Menu

Mode Gelap
Kebakaran Bukit Tengkorak Disorot, Otorita IKN Temukan Dugaan Pembukaan Lahan 10 Kali Water Bombing Digelar, Karhutla di Sekitar IKN Mulai Mereda Karhutla Mengancam IKN, Helikopter Caracal Disiapkan untuk Water Bombing Karhutla Merambat ke KHDTK Samboja, 11 Orangutan Berhasil Diselamatkan 11 Orangutan Yatim Piatu Dievakuasi Saat Karhutla Terjang KHDTK Samboja

IKN NUSANTARA · 5 Sep 2026 17:30 WITA ·

10 Kali Water Bombing Digelar, Karhutla di Sekitar IKN Mulai Mereda


 Otorita IKN bersama BNPB, TNI AU, BMKG, dan mitra terkait mempercepat penanganan karhutla di wilayah delineasi IKN melalui operasi water bombing. Pemadaman menggunakan helikopter Caracal H225M TNI AU yang diberangkatkan dari Lanud Dhomber, Balikpapan, Sabtu (5/9/2026). Foto: Humas Otorita IKN. Perbesar

Otorita IKN bersama BNPB, TNI AU, BMKG, dan mitra terkait mempercepat penanganan karhutla di wilayah delineasi IKN melalui operasi water bombing. Pemadaman menggunakan helikopter Caracal H225M TNI AU yang diberangkatkan dari Lanud Dhomber, Balikpapan, Sabtu (5/9/2026). Foto: Humas Otorita IKN.

KUTAIPANRITA.ID, NUSANTARA — Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN) terus diperkuat. Otorita IKN bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI Angkatan Udara (TNI AU), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta sejumlah mitra terkait menggelar operasi water bombing untuk menekan titik api dan mencegah kebakaran meluas.

Operasi pemadaman dari udara tersebut berlangsung pada Sabtu (5/9/2026) menggunakan helikopter Caracal H225M TNI AU yang diberangkatkan dari Lanud TNI AU Dhomber, Balikpapan. Dalam satu hari, operasi dilakukan dalam dua sortie dengan menyasar sejumlah lokasi yang berdasarkan hasil pemantauan membutuhkan penanganan segera.

Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran meliputi kawasan Bukit Tengkorak, Jalan Nasional Balikpapan–Samarinda KM 47, Tol Balikpapan–Samarinda (Balsam) KM 49–53, serta Wonotirto.

Pada sortie pertama, helikopter melakukan pemadaman di kawasan Bukit Tengkorak. Selanjutnya pada sortie kedua, water bombing dilakukan sebanyak lima kali di Jalan Nasional Balikpapan–Samarinda KM 47, empat kali di Tol Balsam KM 49–53, dan satu kali di kawasan Wonotirto.

Dengan demikian, total terdapat 10 kali water bombing yang dilakukan selama operasi pada Sabtu tersebut.

Penentuan lokasi pemadaman dilakukan berdasarkan pemantauan tim di lapangan yang secara berkala memperbarui koordinat titik api. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada tim udara untuk memastikan penyiraman air dilakukan pada lokasi yang tepat dan sesuai dengan kondisi terkini.

Untuk mendukung operasi, sumber air diambil dari sejumlah lokasi yang berada di sekitar wilayah penanganan, di antaranya Danau Merdeka dan bekas galian tambang.

Operasi tersebut sebelumnya diawali dengan patroli udara TNI AU pada Jumat (4/9/2026). Patroli dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi karhutla sekaligus memetakan lokasi yang membutuhkan penanganan. Hasil pemantauan tersebut kemudian menjadi salah satu dasar dalam menentukan sasaran water bombing.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, mengatakan penanganan sejak dini diperlukan untuk mencegah api berkembang dan menyebar ke wilayah lain.

“Lebih awal ditangani, lebih baik,” ujar Danis.

Menurutnya, water bombing tidak hanya ditujukan untuk memadamkan titik api, tetapi juga sebagai langkah preventif melalui pembasahan area yang dinilai berpotensi terbakar. Berdasarkan hasil pemantauan setelah operasi, kondisi di sejumlah lokasi menunjukkan perkembangan positif dengan berkurangnya api dan asap.

Danis mengatakan pemantauan tetap dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan BMKG. Data lapangan, pemantauan udara, dan informasi satelit menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

“Kami terus memantau bersama BMKG,” katanya.

Sementara itu, Kapten Penerbang Helikopter Caracal H225M TNI AU, Arief Rahmanto, mengatakan keberhasilan operasi sangat bergantung pada koordinasi antara personel di darat dan tim udara.

Menurutnya, informasi mengenai perubahan titik koordinat yang diberikan tim darat secara berkala membantu pilot menentukan sasaran pemadaman secara lebih akurat.

“Tim darat terus memperbarui koordinat,” ujar Arief.

Koordinasi tersebut menjadi penting karena kondisi titik api dapat berubah seiring perkembangan angin, cuaca, dan kondisi lahan. Dengan pembaruan informasi secara langsung, penyiraman dari udara dapat diarahkan ke lokasi yang membutuhkan penanganan.

Otorita IKN bersama BNPB, TNI AU, BMKG, dan seluruh unsur terkait memastikan pemantauan serta kesiapsiagaan terhadap potensi karhutla akan terus diperkuat. Penanganan dilakukan dengan mengutamakan deteksi dini, respons cepat, ketepatan sasaran, dan koordinasi lintas sektor.

Upaya tersebut diharapkan mampu mencegah kebakaran berkembang lebih luas sekaligus menjaga kawasan IKN dan wilayah sekitarnya dari dampak karhutla.

 

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
@2026
Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kebakaran Bukit Tengkorak Disorot, Otorita IKN Temukan Dugaan Pembukaan Lahan

6 September 2026 - 09:00 WITA

Karhutla Mengancam IKN, Helikopter Caracal Disiapkan untuk Water Bombing

5 September 2026 - 09:00 WITA

OIKN Perkuat Penegakan Hukum Karhutla, Perusahaan Wajib Pulihkan Area Terdampak

4 September 2026 - 16:30 WITA

Cegah Karhutla Di Nusantara, OIKN Perkuat Edukasi Dan Kesiapsiagaan Masyarakat

4 September 2026 - 16:00 WITA

OIKN Perkuat Pengendalian Karhutla di Nusantara, Respons Lapangan Dibagi Tujuh Klaster

4 September 2026 - 15:30 WITA

Tekan Risiko Karhutla, Otorita IKN Dorong Petani Kelola Lahan Tanpa Bakar

4 September 2026 - 08:30 WITA

Trending di IKN NUSANTARA