Menu

Mode Gelap
Half Marathon Perdana di IKN Sukses Digelar, Ribuan Pelari Ramaikan Kawasan Inti Nusantara Danis Sumadilaga Beberkan Strategi Besar Pembangunan IKN, Tekankan Pentingnya Perencanaan dan Integritas Otorita IKN Tegas Berantas Aktivitas Ilegal, Tambang dan Perambahan Hutan Jadi Perhatian Serius Perguruan Tinggi Se-Kalimantan Bersinergi di IKN, Siapkan Generasi Unggul untuk Indonesia Emas 2045 Setengah Abad PPKP Ribathul Khail, Dari Tradisi Pesantren Menuju Kebangkitan Generasi

BERITA DAERAH · 7 Mei 2026 18:00 WITA ·

DPRD Samarinda Soroti Meninggalnya Pelajar SMK, Sri Puji Minta Semua Pihak Tingkatkan Kepedulian Sosial


 Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, memberikan keterangan terkait meninggalnya seorang pelajar SMK di Kota Samarinda yang menimbulkan keprihatinan berbagai kalangan. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, memberikan keterangan terkait meninggalnya seorang pelajar SMK di Kota Samarinda yang menimbulkan keprihatinan berbagai kalangan. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA — Meninggalnya seorang pelajar SMK di Kota Samarinda menimbulkan keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan. Peristiwa tersebut dinilai harus menjadi bahan evaluasi bersama, baik bagi pemerintah, sekolah maupun lingkungan masyarakat.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, mengatakan kejadian tersebut tidak boleh dipandang sebagai persoalan biasa karena menyangkut keselamatan dan masa depan anak-anak di Kota Samarinda.

Saat ditemui awak media, Kamis (7/5/2026), Sri Puji mengaku masih menunggu kepastian informasi terkait kronologi lengkap kejadian tersebut. Menurutnya, berbagai informasi yang beredar di masyarakat masih berbeda-beda sehingga perlu pendalaman lebih lanjut dari pihak terkait.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa siapa pun yang tinggal di Samarinda tetap menjadi tanggung jawab bersama dalam hal perlindungan sosial maupun pelayanan kesehatan.

“Kita semua tentu prihatin,” ujarnya singkat.

Menurut Sri Puji, meskipun sekolah kejuruan berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, korban tetap merupakan warga Samarinda yang seharusnya mendapat perhatian dari lingkungan sekitar maupun pemerintah daerah.

Ia menilai kasus tersebut memperlihatkan pentingnya sensitivitas sosial di tengah masyarakat. Keberadaan RT, Dasawisma hingga tetangga sekitar, kata dia, seharusnya dapat membantu mendeteksi lebih dini apabila terdapat keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi maupun persoalan kesehatan.

Menurutnya, kepedulian sosial menjadi hal penting agar masyarakat yang berada dalam kondisi rentan tidak luput dari perhatian.

Sri Puji juga menyoroti persoalan administrasi kependudukan yang dinilai masih menjadi kendala bagi sebagian masyarakat untuk memperoleh layanan pemerintah.

Ia menjelaskan bahwa dokumen kependudukan menjadi syarat utama untuk mengakses berbagai bantuan sosial, layanan kesehatan hingga program pendidikan dari pemerintah.

“Administrasi kependudukan itu sangat penting,” katanya.

Menurutnya, masyarakat yang belum memiliki data kependudukan lengkap sering kali mengalami kesulitan mendapatkan bantuan negara karena tidak terdata secara optimal di sistem pemerintahan.

Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius, terutama bagi warga pendatang maupun masyarakat di wilayah pinggiran yang belum memahami pentingnya administrasi kependudukan.

Selain lingkungan masyarakat, Sri Puji juga menekankan pentingnya peran sekolah dalam memantau kondisi sosial dan kesehatan peserta didik.

Ia mengatakan guru wali kelas, komite sekolah hingga pihak manajemen sekolah harus lebih aktif memperhatikan siswa yang mengalami kesulitan ekonomi maupun masalah kesehatan.

Menurutnya, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang pembinaan dan pengawasan terhadap perkembangan peserta didik.

“Fungsi pengawasan di sekolah harus berjalan,” tegasnya.

Sri Puji menambahkan, apabila komunikasi antara siswa, sekolah dan lingkungan sekitar berjalan baik, maka persoalan yang dihadapi siswa biasanya dapat diketahui lebih cepat sehingga bantuan maupun perhatian dapat segera diberikan.

Ia juga mengingatkan agar kasus tersebut tidak langsung diarahkan sebagai kesalahan satu pihak tertentu. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk meningkatkan kepedulian sosial agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Semua pihak harus introspeksi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Sri Puji turut menyinggung masih adanya wilayah di pinggiran Samarinda yang menghadapi keterbatasan akses pendidikan, layanan kesehatan hingga administrasi kependudukan.

Kondisi tersebut, menurutnya, harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar tidak ada lagi masyarakat yang tertinggal dari pelayanan dasar negara.

Ia berharap meninggalnya pelajar tersebut dapat menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap kondisi anak-anak dan keluarga rentan di lingkungan sekitar.

“Jangan sampai ada lagi anak-anak yang luput dari perhatian,” pungkasnya.

 

ADV Sekretariat DPRD Kota Samarinda
Pewarta : Fathur Rabbany
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Setengah Abad PPKP Ribathul Khail, Dari Tradisi Pesantren Menuju Kebangkitan Generasi

9 Mei 2026 - 13:00 WITA

Dishub Samarinda Tegaskan Penertiban Parkir Pelajar Demi Keselamatan di Jalan Raya

9 Mei 2026 - 12:00 WITA

Viktor Yuan Minta Dishub Bijak Tertibkan Kendaraan Pelajar di Area Rumah Warga

9 Mei 2026 - 11:00 WITA

Viktor Yuan Minta Revitalisasi Pasar Segiri Dipersiapkan Matang

9 Mei 2026 - 10:00 WITA

Viktor Yuan Nilai KalaFest 2026 Jadi Ajang Strategis Promosi UMKM Kaltim

9 Mei 2026 - 09:00 WITA

Bupati Kukar Lantik 19 Pejabat, Tekankan Reformasi ASN dan Layanan Kesehatan 24 Jam

8 Mei 2026 - 19:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH