Menu

Mode Gelap
Hasil Usaha Koperasi Senyiur Indah Dialokasikan untuk Bangun 42 Rumah Karyawan Plasma Asap Kembali Terpantau, Otorita IKN Intensifkan Pemantauan Karhutla MBU CUP II 2026 Resmi Bergulir, Camat dan DPRD Kukar Dukung Pembinaan Talenta Lokal MBU CUP II 2026 Bergulir, 22 Tim Adu Kekuatan dan Jadi Ajang Pembinaan Talenta Muara Badak Tiga Hari Dicari, Karyawan PT EAS Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Belayan

BERITA DAERAH · 28 Mar 2024 09:15 WITA ·

Penanganan Stunting di Kukar : Lokus Sasaran dan Rencana Kegiatan Harus Diperhatikan Dengan Tepat


 Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutai Kartanegara Sy. Vanesa Vilna.(rz) Perbesar

Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutai Kartanegara Sy. Vanesa Vilna.(rz)

KUTAIPANRITA.ID – Dalam rangka penanganan stunting di Kutai Kartanegara (Kukar) ada dua hal yang harus diperhatikan yakni analisis lokus sasaran stunting di desa dan penyusunan rencana kegiatan.

Hal itu disampaikan oleh Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutai Kartanegara Sy. Vanesa Vilna, disela sela kegiatan rembuk stunting di Aula Bappeda Kukar, pada Rabu (27/3/2024).

“Tujuan dari rembuk stunting ini, agar setiap OPD terkait bisa memahami dimana saja lokus sasaran stunting di desa dan rencana kegiatan serta upaya penanganan seperti apa, sehingga penangan stunting di Kukar bisa diatasi dengan baik,” ujar Sy. Vanesa Vilna.

“Jadi hari ini kita kumpulkan semua OPD, dalam rangka konvergensi atau pendekatan penyampaian intervensi percepatan stunting,” sambung Sym Vanesa Vilna.

Lebih lanjut Sy. Vanesa Vilna mengemukakan, berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) angka stunting di Kukar mencapai 27 persen, namun berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGM) stunting di Kukar hanya 16,39 persen.

“Kalau kita lihat penurunan stunting tak terlalu banyak, hanya 1 persen berdasarkan data SSGI yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan,” ungkap Sy. Vanesa Vilna.

Dalam hal tersebut, Sy. Vanesa Vilna juga optimis, bahwa melalui kolaborasi yang baik dapat menghasilkan program kegiatan yang tepat sasaran. Menurutnya, inti dari semua itu adalah pemetaan program kegiatan dan lokus sasaran harus tepat.

“Jadi sangat penting peran seluruh stakeholder atau OPD melalui dibawah koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS),” tegas Sy. Vanesa Vilna.

Sy. Vanesa Vilna juga berharap, penurunan stunting pada 2024 ini bisa mencapai target yakni 14 persen dan 2025 13,5 persen. Pastinya, dengan upaya yang dilakukan oleh Pemkab Kukar mengacu pada target indikator kinerja.

“Jadi peran kami hanya sebagai koordinasi, yang menjalankannya OPD terkait,” pungkas Sy. Vanesa Vilna.(adv/diskominfo_kukar/and/rz)

Artikel ini telah dibaca 108 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Hasil Usaha Koperasi Senyiur Indah Dialokasikan untuk Bangun 42 Rumah Karyawan Plasma

11 September 2026 - 12:00 WITA

Tiga Hari Dicari, Karyawan PT EAS Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Belayan

6 September 2026 - 13:00 WITA

Karhutla Merambat ke KHDTK Samboja, 11 Orangutan Berhasil Diselamatkan

4 September 2026 - 18:00 WITA

Hendak Seberangi Sungai Belayan, Karyawan PT EAS Tenggelam di Tabang

4 September 2026 - 17:00 WITA

Cegah Karhutla, Polsek KP Samarinda Sosialisasikan Larangan Bakar Lahan di Kawasan Pelabuhan

3 September 2026 - 14:00 WITA

Panen 8 Kuintal Jagung, Polsek Palaran Perkuat Dukungan Ketahanan Pangan

3 September 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH