KUTAIPANRITA.ID, NUSANTARA – Pemerintah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN). Meski kualitas udara di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN masih berada dalam kondisi baik, kewaspadaan tetap ditingkatkan untuk memastikan kebakaran tidak meluas hingga ke zona inti pemerintahan.
Berdasarkan hasil pengukuran Air Quality Index (AQI) yang dilakukan Otorita IKN, kualitas udara di KIPP masih dalam kategori baik. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator yang terus dipantau di tengah munculnya potensi karhutla di sejumlah wilayah sekitar IKN dan Kalimantan Timur.
Sebagai langkah antisipasi, Otorita IKN bersama Kementerian Kehutanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI/Polri, serta Pemerintah Daerah Kalimantan Timur melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi bekas karhutla di kawasan Bukit Tengkorak, termasuk wilayah Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Senin (14/9/2026).
Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi kawasan yang sebelumnya terdampak kebakaran sekaligus memastikan potensi titik api dapat diantisipasi. Setelah peninjauan lapangan, kegiatan dilanjutkan dengan rapat koordinasi di Bendungan Sepaku Semoi.
Rapat tersebut membahas evaluasi penanganan karhutla di kawasan IKN dan wilayah Kalimantan Timur. Selain mengevaluasi langkah yang telah dilakukan, koordinasi juga diarahkan untuk memperkuat pencegahan, mempercepat respons apabila kembali muncul titik api, serta memastikan kebakaran tidak berdampak terhadap KIPP IKN.
Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni mengatakan, pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap pengamanan kawasan IKN. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden RI agar kebakaran tidak sampai memasuki zona inti IKN.
“Arahan Presiden jelas, jangan sampai api masuk ke zona inti IKN. Semua pihak terus bekerja keras mencegahnya,” ujar Raja Juli.
Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto menegaskan bahwa penanganan karhutla di sekitar IKN menjadi salah satu prioritas pemerintah. Berbagai kekuatan dan sumber daya dikerahkan untuk memastikan ancaman kebakaran dapat dikendalikan.
“IKN menjadi prioritas karena merupakan objek vital. Semua kekuatan dikerahkan,” kata Suharyanto.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menambahkan, penguatan patroli darat menjadi salah satu langkah yang perlu dilakukan secara konsisten. Selain itu, kesiapan sarana dan peralatan pemadam kebakaran juga perlu ditingkatkan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.
“Patroli darat perlu ditingkatkan, termasuk dukungan peralatan pemadam,” ujar Basuki.
Otorita IKN bersama kementerian dan lembaga, TNI/Polri, pemerintah daerah, serta seluruh unsur terkait akan terus memperkuat koordinasi di lapangan. Upaya tersebut dilakukan untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini, mempercepat penanganan titik api, serta menjaga agar kualitas udara dan keamanan kawasan inti IKN tetap terjaga.
Dengan kualitas udara KIPP yang masih berada dalam kondisi baik, pemerintah tetap mengedepankan langkah pencegahan dan kesiapsiagaan. Pengawasan di kawasan rawan karhutla juga akan terus diperkuat untuk memastikan ancaman kebakaran tidak berkembang dan mengganggu aktivitas di pusat pemerintahan IKN.
Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara @2026












