Menu ✖

Mode Gelap
Perkuat Sinergi dengan Pemda, PHSS Gelar Pertandingan Persahabatan di Samarinda Piala Soeratin 2026 Tuntas di IKN, ASIOP hingga Waamanat Bhintuka FC Raih Gelar Juara Refleksi Dua Tahun DPRD Balikpapan, AMSI Soroti Fungsi Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan Mahakam Investment Forum 2026 Di IKN, Investor Dan Delegasi Internasional Jajaki Peluang Kerja Sama Iswandi Soroti Rencana Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Khawatir Ganggu Likuiditas Bank Daerah

BERITA DAERAH · 6 Mei 2024 11:47 WITA ·

Disdikbud Kukar Terus Lakukan Penguatan dan Pelestarian Budaya


 Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara, Thauhid Afrilian Noor.(in/kutaipanrita.id) Perbesar

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara, Thauhid Afrilian Noor.(in/kutaipanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, saat ini tengah gencar melakukan berbagai kegiatan untuk mendorong pelestarian budaya Kutai di masyarakat.

Salah satu program yang akan dilaksanakan adalah mengenakan pakaian adat yang akan dirangkaikan dengan penggunaan bahasa Kutai seharian penuh di sekolah.

“Kami sudah bicarakan dengan bapak Bupati, selain ada Miskat Day, kita juga akan tambahkan pakaian adat Kutai yang lain contohnya baju Cinan,” ucap Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, pada Senin (6/5/2024).

Lebih lanjut Thauhid Afrilian Noor mengemukakan, selain menggunakan pakaian adat, juga akan diwajibkan penggunaan bahasa Kutai selama di sekolah setiap hari Kamis, untuk memaksimalkan program tersebut.

“Hari Kamis dijadikan sebagai hari bahasa Kutai, yang akan digunakan dalam rapat-rapat ataupun pertemuan,” terangnya.

Beberapa program tersebut merupakan upaya dan langkah Pemkab Kutai Kartanegara melalui Disdikbud Kukar, sebagai bagian dari penguatan budaya Kutai agar tidak punah disebabkan oleh perkembangan zaman.

“Sebagai daerah yang masuk wilayah  IKN, program ini diharapkan mampu meningkatkan eksistensi budaya Kutai sebagai ciri khas daerah kita,” ungkap Thauhid Afrilian Noor.

Thauhid Afrilian Noor juga berharap, agar program tersebut dapat  menjadi perhatian khusus bagi pemerintah dan juga pihak terkait, sehingga implementasinya bisa berjalan dengan lancar dalam rangka melestarikan budaya yang merupakan warisan nenek moyang Kutai Kartanegara.

“Dengan adanya penguatan ini baik bahasa, budaya, pakaian adat dan seni dapat kita lestarikan jangan sampai tenggelam karena adanya IKN,” pungkasnya.(adv/diskominfo_kukar/in/fz)

Artikel ini telah dibaca 356 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Perkuat Sinergi dengan Pemda, PHSS Gelar Pertandingan Persahabatan di Samarinda

26 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Refleksi Dua Tahun DPRD Balikpapan, AMSI Soroti Fungsi Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan

24 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Iswandi Soroti Rencana Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Khawatir Ganggu Likuiditas Bank Daerah

23 Oktober 2026 - 17:00 WITA

Pemadaman Listrik Berlarut, Abdul Rohim Desak Audit PLN Dan Usulkan Kompensasi 50 Persen Tagihan

22 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Samarinda Mantapkan Langkah Lepas Dari Ketergantungan Tambang, Empat Sektor Jadi Andalan Ekonomi

19 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Deni Hakim Anwar Desak Evaluasi Perumahan dan Pembenahan Drainase untuk Atasi Banjir Samarinda

19 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH