Menu

Mode Gelap
Otorita IKN Kehilangan Sosok Penting, Troy Harold Yohanes Pantouw Berpulang Dari Yogyakarta, Petala Borneo Promosikan Erau dan Bawa Musik Kutai ke Panggung Internasional PWI Kukar Perkuat Integritas Wartawan, Tegaskan Kecepatan Tak Boleh Kalahkan Kebenaran IKN Hadirkan Gaya Hidup Baru, Warga Nikmati Pulang Kerja Tanpa Macet Sambut Era IKN, Firma Hukum Elviandri Siapkan SDM dan Layanan Hukum Profesional

BERITA DAERAH · 6 Mei 2024 11:47 WITA ·

Disdikbud Kukar Terus Lakukan Penguatan dan Pelestarian Budaya


 Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara, Thauhid Afrilian Noor.(in/kutaipanrita.id) Perbesar

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara, Thauhid Afrilian Noor.(in/kutaipanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, saat ini tengah gencar melakukan berbagai kegiatan untuk mendorong pelestarian budaya Kutai di masyarakat.

Salah satu program yang akan dilaksanakan adalah mengenakan pakaian adat yang akan dirangkaikan dengan penggunaan bahasa Kutai seharian penuh di sekolah.

“Kami sudah bicarakan dengan bapak Bupati, selain ada Miskat Day, kita juga akan tambahkan pakaian adat Kutai yang lain contohnya baju Cinan,” ucap Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, pada Senin (6/5/2024).

Lebih lanjut Thauhid Afrilian Noor mengemukakan, selain menggunakan pakaian adat, juga akan diwajibkan penggunaan bahasa Kutai selama di sekolah setiap hari Kamis, untuk memaksimalkan program tersebut.

“Hari Kamis dijadikan sebagai hari bahasa Kutai, yang akan digunakan dalam rapat-rapat ataupun pertemuan,” terangnya.

Beberapa program tersebut merupakan upaya dan langkah Pemkab Kutai Kartanegara melalui Disdikbud Kukar, sebagai bagian dari penguatan budaya Kutai agar tidak punah disebabkan oleh perkembangan zaman.

“Sebagai daerah yang masuk wilayah  IKN, program ini diharapkan mampu meningkatkan eksistensi budaya Kutai sebagai ciri khas daerah kita,” ungkap Thauhid Afrilian Noor.

Thauhid Afrilian Noor juga berharap, agar program tersebut dapat  menjadi perhatian khusus bagi pemerintah dan juga pihak terkait, sehingga implementasinya bisa berjalan dengan lancar dalam rangka melestarikan budaya yang merupakan warisan nenek moyang Kutai Kartanegara.

“Dengan adanya penguatan ini baik bahasa, budaya, pakaian adat dan seni dapat kita lestarikan jangan sampai tenggelam karena adanya IKN,” pungkasnya.(adv/diskominfo_kukar/in/fz)

Artikel ini telah dibaca 335 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

PWI Kukar Perkuat Integritas Wartawan, Tegaskan Kecepatan Tak Boleh Kalahkan Kebenaran

25 Juli 2026 - 16:00 WITA

Sambut Era IKN, Firma Hukum Elviandri Siapkan SDM dan Layanan Hukum Profesional

25 Juli 2026 - 14:00 WITA

Kapolresta Samarinda Lantik AKBP Anib Bastian sebagai Wakapolresta Baru

24 Juli 2026 - 15:00 WITA

DPRD Samarinda Usulkan Disporapar Dipisah agar Pengembangan Pariwisata Lebih Optimal

23 Juli 2026 - 18:00 WITA

DPRD Samarinda Minta Satpol PP Intensif Tertibkan Manusia Silver

23 Juli 2026 - 17:00 WITA

DPRD Samarinda Dorong Kebijakan Terpadu untuk Wujudkan Kota Layak Anak

23 Juli 2026 - 16:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH