KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Geliat sepak bola di Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, kembali semarak. Sebanyak 22 tim ambil bagian dalam MBU CUP II 2026, sebuah turnamen yang tidak hanya mempertemukan tim-tim terbaik dalam persaingan di lapangan, tetapi juga menjadi ruang bagi pemain lokal untuk mengasah kemampuan dan menunjukkan potensi mereka.
Turnamen edisi kedua ini resmi dibuka di Stadion Mini Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak, Sabtu (5/9/2026). Pembukaan dilakukan oleh Camat Muara Badak Hj. Nurhaeda, dengan dihadiri anggota DPRD Kukar Safruddin atau Daeng Tiger, Ketua Panitia MBU CUP II 2026 Zainal Farihin, serta sejumlah tamu undangan.
Kehadiran turnamen tersebut mendapat apresiasi dari Camat Muara Badak, Hj. Nurhaeda. Ia menilai kegiatan olahraga, khususnya sepak bola, memiliki peran penting dalam memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan energi, minat, dan bakat melalui kegiatan yang positif.
Menurut Nurhaeda, kompetisi sepak bola juga tidak hanya berbicara mengenai kemenangan dan kekalahan. Di dalamnya terdapat proses pembentukan karakter pemain, mulai dari kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, hingga kemampuan menghargai lawan.
“Ini kegiatan yang sangat positif bagi generasi muda,” ujar Nurhaeda.
Ia berharap MBU CUP II 2026 dapat menjadi agenda yang terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Keberadaan kompetisi yang digelar secara berkelanjutan dinilai dapat mendorong semakin banyak anak muda untuk aktif berolahraga sekaligus menjauhkan mereka dari berbagai aktivitas yang kurang produktif.
Nurhaeda juga mendorong para peserta agar menjadikan turnamen sebagai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan. Setiap pertandingan, kata dia, dapat menjadi pengalaman penting bagi pemain untuk meningkatkan kualitas permainan sekaligus membangun mental dalam menghadapi kompetisi.
Dukungan terhadap pelaksanaan turnamen juga disampaikan anggota DPRD Kukar, Safruddin alias Daeng Tiger. Ia mengapresiasi panitia yang telah menghadirkan kompetisi sepak bola di tingkat lokal dan memberikan kesempatan kepada klub serta pemain untuk berkompetisi secara sehat.
Menurut Safruddin, tingginya minat masyarakat terhadap sepak bola perlu diikuti dengan tersedianya wadah kompetisi yang mampu menampung bakat-bakat lokal. Turnamen seperti MBU CUP II dinilai dapat menjadi salah satu langkah awal dalam proses pembinaan pemain sebelum mereka bersaing pada kompetisi yang lebih tinggi.
“Turnamen seperti ini harus terus didukung,” kata Safruddin.
Ia berharap para pemain tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan. Menurutnya, pengalaman bertanding, menjaga kekompakan tim, serta menjunjung tinggi sportivitas merupakan bagian penting yang harus dibawa setiap pemain selama mengikuti kompetisi.
Pewarta : Fairuzzabady Editor : Fairuzzabady @2026












