Menu ✖

Mode Gelap
Perkuat Sinergi dengan Pemda, PHSS Gelar Pertandingan Persahabatan di Samarinda Piala Soeratin 2026 Tuntas di IKN, ASIOP hingga Waamanat Bhintuka FC Raih Gelar Juara Refleksi Dua Tahun DPRD Balikpapan, AMSI Soroti Fungsi Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan Mahakam Investment Forum 2026 Di IKN, Investor Dan Delegasi Internasional Jajaki Peluang Kerja Sama Iswandi Soroti Rencana Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Khawatir Ganggu Likuiditas Bank Daerah

BERITA DAERAH · 27 Mei 2024 12:20 WITA ·

Desa Loa Pari Berhasil Tekan Angka Stunting


 Kades Loa Pari, I Ketut Sudiyatmika, bersama anak-anak PAUD.(iks/kutaipanrita.id) Perbesar

Kades Loa Pari, I Ketut Sudiyatmika, bersama anak-anak PAUD.(iks/kutaipanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID – Stunting menjadi problem yang harus diperhatikan diberbagai daerah di Indonesia termasuk di Kalimantan Timur khususnya Kutai Kartanegara (Kukar).

Dalam hal itu, Bupati Kukar Edi Damansyah selalu mengingatkan seluruh pihak untuk melakukan langkah-langkah dalam rangka mengentaskan stunting di kalangan masyarakat.

Beberapa program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara terkait stunting telah terlaksana dengan baik yang dibuktikan dengan penurunan angka stunting di Kukar.

Misalnya saja Desa Loa Pari, merupakan salah satu desa yang pernah menjadi lokus program penurunan stunting karena banyaknya penderita kurang gizi.

“Awalnya Desa Loa Pari menjadi Lokus namun sekarang permasalahan stunting sudah bisa di kendalikan,” ungkap Kades Loa Pari, I Ketut Sudiyatmika, pada Senin (27/5/2024).

Lebih lanjut I Ketut Sudiyatmika mengemukakan bahwa, saat ini hanya tercatat satu orang menderita dan satu orang terindikasi terkena stunting di Desa Loa Pari.

Keberhasilan Desa Loa Pari dalam menekan angka stunting tidak terlepas dari pemanfaatan Anggaran Dana Desa (ADD) terhadap penderita stunting.

“Beberapa hal yang kami lakukan dengan memanfaatkan dana desa diantaranya bedah rumah, perbaikan sanitasi, dan pemberian makanan bergizi serta air bersih,”  beber I Ketut Sudiyatmika.

I Ketut Sudiyatmika menyebut, Pemerintah Desa Loa Pari juga memberdayakan Posyandu untuk melakukan pendataan, penyuluhan dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Dalam hal itu, I Ketut Sudiyatmika menilai bahwa kesadaran masyarakat Desa Loa Pari untuk datang ke Posyandu masih sangat rendah sehingga perlu diberikan edukasi.

“Tingkat kehadiran masyarakat di Desa Loa Pari itu cuma sekitar 50 persen. Untuk itu, saya mengimbau masyarakat untuk hadir di Posyandu demi kehidupan yang sehat,”  tutupnya.(adv/diskominfo_kukar/in/fz)

Artikel ini telah dibaca 157 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Perkuat Sinergi dengan Pemda, PHSS Gelar Pertandingan Persahabatan di Samarinda

26 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Refleksi Dua Tahun DPRD Balikpapan, AMSI Soroti Fungsi Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan

24 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Iswandi Soroti Rencana Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Khawatir Ganggu Likuiditas Bank Daerah

23 Oktober 2026 - 17:00 WITA

Pemadaman Listrik Berlarut, Abdul Rohim Desak Audit PLN Dan Usulkan Kompensasi 50 Persen Tagihan

22 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Samarinda Mantapkan Langkah Lepas Dari Ketergantungan Tambang, Empat Sektor Jadi Andalan Ekonomi

19 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Deni Hakim Anwar Desak Evaluasi Perumahan dan Pembenahan Drainase untuk Atasi Banjir Samarinda

19 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH