Menu ✖

Mode Gelap
Perkuat Sinergi dengan Pemda, PHSS Gelar Pertandingan Persahabatan di Samarinda Piala Soeratin 2026 Tuntas di IKN, ASIOP hingga Waamanat Bhintuka FC Raih Gelar Juara Refleksi Dua Tahun DPRD Balikpapan, AMSI Soroti Fungsi Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan Mahakam Investment Forum 2026 Di IKN, Investor Dan Delegasi Internasional Jajaki Peluang Kerja Sama Iswandi Soroti Rencana Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Khawatir Ganggu Likuiditas Bank Daerah

BERITA DAERAH · 3 Okt 2025 17:15 WITA ·

Guru PAUD Didorong Terapkan Pola Pikir Komputasi Lewat Pembelajaran Matematika


 Workshop Model Pembelajaran Matematika Usia PAUD Tahun 2025 yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara. (Indirwan/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id) Perbesar

Workshop Model Pembelajaran Matematika Usia PAUD Tahun 2025 yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara. (Indirwan/Fairuzzabady/KutaiPanrita.id)

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pembelajaran matematika sejak usia dini dinilai menjadi fondasi penting dalam membentuk kecerdasan anak. Karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong guru PAUD untuk mengintegrasikan pola pikir komputasi dalam kegiatan belajar. Upaya ini salah satunya diwujudkan melalui Workshop Model Pembelajaran Matematika Usia PAUD Tahun 2025 yang digelar di Hotel Bumi Senyiur, Samarinda, pada 28–30 September 2025.

Pembelajaran matematika sejak dini bukan hanya mengenalkan angka, melainkan melatih anak untuk berpikir logis, sistematis, dan kreatif. Menurutnya, pembelajaran berbasis komputasi menjadi fondasi penting yang dapat ditanamkan melalui metode belajar yang menyenangkan.

“Pola berpikir komputasi ini harus dikenalkan sejak anak usia dini. Dengan begitu, mereka terbiasa menyelesaikan masalah melalui langkah-langkah logis, bukan sekadar menghafal angka atau rumus,” ujar Plt. Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto pada Jumat (3/10/2025).

Pujianto menegaskan, guru PAUD memiliki peran strategis dalam proses tersebut. Melalui workshop, para pendidik dibekali model pembelajaran matematika berbasis permainan, alat peraga, dan aktivitas kreatif yang dapat dengan mudah diterima anak.

“Matematika pada anak usia dini itu harus disampaikan lewat permainan dan aktivitas yang menyenangkan. Dengan cara ini, anak-anak tidak merasa terbebani, tetapi justru tertarik untuk belajar,” tambahnya.

Workshop ini diikuti oleh guru PAUD dari 20 kecamatan di Kukar. Mereka diharapkan tidak hanya menguasai metode baru, tetapi juga menjadi agen pengetahuan yang menularkan keterampilan tersebut kepada rekan sejawat di komunitas belajar masing-masing.

Menurut Pujianto, keberhasilan program ini akan sangat ditentukan oleh kemampuan guru dalam mengimplementasikan materi yang diperoleh ke dalam kegiatan belajar sehari-hari.

“Guru adalah kunci. Kalau gurunya sudah paham, maka pola pikir komputasi dan konsep dasar matematika akan lebih mudah ditanamkan kepada anak-anak,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembelajaran semacam ini tidak hanya membentuk kecerdasan numerik anak, tetapi juga membangun keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah sejak dini.

Dengan fondasi tersebut, Pujianto optimistis anak-anak di Kukar dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih siap menghadapi tantangan zaman. “Kalau sejak kecil mereka terbiasa berpikir logis dan sistematis, ke depan mereka akan lebih unggul dalam berbagai bidang,” tutupnya. (ADV/Disdikbud Kukar)

 

Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Perkuat Sinergi dengan Pemda, PHSS Gelar Pertandingan Persahabatan di Samarinda

26 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Refleksi Dua Tahun DPRD Balikpapan, AMSI Soroti Fungsi Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan

24 Oktober 2026 - 15:00 WITA

Iswandi Soroti Rencana Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Khawatir Ganggu Likuiditas Bank Daerah

23 Oktober 2026 - 17:00 WITA

Pemadaman Listrik Berlarut, Abdul Rohim Desak Audit PLN Dan Usulkan Kompensasi 50 Persen Tagihan

22 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Samarinda Mantapkan Langkah Lepas Dari Ketergantungan Tambang, Empat Sektor Jadi Andalan Ekonomi

19 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Deni Hakim Anwar Desak Evaluasi Perumahan dan Pembenahan Drainase untuk Atasi Banjir Samarinda

19 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH