Menu ✖

Mode Gelap
Kardinal Ignatius Suharyo Kunjungi Gereja di IKN, Dipersiapkan Jadi Basilika Pertama di Indonesia Deni Hakim Anwar Desak Evaluasi Perumahan dan Pembenahan Drainase untuk Atasi Banjir Samarinda Gunung Bugis Jadi Perhatian, Pemkot dan DPRD Balikpapan Dukung Operasi Pemberantasan Narkoba Operasi Ketiga di Gunung Bugis, 17 Orang Positif Narkoba dan Bakal Dirujuk Rehabilitasi Kabut Asap Kembali Selimuti Samarinda, Deni Hakim Anwar Desak Pemkot Perketat Pencegahan Karhutla

BERITA DAERAH · 2 Sep 2026 12:00 WITA ·

Kasus ISPA Melonjak, Pemkab Kukar Alihkan Pembelajaran ke Rumah


 Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyampaikan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa PAUD hingga SMP untuk mengurangi aktivitas anak di luar rumah di tengah meningkatnya kasus ISPA, usai salat istisqa dan doa bersama di Kantor Bupati Kukar, Rabu (2/9/2026). Foto: Fairuzzabady. Perbesar

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyampaikan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa PAUD hingga SMP untuk mengurangi aktivitas anak di luar rumah di tengah meningkatnya kasus ISPA, usai salat istisqa dan doa bersama di Kantor Bupati Kukar, Rabu (2/9/2026). Foto: Fairuzzabady.

KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa PAUD, SD, hingga SMP. Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengurangi aktivitas anak di luar rumah menyusul meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyampaikan hal itu usai melaksanakan salat istisqa dan doa bersama di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kukar, Rabu (2/9/2026) pagi.

Aulia meminta siswa tetap mengikuti pembelajaran dengan serius meski kegiatan belajar dilakukan dari rumah. Ia juga mengingatkan orang tua agar membatasi aktivitas anak di luar rumah untuk mengurangi risiko terpapar penyakit.

“Aktivitas di luar rumah harus diminimalkan,” ujar Aulia.

Menurutnya, laporan Dinas Kesehatan menunjukkan kasus ISPA di Kukar meningkat sekitar 200 persen dibandingkan kondisi normal. Karena itu, PJJ diharapkan menjadi langkah untuk melindungi anak selama kondisi tersebut berlangsung.

Sementara itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap diberikan kepada siswa. Teknis distribusinya akan dikoordinasikan antara sekolah dan penyedia MBG, sehingga mekanismenya dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah.

Aulia menegaskan, perubahan sistem pembelajaran tidak boleh mengurangi hak siswa untuk mendapatkan makanan bergizi.

“Hak anak tetap terpenuhi,” tegasnya.

 

Pewarta : Fairuzzabady
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Deni Hakim Anwar Desak Evaluasi Perumahan dan Pembenahan Drainase untuk Atasi Banjir Samarinda

19 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Gunung Bugis Jadi Perhatian, Pemkot dan DPRD Balikpapan Dukung Operasi Pemberantasan Narkoba

17 Oktober 2026 - 10:00 WITA

Operasi Ketiga di Gunung Bugis, 17 Orang Positif Narkoba dan Bakal Dirujuk Rehabilitasi

17 Oktober 2026 - 09:00 WITA

Kabut Asap Kembali Selimuti Samarinda, Deni Hakim Anwar Desak Pemkot Perketat Pencegahan Karhutla

16 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Deni Hakim Anwar Soroti Rencana Pembangunan Rumah Sakit di Kawasan Resapan Air Samarinda

16 Oktober 2026 - 13:00 WITA

DPRD Samarinda Soroti Penempatan Lapak Pasar Pagi, Pedagang Minta Lokasi Satu Keluarga Didekatkan

15 Oktober 2026 - 21:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH