Menu

Mode Gelap
Antisipasi Kekeringan dan Karhutla, OIKN Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di IKN Layar Kaltim Juara Umum Regatta II 2026, Kantongi 5 Emas dan Siap Tatap PON 2028 28 Delegasi ICAPPS 2026 Tinjau Nusantara, Bahas Masa Depan Kota Berkelanjutan Curi Ponsel di Jalan, Pria di Samarinda Ditangkap Polisi Perbaiki Klotok di Tepi Mahakam, Motoris 58 Tahun Ditemukan Meninggal

IKN NUSANTARA · 24 Agu 2026 16:00 WITA ·

Antisipasi Kekeringan dan Karhutla, OIKN Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di IKN


 Otorita IKN bersama BMKG, TNI AU, BPBD, dan sejumlah instansi terkait melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak Jumat (21/8/2026) hingga Senin (24/8/2026) untuk mengantisipasi kekeringan dan menjaga ketersediaan air di kawasan IKN. Foto: Humas Otorita IKN. Perbesar

Otorita IKN bersama BMKG, TNI AU, BPBD, dan sejumlah instansi terkait melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak Jumat (21/8/2026) hingga Senin (24/8/2026) untuk mengantisipasi kekeringan dan menjaga ketersediaan air di kawasan IKN. Foto: Humas Otorita IKN.

KUTAIPANRITA.ID, NUSANTARA — Menghadapi musim kering yang dipengaruhi fenomena El Nino serta meningkatnya risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI Angkatan Udara (TNI AU), BPBD, serta sejumlah instansi terkait mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan wilayah sekitarnya.

Operasi tersebut digelar sejak Jumat (21/8/2026) hingga Senin (24/8/2026) dengan memanfaatkan teknologi penyemaian awan atau cloud seeding. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan pada awan yang memiliki potensi menghasilkan curah hujan, sehingga dapat membantu menjaga ketersediaan air permukaan di kawasan IKN.

Hingga Senin (24/8/2026) pukul 10.00 WITA, sebanyak lima sortie penerbangan telah dilaksanakan menggunakan pesawat Casa 212 A-2105 yang beroperasi dari Markas Operasi Lanud Dhomber, Balikpapan. Dalam setiap penerbangan, pesawat membawa sekitar 800 kilogram bahan semai berupa natrium klorida (NaCl).

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, mengatakan operasi tersebut merupakan bagian dari langkah antisipasi pemerintah untuk menjaga ketersediaan sumber air di tengah kondisi cuaca yang cenderung kering.

“OMC dilakukan untuk menambah volume air permukaan di wilayah IKN dan sekitarnya,” ujar Danis.

Menurutnya, kondisi musim kering perlu diantisipasi karena dapat memengaruhi ketersediaan air untuk berbagai kebutuhan. Karena itu, OIKN berkoordinasi dengan BMKG dan instansi terkait untuk memanfaatkan peluang pembentukan hujan melalui penyemaian awan.

Pelaksanaan OMC sendiri tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Setiap sortie ditentukan berdasarkan hasil pemantauan atmosfer, termasuk keberadaan awan potensial, arah dan kecepatan angin, serta kondisi cuaca di wilayah sasaran.

Kepala Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan/BMKG, Djoko Sumardiono, menjelaskan bahwa faktor ketersediaan awan menjadi salah satu tantangan utama dalam pelaksanaan OMC pada musim kemarau.

“Operasi sangat bergantung pada pertumbuhan awan potensial,” jelas Djoko.

Ia menyebut Kalimantan Timur telah mengalami kondisi minim hujan selama hampir dua pekan. Namun, dalam pemantauan pada pelaksanaan OMC, pertumbuhan awan potensial terpantau cukup baik di wilayah perbatasan utara Kalimantan Timur.

Menurut Djoko, secara historis tingkat keberhasilan OMC pada kondisi musim kemarau berada di kisaran 30 persen. Hal itu karena jumlah awan yang dapat menjadi sasaran penyemaian relatif terbatas dibandingkan saat musim penghujan.

Hujan Mulai Terpantau di Sejumlah Wilayah

Perkembangan pelaksanaan OMC hingga Senin (24/8/2026) menunjukkan hujan mulai terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Timur. Data Pos Curah Hujan Long Lebusan di wilayah Hulu WS Mahakam mencatat hujan di Kabupaten Mahakam Ulu pada Sabtu (22/8/2026) pukul 02.00–02.30 WITA dengan curah hujan sekitar 20 milimeter.

Selain Mahakam Ulu, laporan hujan juga diterima dari wilayah sekitar Kutai Kartanegara. Kondisi tersebut menjadi perkembangan positif di tengah periode kering yang sedang berlangsung di sejumlah wilayah Kalimantan Timur.

Dampak lainnya turut terlihat di kawasan IKN. Muka air pada intake Sungai Sepaku, yang menjadi salah satu sumber air baku bagi kebutuhan IKN, mengalami kenaikan dari elevasi +2,04 meter menjadi +2,05 meter pada pukul 08.20 WITA.

Kenaikan sekitar satu sentimeter tersebut diharapkan dapat terus bertambah seiring meningkatnya curah hujan di wilayah tangkapan air. Kondisi hidrologis di sekitar Sungai Sepaku juga akan terus dipantau sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan air IKN.

Potensi Karhutla Tetap Diwaspadai

Di sisi lain, kondisi cuaca kering juga meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. BPBD Provinsi Kalimantan Timur terus melakukan pemantauan dan penanganan sekaligus memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Buyung Dodi Gunawan, mengatakan sepanjang Agustus 2026 telah tercatat ratusan kejadian kebakaran lahan dengan luasan yang cukup signifikan.

“Agustus ini tercatat 273 kejadian dengan luas sekitar 752 hektare,” ujar Buyung.

Menurutnya, penanganan dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk langkah preventif dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan. Imbauan tersebut juga diperkuat melalui surat edaran Kementerian Lingkungan Hidup.

Ke depan, OIKN bersama BMKG, TNI AU, BPBD, dan instansi terkait akan terus memantau perkembangan cuaca, pertumbuhan awan hujan, serta kondisi hidrologis di kawasan IKN dan sekitarnya.

Pelaksanaan OMC berikutnya akan dilakukan secara situasional berdasarkan dinamika atmosfer dan ketersediaan awan yang memenuhi kriteria penyemaian. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan pasokan air permukaan sekaligus memperkuat mitigasi terhadap dampak kekeringan dan ancaman karhutla di kawasan IKN.

 

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
@2026
Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

28 Delegasi ICAPPS 2026 Tinjau Nusantara, Bahas Masa Depan Kota Berkelanjutan

22 Agustus 2026 - 20:00 WITA

Suharso Monoarfa Tinjau IKN, Dorong Konsistensi Pembangunan dan Keberanian Investor Lokal

20 Agustus 2026 - 23:00 WITA

Penurunan Bendera di Nusantara Berlangsung Khidmat, Semangat Kebersamaan Jadi Pesan Utama

17 Agustus 2026 - 20:00 WITA

Pengibaran Merah Putih di Nusantara, OIKN Tegaskan Pembangunan IKN Inklusif

17 Agustus 2026 - 17:00 WITA

Renungan Suci di Nusantara, Basuki Tegaskan Semangat Kemerdekaan dan Kelanjutan Pembangunan IKN

17 Agustus 2026 - 10:00 WITA

3.000 Pelari Ramaikan Merdeka Night Run 2026, Nusantara Semakin Hidup di Malam Kemerdekaan

17 Agustus 2026 - 09:00 WITA

Trending di IKN NUSANTARA