Menu ✖

Mode Gelap
36 Orang Positif Narkoba di Gunung Bugis Balikpapan, Polisi Arahkan ke Rehabilitasi Kongres XX PDHI Digelar di IKN, Perkuat Sinergi Kesehatan Hewan dan Kedaulatan Pangan Otorita IKN Teken Kerja Sama Investasi Rp3,7 Triliun, Bangun Hunian ASN dan Fasilitas Kota Banjir Sambutan Samarinda Sulit Teratasi, Suparno Dorong Pembangunan Kolam Retensi DPRD Samarinda Kaji Pemekaran Kecamatan Samarinda Utara, Lima Kelurahan Disiapkan

IKN NUSANTARA · 20 Agu 2026 23:00 WITA ·

Suharso Monoarfa Tinjau IKN, Dorong Konsistensi Pembangunan dan Keberanian Investor Lokal


 Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menerima kunjungan Menteri PPN/Kepala Bappenas periode 2019–2024, Suharso Monoarfa, di KIPP Nusantara, Kamis (20/8/2026), untuk meninjau perkembangan pembangunan IKN. Foto: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara. Perbesar

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menerima kunjungan Menteri PPN/Kepala Bappenas periode 2019–2024, Suharso Monoarfa, di KIPP Nusantara, Kamis (20/8/2026), untuk meninjau perkembangan pembangunan IKN. Foto: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara.

KUTAIPANRITA.ID, NUSANTARA – Perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali mendapat perhatian. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas periode 2019–2024, Suharso Monoarfa, mengunjungi Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Kamis (20/8/2026).

Kunjungan tersebut diterima langsung Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, bersama jajaran. Agenda ini dilakukan untuk melihat dari dekat progres pembangunan sekaligus memastikan konsep dasar Nusantara tetap menjadi pijakan dalam pengembangan kawasan.

Dalam kunjungan tersebut, Suharso bersama jajaran Otorita IKN meninjau sejumlah infrastruktur dan proyek strategis, termasuk SMA Taruna Nusantara Kampus IKN. Peninjauan juga menjadi kesempatan untuk melihat penerapan konsep forest city, sponge city, dan smart city yang menjadi karakter utama Nusantara.

Basuki menjelaskan, salah satu infrastruktur yang mendukung konsep sponge city adalah embung. Infrastruktur tersebut berfungsi menampung dan mengelola air sekaligus dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan penyiraman tanaman di kawasan IKN.

“Embung yang sudah berfungsi ada 32,” ujar Basuki.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur pengelolaan air masih terus dilanjutkan. Pada 2026, Otorita IKN mulai membangun 24 embung tambahan sehingga total embung di Nusantara ditargetkan mencapai 54 unit.

Selain berfungsi sebagai bagian dari sistem retensi air, beberapa embung juga dirancang memiliki nilai estetika untuk mendukung wajah kawasan perkotaan Nusantara. Konsep tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur di IKN diarahkan agar tetap selaras dengan kondisi lingkungan.

Sementara itu, Suharso Monoarfa mengatakan kunjungannya dilakukan untuk memastikan pembangunan IKN tetap berjalan sesuai gagasan dan konsep yang telah dirancang sejak awal. Menurutnya, konsistensi tersebut penting karena Nusantara merupakan bagian dari agenda pembangunan jangka panjang Indonesia.

“Saya ingin melihat konsistensi pembangunan IKN,” kata Suharso.

Ia menilai perkembangan pembangunan yang dilihat secara langsung cukup menggembirakan. Karena itu, Suharso mendorong investor dalam negeri agar mulai melihat Nusantara sebagai kawasan yang memiliki prospek investasi dan peluang pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, keterlibatan investor domestik dibutuhkan untuk memperkuat aktivitas ekonomi di Nusantara. Kehadiran dunia usaha juga dinilai dapat mempercepat terbentuknya ekosistem ekonomi baru seiring berkembangnya kawasan IKN.

“Investor domestik harus berani melihat ke sini,” tegasnya.

Suharso meyakini pembangunan Nusantara memiliki potensi membentuk pusat aktivitas ekonomi baru di Indonesia. Dengan skala pembangunan yang besar serta dukungan infrastruktur yang terus bertambah, kawasan tersebut dinilai dapat menciptakan konsentrasi kegiatan ekonomi baru.

Ia menyebut terbentuknya pusat ekonomi baru akan memberikan efek berantai terhadap berbagai sektor, mulai dari investasi, perdagangan, jasa, hingga penciptaan lapangan kerja.

“Ini bisa menjadi engine of growth Indonesia,” ujarnya.

Di sisi lain, konsep pembangunan IKN yang mengedepankan lingkungan tetap menjadi perhatian. Pengembangan forest city diarahkan untuk menjaga keberadaan kawasan hijau, sementara konsep sponge city diterapkan melalui sistem pengelolaan air yang terintegrasi. Adapun konsep smart city menjadi bagian dari penerapan teknologi dalam mendukung layanan dan tata kelola kota.

Kunjungan Suharso tersebut sekaligus menjadi momentum untuk melihat sejauh mana konsep-konsep tersebut diterapkan dalam pembangunan fisik di lapangan. Otorita IKN terus mendorong agar pembangunan kawasan tidak hanya berorientasi pada pembangunan gedung dan infrastruktur, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kualitas kehidupan masyarakat.

Dengan perkembangan infrastruktur yang terus berjalan dan peluang investasi yang semakin terbuka, Nusantara diharapkan mampu tumbuh sebagai pusat pemerintahan sekaligus kawasan perkotaan baru yang memiliki daya saing dan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

 

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
@2026
Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kongres XX PDHI Digelar di IKN, Perkuat Sinergi Kesehatan Hewan dan Kedaulatan Pangan

15 Oktober 2026 - 19:00 WITA

Otorita IKN Teken Kerja Sama Investasi Rp3,7 Triliun, Bangun Hunian ASN dan Fasilitas Kota

14 Oktober 2026 - 19:00 WITA

Otorita IKN Serap Aspirasi Warga untuk Penataan Kawasan Penyangga, Masukan Dibuka hingga 22 Oktober

12 Oktober 2026 - 10:00 WITA

IKN Dipercaya Gelar Borneo Economic Forum 2027, Buka Peluang Investasi Regional

9 Oktober 2026 - 12:30 WITA

Peserta KRTJ ke-16 Saksikan Perkembangan Infrastruktur Jalan dan Jembatan di IKN

9 Oktober 2026 - 10:00 WITA

Delegasi REAAA Apresiasi Pembangunan Nusantara, Kagumi Konsep Kota Berbasis Lingkungan

5 Oktober 2026 - 19:00 WITA

Trending di IKN NUSANTARA