KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Suasana berbeda akan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di kalangan wartawan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kukar menggelar turnamen domino dan biliar khusus bagi wartawan se-Kukar.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 15–16 Agustus 2026, tersebut menjadi kesempatan bagi para insan pers untuk sejenak meninggalkan rutinitas peliputan dan mengejar tenggat berita. Para wartawan akan bertemu bukan di lokasi liputan atau ruang konferensi pers, melainkan dalam suasana kompetisi yang lebih santai dan penuh keakraban.
Ketua PWI Kukar, Andi Wibowo, mengatakan turnamen tersebut dirancang bukan semata-mata untuk memperebutkan gelar juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana mempererat hubungan dan membangun kebersamaan di antara wartawan yang selama ini disibukkan dengan aktivitas jurnalistik.
“Yang utama adalah silaturahmi,” ujar Andi, Kamis (13/8/2026).
Menurutnya, momentum HUT RI menjadi kesempatan yang tepat untuk menghadirkan kegiatan yang dapat mempertemukan wartawan dari berbagai media dalam suasana informal. Dengan begitu, komunikasi dan hubungan kekeluargaan antarsesama insan pers di Kukar dapat semakin kuat.
Rangkaian turnamen diawali dengan lomba domino pada Sabtu, 15 Agustus 2026, yang dipusatkan di Sekretariat PWI Kukar. Permainan tersebut dipilih karena cukup dekat dengan aktivitas hiburan masyarakat dan mengandalkan kemampuan membaca situasi serta menyusun strategi.
Sehari berikutnya, Minggu, 16 Agustus 2026, kegiatan berlanjut melalui turnamen biliar yang digelar di Tahta Biliar, Jalan Belida, Kecamatan Tenggarong.
Berbeda dengan domino, pertandingan biliar menuntut konsentrasi, ketepatan, serta kemampuan mengatur strategi dalam setiap pukulan. Perbedaan karakter kedua permainan tersebut diharapkan membuat rangkaian kegiatan semakin menarik bagi para peserta.
Andi menegaskan, semangat kompetisi tetap harus berjalan beriringan dengan sportivitas. Menurutnya, pertandingan hanya menjadi bagian dari kegiatan, sedangkan tujuan utamanya adalah menciptakan ruang interaksi yang lebih dekat di antara wartawan.
“Menang atau kalah, tetap bersaudara,” katanya.
Ia menjelaskan, wartawan memiliki rutinitas yang cukup padat, mulai dari mencari informasi, melakukan peliputan, wawancara, hingga menyelesaikan berita sesuai tenggat waktu. Karena itu, kegiatan olahraga dan hiburan seperti turnamen tersebut dinilai penting untuk memberikan ruang bagi wartawan melepas penat.
Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi antarsesama wartawan. Pertemuan dalam suasana santai memungkinkan para peserta untuk saling berbincang dan membangun hubungan yang lebih akrab di luar aktivitas pekerjaan.
PWI Kukar berharap turnamen dapat berlangsung meriah dan diikuti wartawan dari berbagai media yang beraktivitas di wilayah Kukar. Semakin banyak peserta yang terlibat, semakin besar pula ruang kebersamaan yang dapat dibangun melalui kegiatan tersebut.
Andi mengatakan peringatan HUT RI tidak harus selalu diwujudkan melalui kegiatan seremonial. Semangat kemerdekaan juga dapat diterjemahkan melalui kebersamaan, persaudaraan, serta hubungan sosial yang semakin erat.
“Harapannya, kebersamaan wartawan semakin kuat,” tuturnya.
Dengan digelarnya turnamen domino dan biliar tersebut, PWI Kukar ingin menghadirkan suasana perayaan HUT RI yang lebih santai, kompetitif, sekaligus penuh kekeluargaan. Bagi organisasi wartawan tersebut, keberhasilan kegiatan tidak hanya ditentukan oleh siapa yang menjadi juara, tetapi juga seberapa kuat rasa persaudaraan yang terbangun setelah pertandingan berakhir.
Sumber: PWI Kutai Kartanegara @2026












