Menu

Mode Gelap
Basarnas Hentikan Operasi Pencarian Nelayan Hilang di Muara Berau Setelah Lima Hari Pencarian Nelayan Hilang di Muara Berau Masuk Hari Ketiga, Korban Masih Belum Ditemukan KukarGo Resmi Diperkenalkan, Dispar Kukar Perluas Promosi Produk Ekonomi Kreatif Otorita IKN Pacu Pembangunan Tahap II, Target Ibu Kota Politik 2028 Dikejar Evaluasi Job Fair Kukar 2026, Distransnaker Siapkan Pelatihan Kompetensi Sesuai Kebutuhan Industri

BERITA DAERAH · 13 Okt 2025 16:15 WITA ·

Titik Nol Tenggarong Jadi Panggung Hidup Kebudayaan Kukar


 Taman Titik Nol Tenggarong, Ikon Baru Ruang Publik di Jantung Kutai Kartanegara. (Indirwan/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id) Perbesar

Taman Titik Nol Tenggarong, Ikon Baru Ruang Publik di Jantung Kutai Kartanegara. (Indirwan/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA– Setiap akhir pekan, suasana di kawasan Titik Nol Tenggarong berubah menjadi panggung budaya. Dentuman musik tradisional, tarian daerah, dan penampilan komunitas seni lokal menghidupkan ruang publik yang kini diproyeksikan sebagai jantung wisata budaya Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Langkah pengembangan kawasan ini digagas oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar sebagai bagian dari upaya memperkuat karakter daerah berbasis kebudayaan.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menjelaskan bahwa kawasan Titik Nol kini difungsikan sebagai tempat ekspresi masyarakat dan pelajar untuk menampilkan karya seni mereka.

“Kami ingin menjadikan Titik Nol sebagai ruang yang hidup, tempat masyarakat bisa menikmati sekaligus melestarikan budaya lokal,” ujar Puji, Senin (13/10/2025).

Beragam kegiatan seni rutin digelar di area tersebut, mulai dari tari Jepen, musik etnik, hingga pameran kriya lokal. Pemerintah berharap aktivitas itu mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya sendiri.

Menurut Puji, posisi strategis kawasan Titik Nol yang berada di pusat kota dan dikelilingi situs bersejarah seperti Museum Mulawarman dan Masjid Jami Aji Amir Hasanoeddin, menjadikannya lokasi ideal untuk mengangkat citra Tenggarong sebagai kota budaya.

“Kawasan ini punya nilai sejarah dan simbol identitas daerah. Karena itu, kami menjadikannya etalase bagi kegiatan seni masyarakat,” katanya.

Disdikbud Kukar berkomitmen menjaga keberlanjutan kegiatan budaya di kawasan ini agar tidak berhenti pada perayaan semata, tetapi menjadi wadah pembinaan dan promosi seni yang konsisten.

“Kami ingin masyarakat bisa terus berkreasi di sini. Dari anak sekolah hingga komunitas lokal, semuanya punya ruang berekspresi,” tutup Puji. (ADV/Disdikbud Kukar)

 

Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 87 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Basarnas Hentikan Operasi Pencarian Nelayan Hilang di Muara Berau Setelah Lima Hari

21 Juli 2026 - 17:00 WITA

Pencarian Nelayan Hilang di Muara Berau Masuk Hari Ketiga, Korban Masih Belum Ditemukan

19 Juli 2026 - 18:30 WITA

KukarGo Resmi Diperkenalkan, Dispar Kukar Perluas Promosi Produk Ekonomi Kreatif

16 Juli 2026 - 12:00 WITA

Evaluasi Job Fair Kukar 2026, Distransnaker Siapkan Pelatihan Kompetensi Sesuai Kebutuhan Industri

15 Juli 2026 - 13:00 WITA

Yayasan Ibadurrahman Gugat Pencabutan NSP, Nilai Prosedur Kemenag Tak Sesuai Administrasi

14 Juli 2026 - 18:00 WITA

Job Fair Kukar 2026 Masuki Tahap Wawancara, 20 Perusahaan Berebut Talenta Lokal

14 Juli 2026 - 14:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH