KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Cabang olahraga taekwondo Kalimantan Timur kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Atlet andalan Benua Etam, Benaya Rafael Warkey, berhasil meraih medali perunggu pada nomor Kyorugi Putra Over 87 Kilogram (+87 kg) dalam ajang 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 yang berlangsung di Tennis Indoor Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 3 hingga 5 Agustus 2026.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa atlet Kalimantan Timur mampu bersaing dengan para petarung terbaik dari berbagai negara. Kejuaraan yang diikuti 531 atlet dari 36 negara itu merupakan turnamen resmi World Taekwondo berstatus Grade 2 (G-2), sehingga setiap kemenangan memberikan poin penting bagi peringkat dunia atlet sekaligus menjadi bagian dari persiapan menuju kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028.
Pada kelas Kyorugi Putra +87 kilogram, medali emas diraih atlet Pakistan Hamzah Omar Saeed, sementara medali perak menjadi milik Richard Hanusovsky dari Slovakia. Sesuai regulasi World Taekwondo, dua atlet yang kalah di babak semifinal sama-sama memperoleh medali perunggu, yakni Benaya Rafael Warkey dan Ezar Faadihillah dari Indonesia.
Wakil Ketua I Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (PBTI) Kalimantan Timur, Muhammad Amin, mengungkapkan bahwa PBTI Kaltim mengirimkan 10 atlet untuk mengikuti kejuaraan bergengsi tersebut. Menurutnya, keberhasilan Benaya menjadi hasil nyata dari proses pembinaan atlet yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Prestasi Benaya membuktikan atlet Kalimantan Timur mampu bersaing di level internasional. Ini menjadi kebanggaan bagi daerah,” ujar Muhammad Amin, Rabu (5/8/2026).
Ia menambahkan, pencapaian tersebut merupakan buah dari kerja keras atlet, pelatih, dan seluruh tim pendukung yang terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan taekwondo di Kalimantan Timur.
“Kami berharap medali ini menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda untuk terus berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Selain menjadi ajang perebutan gelar, kejuaraan ini juga menjadi tolok ukur kemampuan atlet menghadapi persaingan global. Dengan status G-2, setiap pertandingan memiliki nilai strategis dalam pengumpulan poin peringkat dunia sehingga diikuti atlet-atlet terbaik dari berbagai negara.
Secara keseluruhan, Indonesia tampil impresif dengan mengoleksi sembilan medali emas, enam medali perak, dan 15 medali perunggu, menegaskan perkembangan positif pembinaan taekwondo nasional.
Keberhasilan Benaya Rafael Warkey diharapkan menjadi momentum bagi PBTI Kalimantan Timur untuk terus memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini hingga elite. Dengan dukungan penuh dari KONI Kalimantan Timur, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan, prestasi atlet Benua Etam di pentas internasional diyakini akan terus meningkat dan mengharumkan nama Indonesia.
Pewarta : Fathur Rabbany Editor : Fairuzzabady @2026












