Menu ✖

Mode Gelap
Penataan Tahura Bukit Soeharto, Pemerintah Sepakati Delapan Langkah Kebakaran Eks HGU PTPN 13 Marangkayu, Api Diperkirakan Melahap 150 Hektare PKS Dinsos dan Pengadilan Agama Perkuat Pendampingan Perwalian Anak Hakim Agung Tinjau IKN, Sebut Pembangunan Kawasan Yudikatif Terus Berjalan Basuki Sambut Mahasiswa Angkatan Pertama Universitas Gunadarma IKN

SENI BUDAYA · 30 Sep 2023 04:15 WITA ·

Ritual Bepelas Upacara Sakral Erau Adat Pelas Benua


 Ritual Bepelas Upacara Sakral Erau Adat Pelas Benua Perbesar

KutaiPanrita.id – Selama penyelenggaraan Erau Adat Pelas Benua, akan terdengar suara dentuman merian dari depan Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Dentuman meriam tersebut menjadi pertanda bahwa ritual bepelas tengah dilakukan oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI Aji Muhammad Arifin.

Bepelas menjadi salah satu rangkaian ritual sakral di Erau. Dalam ritual ini, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI Aji Muhammad Arifin melakukan ritual berjalan menuju Tiang Ayu dengan tangan kiri berpegangan pada kain cinde dan tangan kanan memegang tali juwita.

Sesampainya di hadapan Tiang Ayu, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI Aji Muhammad Arifin, akan menginjak pusaka Gong Raden Galuh yang segera disambut dengan dentuman meriam.

Biasanya, bepelas dilakukan oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI Aji Muhammad Arifin pada malam pertama hingga malam ketujuh.

Ritual bepelas berlangsung setelah prosesi merangin selesai dilaksanakan di Serapo Belian, kecuali ketika jatuh pada malam Jumat.

Sebelum Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI Aji Muhammad Arifin melakukan bepelas, terlebih dahulu akan dilakukan sejumlah ritual.

Selanjutnya, pawang acara mengucapkan mantra untuk menghadirkan Dewa Karang dan Pangeran Sri Ganjur yang dipercaya menjadi penjaga Tiang Ayu dari gangguan selama pelaksanaan bepelas.

“Bepelas ini maksudkan agar Sultan mendapatkan kekuatan dalam melaksanakan tugas pemerintah dan melaksanakan adat,” ujar Raden Dedi, kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Selepas rangkaian prosesi tersebut dilaksanakan, barulah bepelas dilakukan oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI Aji Muhammad Arifin.

Usai melakukan bepelas para hadirin dipersilahkan untuk memasuki ruang utama keluarga dan kemudian dilanjutkan dengan beberapa prosesi lainnya.(adm_alf_ik)

Artikel ini telah dibaca 112 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Beseprah Erau 2026, Tradisi Jamuan Rakyat yang Satukan Masyarakat Kutai

24 September 2026 - 13:00 WITA

Erau 2026 Resmi Dibuka, Bupati Kukar Tekankan Pelestarian Budaya dan Kesehatan Masyarakat

20 September 2026 - 12:00 WITA

Tiang Ayu Berdiri, Tandai Dimulainya Rangkaian Sakral Erau Adat Kutai 2026

20 September 2026 - 11:00 WITA

Diiringi Gendang dan Gong, Merangin Tandai Dimulainya Perjalanan Sakral Menuju Erau

19 September 2026 - 09:00 WITA

Menjamu Benua Jadi Ritual Sambut Erau Adat Kutai 2026

17 September 2026 - 17:00 WITA

Beluluh Awal Sultan Tandai Semarak Erau Adat Kutai 2026

17 September 2026 - 14:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH