KUTAIPANRITA.ID, NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Bank Indonesia (BI) menggelar Festival Cabai Nusantara 2026 di Nusantara Park, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Sabtu–Minggu (26–27/9/2026).
Festival yang berlangsung selama dua hari tersebut tidak hanya memperkenalkan beragam jenis cabai, tetapi juga mengangkat potensi cabai sebagai bagian dari ketahanan pangan, peluang usaha masyarakat, kesehatan, hingga komoditas yang berpengaruh terhadap pengendalian inflasi.
Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, mengatakan Festival Cabai Nusantara menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap program prioritas pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan dan keanekaragaman pangan.
Menurutnya, cabai merupakan komoditas yang memiliki keterkaitan luas dengan kehidupan masyarakat. Selain digunakan sebagai bahan pangan sehari-hari, cabai juga memiliki nilai ekonomi dan kandungan nutrisi yang baik.
“Festival ini bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan. Cabai bukan hanya soal rasa pedas, tetapi juga berkaitan dengan ekonomi, kesehatan, dan inflasi,” ujar Myrna di Nusantara Park, Sabtu (26/9/2026).
Selama pelaksanaan festival, pengunjung disuguhkan berbagai kegiatan, di antaranya Kontes dan Lelang Tanaman Cabai, Bazar UMKM, Lomba Memasak Kreasi Sambal Nusantara, IKN Chili Challenge, fun games, beauty class, hingga hiburan musik.
Selain itu, festival juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat melalui sesi berbagi pengetahuan mengenai tanaman cabai, teknik budi daya, urban farming, serta sosialisasi Pengolahan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) dan larangan membakar.
Kepala Sekretariat Kerja Bersama (SKB) BI IKN, Sunarso, menyampaikan dukungan BI terhadap kegiatan tersebut karena penguatan komoditas cabai berkaitan dengan upaya menjaga stabilitas harga dan inflasi.
Ia menjelaskan, penguatan pasokan cabai perlu dilakukan secara menyeluruh dari sisi hulu hingga hilir. Salah satunya melalui peningkatan kapasitas petani serta memperluas akses pemasaran dengan mempertemukan petani dan calon pembeli melalui skema business matching.
“Kami mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini. Cabai merupakan salah satu komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi,” kata Sunarso.
Festival Cabai Nusantara juga menghadirkan Bazar UMKM yang menawarkan beragam produk olahan cabai, produk lokal, tanaman pangan dan hortikultura, sayuran segar, hingga minuman herbal.
Antusiasme pengunjung terlihat dari kehadiran sejumlah kelompok masyarakat, termasuk Kelompok Wanita Tani (KWT) Samboja. Salah seorang pengunjung, Nursanti, mengaku mendapatkan pengalaman baru setelah melihat beragam jenis cabai yang dipamerkan.
“Selama ini saya hanya tahu cabai rawit. Ternyata jenisnya banyak dan produknya beragam,” ujarnya.
Menurutnya, festival tersebut juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal dan membeli berbagai produk lokal dengan harga yang terjangkau. Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar pada masa mendatang.
Festival ini terselenggara melalui kolaborasi Otorita IKN dan Bank Indonesia dengan dukungan sejumlah mitra, di antaranya BRI, Bankaltimtara, Syngenta, Suzuki, SKK Migas, Pertamina Hulu Mahakam, OMG, Kahf, Pupuk Kaltim, Mayapada Hospital, Swissôtel Nusantara, Electronic City, Nusantara Park, serta berbagai mitra lainnya.
Myrna mengatakan, pesan penting yang ingin dibawa melalui Festival Cabai Nusantara adalah bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk rumah. Masyarakat dapat membudidayakan cabai di pekarangan maupun menggunakan pot sederhana tanpa membutuhkan lahan yang luas.
Karena itu, masyarakat di wilayah delineasi IKN dan sekitarnya diajak memanfaatkan momentum festival untuk memperoleh pengetahuan sekaligus melihat langsung potensi pengembangan cabai dan produk pangan lokal.
“Kalau ingin awet muda, gembira, dan bahagia, datang ke Festival Cabai Nusantara,” tutup Myrna.
Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara @2026












