Menu ✖

Mode Gelap
Perkuat Sinergi dengan Pemda, PHSS Gelar Pertandingan Persahabatan di Samarinda Piala Soeratin 2026 Tuntas di IKN, ASIOP hingga Waamanat Bhintuka FC Raih Gelar Juara Refleksi Dua Tahun DPRD Balikpapan, AMSI Soroti Fungsi Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan Mahakam Investment Forum 2026 Di IKN, Investor Dan Delegasi Internasional Jajaki Peluang Kerja Sama Iswandi Soroti Rencana Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Khawatir Ganggu Likuiditas Bank Daerah

BERITA DAERAH · 5 Sep 2025 10:15 WITA ·

Disdikbud Kukar Beri Kesempatan Generasi Muda Kukar Unjuk Ekspresi Seni dan Identitas Budaya Kutai Lewat FTBI 2025


 Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tahun 2025 kembali digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (4/9/2025). (Indirwan/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id) Perbesar

Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tahun 2025 kembali digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (4/9/2025). (Indirwan/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tahun 2025 kembali digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Ajang tahunan ini berlangsung 4–6 September 2025 di Aula Lantai 3 Disdikbud Kukar dengan melibatkan ratusan pelajar, guru, dan penampil seni bahasa daerah.

Festival ini bukan sekadar lomba bahasa, melainkan wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan seni dan memperkuat identitas budaya Kutai.

“Di sini anak-anak tidak hanya berbahasa, tetapi juga menunjukkan kebanggaan mereka sebagai orang Kutai,” tutur Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo dalam sambutannya, Kamis (4/9/2025).

Berbagai cabang lomba digelar, mulai dari tingkilan, tarsul, jepen, hingga lagu daerah. Menurut Puji, seni yang ditampilkan bukan hanya hiburan, tetapi juga cermin dari keberagaman dialek dan kekayaan budaya Kutai.

“Bahasa Kutai itu beragam dialeknya, ada pesisir, ada penghuluan, ada Tenggarong. Melalui festival ini semuanya bisa ditampilkan, dan itulah yang memperkaya identitas kita,” ujarnya.

Puji menegaskan bahwa seni dan bahasa tidak bisa dipisahkan, sebab keduanya merupakan wujud nyata kebudayaan. Ia menambahkan, anak-anak yang tampil dalam FTBI otomatis sedang melestarikan tradisi yang diwariskan dari orang tua dan leluhur. Menurutnya, FTBI juga menjadi panggung pembelajaran mental bagi generasi muda.

“Tampil di depan umum dengan bahasa daerah sendiri adalah bentuk keberanian. Anak-anak ini sedang menunjukkan bahwa mereka bangga dengan identitasnya,” tambah Puji.

Puji sempat menyinggung pengalaman FTBI 2024, ketika bahasa Kutai dialek Tenggarong dianggap sudah bercampur bahasa Indonesia. Meski begitu, ia menilai hal tersebut bukan hambatan, melainkan bagian dari dinamika budaya yang terus berkembang.

“Bahasa itu hidup dan bergerak. Justru lewat lomba ini kita bisa terus mengingatkan bagaimana bahasa Kutai yang tepat dan bagaimana menggunakannya dengan bangga,” ucapnya.

Ia berharap, FTBI tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum bagi sekolah, guru, dan masyarakat untuk menjadikan seni dan bahasa daerah sebagai bagian dari keseharian.

“Kalau tidak kita rawat, bahasa dan seni itu bisa hilang. FTBI hadir untuk menguatkan ingatan kita semua,” pungkasnya. (ADV/DisdikbudKukar)

 

Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Perkuat Sinergi dengan Pemda, PHSS Gelar Pertandingan Persahabatan di Samarinda

26 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Refleksi Dua Tahun DPRD Balikpapan, AMSI Soroti Fungsi Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan

24 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Iswandi Soroti Rencana Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Khawatir Ganggu Likuiditas Bank Daerah

23 Oktober 2026 - 17:00 WITA

Pemadaman Listrik Berlarut, Abdul Rohim Desak Audit PLN Dan Usulkan Kompensasi 50 Persen Tagihan

22 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Samarinda Mantapkan Langkah Lepas Dari Ketergantungan Tambang, Empat Sektor Jadi Andalan Ekonomi

19 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Deni Hakim Anwar Desak Evaluasi Perumahan dan Pembenahan Drainase untuk Atasi Banjir Samarinda

19 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH