Menu

Mode Gelap
Hasil Usaha Koperasi Senyiur Indah Dialokasikan untuk Bangun 42 Rumah Karyawan Plasma Asap Kembali Terpantau, Otorita IKN Intensifkan Pemantauan Karhutla MBU CUP II 2026 Resmi Bergulir, Camat dan DPRD Kukar Dukung Pembinaan Talenta Lokal MBU CUP II 2026 Bergulir, 22 Tim Adu Kekuatan dan Jadi Ajang Pembinaan Talenta Muara Badak Tiga Hari Dicari, Karyawan PT EAS Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Belayan

BERITA DAERAH · 2 Sep 2026 12:00 WITA ·

Kasus ISPA Melonjak, Pemkab Kukar Alihkan Pembelajaran ke Rumah


 Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyampaikan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa PAUD hingga SMP untuk mengurangi aktivitas anak di luar rumah di tengah meningkatnya kasus ISPA, usai salat istisqa dan doa bersama di Kantor Bupati Kukar, Rabu (2/9/2026). Foto: Fairuzzabady. Perbesar

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyampaikan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa PAUD hingga SMP untuk mengurangi aktivitas anak di luar rumah di tengah meningkatnya kasus ISPA, usai salat istisqa dan doa bersama di Kantor Bupati Kukar, Rabu (2/9/2026). Foto: Fairuzzabady.

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa PAUD, SD, hingga SMP. Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengurangi aktivitas anak di luar rumah menyusul meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyampaikan hal itu usai melaksanakan salat istisqa dan doa bersama di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kukar, Rabu (2/9/2026) pagi.

Aulia meminta siswa tetap mengikuti pembelajaran dengan serius meski kegiatan belajar dilakukan dari rumah. Ia juga mengingatkan orang tua agar membatasi aktivitas anak di luar rumah untuk mengurangi risiko terpapar penyakit.

“Aktivitas di luar rumah harus diminimalkan,” ujar Aulia.

Menurutnya, laporan Dinas Kesehatan menunjukkan kasus ISPA di Kukar meningkat sekitar 200 persen dibandingkan kondisi normal. Karena itu, PJJ diharapkan menjadi langkah untuk melindungi anak selama kondisi tersebut berlangsung.

Sementara itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap diberikan kepada siswa. Teknis distribusinya akan dikoordinasikan antara sekolah dan penyedia MBG, sehingga mekanismenya dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah.

Aulia menegaskan, perubahan sistem pembelajaran tidak boleh mengurangi hak siswa untuk mendapatkan makanan bergizi.

“Hak anak tetap terpenuhi,” tegasnya.

 

Pewarta : Fairuzzabady
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Hasil Usaha Koperasi Senyiur Indah Dialokasikan untuk Bangun 42 Rumah Karyawan Plasma

11 September 2026 - 12:00 WITA

Tiga Hari Dicari, Karyawan PT EAS Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Belayan

6 September 2026 - 13:00 WITA

Karhutla Merambat ke KHDTK Samboja, 11 Orangutan Berhasil Diselamatkan

4 September 2026 - 18:00 WITA

Hendak Seberangi Sungai Belayan, Karyawan PT EAS Tenggelam di Tabang

4 September 2026 - 17:00 WITA

Cegah Karhutla, Polsek KP Samarinda Sosialisasikan Larangan Bakar Lahan di Kawasan Pelabuhan

3 September 2026 - 14:00 WITA

Panen 8 Kuintal Jagung, Polsek Palaran Perkuat Dukungan Ketahanan Pangan

3 September 2026 - 13:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH