Menu

Mode Gelap
Karhutla Mengancam IKN, Helikopter Caracal Disiapkan untuk Water Bombing Karhutla Merambat ke KHDTK Samboja, 11 Orangutan Berhasil Diselamatkan 11 Orangutan Yatim Piatu Dievakuasi Saat Karhutla Terjang KHDTK Samboja Hendak Seberangi Sungai Belayan, Karyawan PT EAS Tenggelam di Tabang OIKN Perkuat Penegakan Hukum Karhutla, Perusahaan Wajib Pulihkan Area Terdampak

IKN NUSANTARA · 4 Sep 2026 15:30 WITA ·

OIKN Perkuat Pengendalian Karhutla di Nusantara, Respons Lapangan Dibagi Tujuh Klaster


 Otorita IKN memperkuat pengendalian karhutla melalui strategi terpadu yang mencakup pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan. Upaya ini diperkuat dengan pembentukan Satuan Reaksi Cepat Multi Pihak yang melibatkan pemerintah, perusahaan, organisasi lingkungan, dan relawan untuk mempercepat penanganan di lapangan. Foto: Humas Otorita IKN. Perbesar

Otorita IKN memperkuat pengendalian karhutla melalui strategi terpadu yang mencakup pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan. Upaya ini diperkuat dengan pembentukan Satuan Reaksi Cepat Multi Pihak yang melibatkan pemerintah, perusahaan, organisasi lingkungan, dan relawan untuk mempercepat penanganan di lapangan. Foto: Humas Otorita IKN.

KUTAIPANRITA.ID, NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Nusantara dengan menerapkan strategi terpadu yang mencakup pencegahan, penanggulangan, hingga pemulihan. Langkah tersebut disiapkan sejak sebelum memasuki musim kemarau 2026 dan terus diperkuat untuk mengantisipasi peningkatan risiko kebakaran.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni membentuk Satuan Reaksi Cepat Multi Pihak Pengendalian Karhutla. Satuan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Otorita IKN, Kementerian Kehutanan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara, pemerintah desa dan kelurahan, perusahaan, organisasi lingkungan hidup, hingga kelompok relawan.

Untuk mempercepat koordinasi dan penanganan di lapangan, kawasan pengendalian karhutla Nusantara dibagi menjadi tujuh klaster. Pembagian tersebut mempertimbangkan keberadaan posko, ketersediaan peralatan, personel, serta akses menuju lokasi yang berpotensi mengalami kebakaran.

Masing-masing klaster dipimpin koordinator dari unsur Otorita IKN, pemerintah kecamatan, maupun perusahaan. Setiap klaster juga mendapatkan pembaruan informasi harian mengenai titik panas dan keberadaan sumber air sebagai dasar kesiapsiagaan serta penentuan langkah penanganan.

Dalam pelaksanaannya, penanggulangan karhutla tidak hanya dilakukan melalui pemadaman api. Petugas juga melakukan penyekatan untuk mencegah api meluas, pembasahan dan pendinginan area yang telah terbakar, serta pemantauan lanjutan guna memastikan api tidak kembali menyala.

Penanganan tersebut melibatkan Otorita IKN, pos pemadam kebakaran, BPBD, UPT Dinas Kehutanan, UPT Kementerian Kehutanan, perusahaan, relawan, dan seluruh unsur Satuan Reaksi Cepat. Aparatur sipil negara Otorita IKN turut menjalankan piket secara bergantian di sejumlah posko untuk mendukung patroli dan pemantauan kondisi kawasan.

Selain penanganan langsung, Otorita IKN juga menyiapkan mitigasi untuk menghadapi kemungkinan kekeringan berkepanjangan. Salah satunya dengan menambah pasokan air melalui pemanfaatan air dari Waduk Sepaku Semoi yang didukung pemasangan jaringan pipa.

Upaya menjaga ketersediaan air juga dilakukan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) bersama BMKG dan TNI Angkatan Udara pada 22–25 Agustus 2026. Hujan yang dihasilkan dari operasi tersebut di sejumlah wilayah kemudian dimanfaatkan untuk menambah tampungan air di Waduk Sepaku Semoi.

Otorita IKN juga menyiapkan alternatif cadangan air tanah melalui pengeboran. Saat ini, penyelidikan geolistrik dilakukan untuk mengetahui potensi sumber air bawah tanah, sementara pengeboran direncanakan pada minggu keempat September 2026.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan pengendalian karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, baik pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat.

“Pengendalian karhutla adalah kerja bersama,” tegas Basuki.

Perhatian terhadap kesiapan petugas di garis depan juga menjadi bagian dari strategi pengendalian karhutla. Otorita IKN mendukung kondisi fisik personel yang bertugas, salah satunya melalui distribusi multivitamin bagi petugas pemadam dan unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran.

Melalui langkah terpadu tersebut, Otorita IKN berupaya memastikan pengendalian karhutla berjalan cepat dan terkoordinasi, sekaligus menjaga kawasan Nusantara tetap aman serta mendukung terwujudnya kota hutan yang berkelanjutan.

 

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
@2026
Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Karhutla Mengancam IKN, Helikopter Caracal Disiapkan untuk Water Bombing

5 September 2026 - 09:00 WITA

OIKN Perkuat Penegakan Hukum Karhutla, Perusahaan Wajib Pulihkan Area Terdampak

4 September 2026 - 16:30 WITA

Cegah Karhutla Di Nusantara, OIKN Perkuat Edukasi Dan Kesiapsiagaan Masyarakat

4 September 2026 - 16:00 WITA

Tekan Risiko Karhutla, Otorita IKN Dorong Petani Kelola Lahan Tanpa Bakar

4 September 2026 - 08:30 WITA

Nusantara Dorong Transformasi Digital, Gandeng Perusahaan Teknologi AS Kembangkan Smart City

2 September 2026 - 13:00 WITA

Antisipasi Kekeringan dan Karhutla, OIKN Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di IKN

24 Agustus 2026 - 16:00 WITA

Trending di IKN NUSANTARA