, tim menghadapi kendala gelombang cukup besar serta potensi bahaya hewan buas seperti buaya. Namun, operasi tetap berjalan lancar hingga korban berhasil ditemukan.

 

Sumber: Basarnas Kaltim
@2026
Artikel ini telah dibaca 97 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Hasil Usaha Koperasi Senyiur Indah Dialokasikan untuk Bangun 42 Rumah Karyawan Plasma

11 September 2026 - 12:00 WITA

Tiga Hari Dicari, Karyawan PT EAS Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Belayan

6 September 2026 - 13:00 WITA

Karhutla Merambat ke KHDTK Samboja, 11 Orangutan Berhasil Diselamatkan

4 September 2026 - 18:00 WITA

Hendak Seberangi Sungai Belayan, Karyawan PT EAS Tenggelam di Tabang

4 September 2026 - 17:00 WITA

Cegah Karhutla, Polsek KP Samarinda Sosialisasikan Larangan Bakar Lahan di Kawasan Pelabuhan

3 September 2026 - 14:00 WITA

Panen 8 Kuintal Jagung, Polsek Palaran Perkuat Dukungan Ketahanan Pangan

3 September 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH