Menu

Mode Gelap
Hasil Usaha Koperasi Senyiur Indah Dialokasikan untuk Bangun 42 Rumah Karyawan Plasma Asap Kembali Terpantau, Otorita IKN Intensifkan Pemantauan Karhutla MBU CUP II 2026 Resmi Bergulir, Camat dan DPRD Kukar Dukung Pembinaan Talenta Lokal MBU CUP II 2026 Bergulir, 22 Tim Adu Kekuatan dan Jadi Ajang Pembinaan Talenta Muara Badak Tiga Hari Dicari, Karyawan PT EAS Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Belayan

BERITA DAERAH · 21 Agu 2026 12:00 WITA ·

Perbaiki Klotok di Tepi Mahakam, Motoris 58 Tahun Ditemukan Meninggal


 Sidi (58), seorang motoris kapal klotok, ditemukan meninggal dunia saat memperbaiki kapal di tepian Sungai Mahakam, Jalan Bung Tomo Gang Sakti, Kelurahan Baqa, Samarinda Seberang, Rabu (19/8/2026). Perbesar

Sidi (58), seorang motoris kapal klotok, ditemukan meninggal dunia saat memperbaiki kapal di tepian Sungai Mahakam, Jalan Bung Tomo Gang Sakti, Kelurahan Baqa, Samarinda Seberang, Rabu (19/8/2026).

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Seorang pria berusia 58 tahun, Sidi, ditemukan meninggal dunia saat memperbaiki kapal klotok di kawasan tepian Sungai Mahakam, Jalan Bung Tomo Gang Sakti RT 22, Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang, Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 14.30 Wita.

Sidi diketahui sehari-hari bekerja sebagai motoris kapal klotok penyeberangan. Saat kejadian, korban tengah melakukan perbaikan kapal seorang diri. Ia kemudian ditemukan dalam posisi tengkurap di sekitar kapal yang sedang diperbaikinya.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui seorang warga yang berada tidak jauh dari lokasi. Saksi melihat korban dalam kondisi tidak bergerak di bawah atau di samping kapal klotok. Saksi kemudian meminta bantuan warga untuk memastikan kondisi korban.

“Saat dilihat, korban sudah dalam posisi tengkurap,” ujar seorang saksi.

Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada Nasrun yang merupakan ipar korban. Bersama warga, mereka berupaya memastikan kondisi Sidi sebelum melakukan evakuasi.

Tidak lama kemudian, sejumlah warga berdatangan ke lokasi. Anak korban juga tiba dan bersama warga berusaha mengangkat tubuh Sidi dari sekitar kapal. Korban kemudian dipindahkan ke jembatan kayu untuk dilakukan pemeriksaan.

Namun, saat dilakukan pengecekan, korban diketahui sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Proses evakuasi dilakukan sekitar pukul 14.45 Wita.

Jenazah kemudian dibawa oleh anak korban bersama warga menuju rumah duka di Jalan Pangeran Bendahara Gang Karya 4 RT 7, Kelurahan Tenun, Kecamatan Samarinda Seberang.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung. Sehari sebelum kejadian, Sidi bahkan baru menjalani pemeriksaan kesehatan di RS IA Moeis, Samarinda, pada Selasa (18/8/2026). Setelah pemeriksaan, korban disebut mendapatkan obat untuk penyakit yang dideritanya.

“Korban memiliki riwayat penyakit jantung,” kata sumber di lokasi.

Personel Polsek Samarinda Seberang kemudian mendatangi lokasi kejadian dan rumah duka sekitar pukul 15.00 Wita. Petugas melakukan pemeriksaan awal, mendokumentasikan lokasi, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi dan pihak keluarga.

Dari pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kondisi tersebut turut diperkuat dengan keterangan keluarga mengenai riwayat kesehatan korban.

“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar petugas kepolisian.

Meski demikian, kepolisian tetap melakukan penanganan sesuai prosedur dengan mengumpulkan keterangan saksi dan mendokumentasikan sejumlah fakta di lapangan. Pihak keluarga juga diarahkan memberikan keterangan di Mapolsek Samarinda Seberang untuk melengkapi penanganan kejadian.

Peristiwa tersebut kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Polisi masih melengkapi dokumentasi dan keterangan yang diperoleh sebagai bagian dari penanganan kejadian tersebut.

 

Pewarta : Fathur Rabbany
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Hasil Usaha Koperasi Senyiur Indah Dialokasikan untuk Bangun 42 Rumah Karyawan Plasma

11 September 2026 - 12:00 WITA

Tiga Hari Dicari, Karyawan PT EAS Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Belayan

6 September 2026 - 13:00 WITA

Karhutla Merambat ke KHDTK Samboja, 11 Orangutan Berhasil Diselamatkan

4 September 2026 - 18:00 WITA

Hendak Seberangi Sungai Belayan, Karyawan PT EAS Tenggelam di Tabang

4 September 2026 - 17:00 WITA

Cegah Karhutla, Polsek KP Samarinda Sosialisasikan Larangan Bakar Lahan di Kawasan Pelabuhan

3 September 2026 - 14:00 WITA

Panen 8 Kuintal Jagung, Polsek Palaran Perkuat Dukungan Ketahanan Pangan

3 September 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH