Menu

Mode Gelap
Curi Ponsel di Jalan, Pria di Samarinda Ditangkap Polisi Perbaiki Klotok di Tepi Mahakam, Motoris 58 Tahun Ditemukan Meninggal Karhutla dan Kekeringan di Kukar, Pemkab Siapkan Rekayasa Cuaca Untuk Selamatkan Pertanian Suharso Monoarfa Tinjau IKN, Dorong Konsistensi Pembangunan dan Keberanian Investor Lokal Nelayan Hilang di Perairan Tanjung Aru, Tim SAR Temukan Bangkai Kapal

BERITA DAERAH · 23 Apr 2026 16:00 WITA ·

DPRD Soroti Parkir Liar di Car Free Night, Abdul Rohim Minta Penataan Segera


 Anggota DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, memberikan keterangan kepada awak media terkait sorotan terhadap pelaksanaan car free night di Samarinda, khususnya penataan parkir di luar kawasan utama kegiatan yang dinilai masih perlu dibenahi meski konsep acara sudah berjalan baik. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Anggota DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, memberikan keterangan kepada awak media terkait sorotan terhadap pelaksanaan car free night di Samarinda, khususnya penataan parkir di luar kawasan utama kegiatan yang dinilai masih perlu dibenahi meski konsep acara sudah berjalan baik. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Pelaksanaan car free night di Kota Samarinda kembali mendapat sorotan DPRD, terutama terkait penataan parkir di luar kawasan utama kegiatan. Anggota DPRD Kota Samanrinda, Abdul Rohim, menilai konsep acara sudah berjalan baik, namun masih terdapat persoalan yang perlu dibenahi.

Menurutnya, area inti kegiatan telah tertata rapi dan mampu menghadirkan suasana nyaman bagi masyarakat. Namun, kondisi berbeda terlihat di ruas jalan sekitar yang justru dipenuhi parkir liar dan menimbulkan kesemrawutan.

“Di dalam area utama sudah tertib, tapi begitu keluar sedikit justru terlihat parkir yang tidak teratur,” ujarnya kepada awak media.

Abdul Rohim juga menyoroti adanya laporan masyarakat terkait pungutan parkir yang dinilai berlebihan, bahkan mencapai Rp10 ribu tanpa kejelasan pengelolaan. Hal ini dinilai merugikan masyarakat sekaligus berpotensi menurunkan kepercayaan publik.

Ia pun meminta Dinas Perhubungan segera mengambil langkah tegas, mulai dari penertiban parkir liar hingga penyediaan kantong parkir resmi di sekitar lokasi kegiatan.

“Penataan ini penting, apalagi jika ke depan diterapkan sistem parkir berlangganan. Jangan sampai masyarakat merasa dirugikan,” tegasnya.

Di sisi lain, ia melihat car free night sebagai peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi pelaku UMKM. Ia mendorong pemerintah menyediakan fasilitas yang terjangkau, seperti tenda usaha melalui kerja sama dengan pihak swasta.

Dengan penataan yang lebih baik, ia berharap car free night tidak hanya menjadi ruang rekreasi, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat Samarinda.

 

Pewarta : Fathur Rabbany
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Perbaiki Klotok di Tepi Mahakam, Motoris 58 Tahun Ditemukan Meninggal

21 Agustus 2026 - 12:00 WITA

Karhutla dan Kekeringan di Kukar, Pemkab Siapkan Rekayasa Cuaca Untuk Selamatkan Pertanian

21 Agustus 2026 - 11:00 WITA

Nelayan Hilang di Perairan Tanjung Aru, Tim SAR Temukan Bangkai Kapal

20 Agustus 2026 - 22:00 WITA

Tanpa APBD, Sekretariat DPRD Samarinda Tetap Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Semangat Gotong Royong

20 Agustus 2026 - 21:00 WITA

200 Ribu Pekerja Informal Samarinda Belum Terlindungi BPJS, DPRD Dorong Perluasan Jaminan Sosial

20 Agustus 2026 - 20:00 WITA

12 Pelajar SMP Samarinda Positif Narkoba, DPRD Dorong Deteksi Dini di Sekolah

20 Agustus 2026 - 19:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH