Menu ✖

Mode Gelap
Penataan Tahura Bukit Soeharto, Pemerintah Sepakati Delapan Langkah Kebakaran Eks HGU PTPN 13 Marangkayu, Api Diperkirakan Melahap 150 Hektare PKS Dinsos dan Pengadilan Agama Perkuat Pendampingan Perwalian Anak Hakim Agung Tinjau IKN, Sebut Pembangunan Kawasan Yudikatif Terus Berjalan Basuki Sambut Mahasiswa Angkatan Pertama Universitas Gunadarma IKN

BERITA DAERAH · 19 Sep 2024 10:15 WITA ·

Atlet Layar Nusantara pada PON Aceh-Sumut Terima Sertifikat Prestasi Kehormatan Melalui Hasil Handicap


 Atlet Layar Nusantara pada PON Aceh-Sumut Terima Sertifikat Prestasi Kehormatan Melalui Hasil Handicap Perbesar

KUTAIPANRITA.ID, BANDA ACEH – Atlet Layar Nusantara tampil memukau di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024. Meski tidak terhitung dalam perolehan medali, dua atlet Layar Nusantara, Aldi (13) dan Alya (12), tetap menunjukkan performa terbaik dan dapat mengimbangi para atlet layar dari kontingen lain.

Atas penampilan gemilangnya, kedua atlet cilik asal Kabupaten Berau, Kalimantan Timur ini, diberikan sertifikat prestasi kehormatan melalui proses handicapping sebagai kompensasi penilaian untuk menyamakan peluang menang.

Handicapping merupakan mekanisme penilainan yang dilakukan juri untuk penyetaraan point dari lintasan yang berbeda baik dari segi waktu maupun jarak, antara atlet layar Nusantara sebagai peserta eksebisi (uji coba), dengan atlet layar kontingen lain yang tampil dalam pertandingan sebenarnya.

Setelah penyetaraan point, peserta eksebisi akan menerima sertifikat prestasi kehormatan yang setara dengan point peraih medali.

Dalam hal ini, Aldi yang bertanding di kategori Optimist Putra, menerima penyetaraan point setara dengan point peraih medali perak. Sementara Alya yang tampil di kategori Optimist Putri, mendapat sertifikat usai berhasil mengumpulkan point setara medali perunggu.

Sertifikat tersebut diberikan saat Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) Cabang Olahraga Layar, Senin (16/09/2024), di Pantai Gampong Jawa, Banda Aceh, Aceh.

Kedua atlet Layar Nusantara ini mengaku sangat senang atas sertifikat prestasi kehormatan sebagai pengakuan prestasi mereka di ajang PON XXI/2024.

“Benar-benar nggak nyangka bisa dapat sertifikat prestasi yang nilainya setara zona medali. Ke depannya akan berusaha supaya nilainya sama dengan medali emas”, ujar Aldi.

“Yang pasti kita nggak mau cepat puas atas prestasi ini. Kita mau terus latihan, kalau dikasih kesempatan kita juga mau terus ikut turnamen biar tekniknya makin bagus”, tambah Alya.

Aldi dan Alya tercatat sebagai atlet KONI Kaltim yang telah mendapt izin dengan status pinjam pakai untuk mewakili Kontingen Nusantara di multievent nasional PON XXI/2024 ACEH – Sumut.

Sejak kecil keduanya sudah terbiasa berlatih di laut lepas. Bagi mereka, menghadapi angin, ombak, dan badai di tengah laut menjadi satu perjalanan panjang yang harus ditaklukkan untuk menjadi seorang pelayar andal, sehingga mereka dapat mengharumkan nama Kaltim dan Nusantara di kancah nasional maupun internasional.

Baca juga Plt. Kepala Otorita IKN : Penghijauan dan Pelepasan Satwa Upaya Menjaga Ekosistem Alam di IKN https://kutaipanrita.id/plt-kepala-otorita-ikn-penghijauan-dan-pelepasan-satwa-upaya-menjaga-ekosistem-alam-di-ikn/

Sementara itu, Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat, Alimuddin juga menyampaikan bentuk supportnya dari Otorita IKN.

“Kami turut bangga dengan pencapain atlet-atlet perwakilan dari IKN. Saat ini kita ingin melihat IKN itu maju selain dengan pembangunan infrastruktur juga dengan pembangunan manusia, antara lain di bidang olahraga, seperti sekarang ini kita mengikuti PON.”

Ia menegaskan, sejauh ini berbagai langkah konkret telah dilakukan guna menyeimbangkan pembangunan fisik dan nonfisik di IKN, salah satunya dengan merumuskan Peta Jalan Pendidikan.

“Kita sedang bikin Peta Jalan Pendidikan yang inklusif, sehingga pendidikan di IKN tidak hanya soal akademis saja, tapi juga non akademis, contohnya olahraga, musik, dan lainnya,” jelasnya.

Alimuddin juga menegaskan bahwa tujuan utama IKN turut serta dalam perhelatan PON kali ini bukan untuk memenangkan kompetisi, tapi untuk menyosialisasikan Nusantara sebagai kota dunia untuk semua.

“Target kita di PON ini tidak untuk memenangkan kompetisi, tapi supaya kita bisa sosialisasi kepada 38 provinsi, bahwa ibu kota negara Indonesia yang namanya Nusantara, sudah siap untuk melaksanakan fungsi pemerintah daerah khusus,” tambah Alimuddin.

Sumber : Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

Artikel ini telah dibaca 65 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kebakaran Eks HGU PTPN 13 Marangkayu, Api Diperkirakan Melahap 150 Hektare

1 Oktober 2026 - 14:00 WITA

PKS Dinsos dan Pengadilan Agama Perkuat Pendampingan Perwalian Anak

1 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Satpol PP Kukar Tertibkan 23 Pelajar Yang Nongkrong Saat Jam Sekolah

28 September 2026 - 16:00 WITA

Viral Direkam Dari Kabin Excavator, Orangutan Kurus Jalani Rehabilitasi Di Berau

28 September 2026 - 15:00 WITA

Beseprah Erau 2026, Tradisi Jamuan Rakyat yang Satukan Masyarakat Kutai

24 September 2026 - 13:00 WITA

Kejari-PWI Kukar Siapkan FORWAKA, Perkuat Komunikasi dan Kompetensi Wartawan

22 September 2026 - 14:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH