Menu

Mode Gelap
Otorita IKN Kehilangan Sosok Penting, Troy Harold Yohanes Pantouw Berpulang Dari Yogyakarta, Petala Borneo Promosikan Erau dan Bawa Musik Kutai ke Panggung Internasional PWI Kukar Perkuat Integritas Wartawan, Tegaskan Kecepatan Tak Boleh Kalahkan Kebenaran IKN Hadirkan Gaya Hidup Baru, Warga Nikmati Pulang Kerja Tanpa Macet Sambut Era IKN, Firma Hukum Elviandri Siapkan SDM dan Layanan Hukum Profesional

BERITA DAERAH · 12 Jun 2026 15:00 WITA ·

Dari Mahakam ke Panggung Nasional, Achmad Fauzi Satukan Tingkilan dan Keroncong dalam “Rampak Jreng”


 Flyer Achmad Fauzi, musisi asal Kutai Kartanegara, yang kembali menorehkan prestasi dengan berpartisipasi dalam album kompilasi Perbesar

Flyer Achmad Fauzi, musisi asal Kutai Kartanegara, yang kembali menorehkan prestasi dengan berpartisipasi dalam album kompilasi "Rampak Jreng" untuk memperingati 1 Dekade Keroncong Plesiran, salah satu gerakan musik keroncong alternatif terbesar di Indonesia. Grafis: KutaiPanrita.id.

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Di tangan Achmad Fauzi, musik tradisi tidak sekadar menjadi warisan budaya, tetapi juga jembatan yang menghubungkan kearifan lokal dengan panggung nasional. Musisi yang akrab disapa Bang Ozi itu kembali menorehkan prestasi melalui kelompok musik Petala Borneo, dengan membawa warna khas Kalimantan Timur ke dalam album kompilasi bergengsi “Rampak Jreng.”

Album tersebut diproduksi untuk memperingati 1 Dekade Keroncong Plesiran, salah satu gerakan musik keroncong alternatif terbesar di Indonesia. Dari sepuluh kelompok musik yang lolos kurasi nasional, Petala Borneo menjadi satu-satunya wakil Kalimantan Timur yang ikut ambil bagian.

Album ini dijadwalkan dirilis serentak di berbagai platform digital pada 13 Juni 2026, sekaligus menjadi ruang bagi musik tradisi daerah untuk dikenal oleh pendengar yang lebih luas.

Bagi Achmad Fauzi, keterlibatannya dalam proyek tersebut bukan sekadar pencapaian pribadi. Ia melihatnya sebagai kesempatan memperkenalkan identitas budaya Kutai melalui karya musik yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Ini adalah peluang untuk mengenalkan melodi lokal kepada publik yang lebih luas,” ujarnya.

Untuk album itu, ia menciptakan lagu berjudul “Keroncong Tingkilan.” Melalui karya tersebut, Achmad Fauzi memadukan irama dan cengkok khas musik Tingkilan Kutai dengan harmoni keroncong modern, menghasilkan perpaduan ethnic fusion yang segar namun tetap berakar pada tradisi.

Menurutnya, budaya lokal tidak harus bertahan dengan cara yang kaku. Sebaliknya, tradisi dapat berkembang dan berdialog dengan genre musik lain tanpa kehilangan identitasnya.

“Tradisi bisa berasimilasi tanpa kehilangan jati diri,” katanya.

Keberhasilan ini juga menjadi buah dari konsistensi Achmad Fauzi dalam membangun jejaring seni. Penampilan Petala Borneo di Festival Keroncong Solo tahun lalu berhasil menarik perhatian pelaku seni dan kurator musik nasional. Dari momentum tersebut, karya Achmad Fauzi akhirnya dipercaya bergabung dalam album yang mempertemukan sejumlah kelompok keroncong alternatif terbaik di Indonesia.

Melalui “Keroncong Tingkilan,” Achmad Fauzi membuktikan bahwa musik tradisi dari tepian Sungai Mahakam mampu melampaui batas geografis dan mendapatkan tempat di blantika musik nasional. Karyanya menjadi bukti bahwa inovasi dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan.

Mulai 13 Juni 2026, lagu tersebut bersama karya-karya lain dalam album “Rampak Jreng” dapat dinikmati melalui berbagai platform streaming, seperti Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan layanan digital lainnya. Sebuah langkah yang membawa harmoni Kalimantan Timur semakin dekat dengan telinga pecinta musik di seluruh Indonesia.

 

Pewarta & Editor: Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Dari Yogyakarta, Petala Borneo Promosikan Erau dan Bawa Musik Kutai ke Panggung Internasional

25 Juli 2026 - 17:00 WITA

PWI Kukar Perkuat Integritas Wartawan, Tegaskan Kecepatan Tak Boleh Kalahkan Kebenaran

25 Juli 2026 - 16:00 WITA

Sambut Era IKN, Firma Hukum Elviandri Siapkan SDM dan Layanan Hukum Profesional

25 Juli 2026 - 14:00 WITA

Kapolresta Samarinda Lantik AKBP Anib Bastian sebagai Wakapolresta Baru

24 Juli 2026 - 15:00 WITA

DPRD Samarinda Usulkan Disporapar Dipisah agar Pengembangan Pariwisata Lebih Optimal

23 Juli 2026 - 18:00 WITA

DPRD Samarinda Minta Satpol PP Intensif Tertibkan Manusia Silver

23 Juli 2026 - 17:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH