Menu

Mode Gelap
PWI Kukar dan Kodim 0906/KKR Perkuat Kolaborasi, Sepakat Jaga Informasi Sehat di Era Digital Helmi Abdullah Dorong Syarikat Islam Perkuat UMKM, Pedagang Tradisional Harus Mampu Bersaing di Era Digital Helmi Abdullah Bagikan Tiga Kunci Sukses Berwirausaha, Dorong Lahirnya Pengusaha Muda Samarinda DPRD Samarinda Sambut Kehadiran Saatnya Bergerak, Helmi Dorong Kolaborasi Awasi Pembangunan Iswandi Soroti Nihilnya Anggaran UMKM 2026, DPRD Akan Minta Penjelasan TAPD

BERITA DAERAH · 29 Jun 2026 18:00 WITA ·

Komisi II DPRD Samarinda Evaluasi Kinerja Bapenda, Soroti Tindak Lanjut Temuan BPK dan Target PAD 2027


 Komisi II DPRD Kota Samarinda menggelar rapat dengar pendapat (hearing) bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Samarinda di Ruang Rapat Gabungan Lantai I DPRD, Senin (29/6/2026). Pertemuan tersebut membahas evaluasi realisasi program dan keuangan Triwulan II Tahun Anggaran 2026 serta Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun 2027. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Komisi II DPRD Kota Samarinda menggelar rapat dengar pendapat (hearing) bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Samarinda di Ruang Rapat Gabungan Lantai I DPRD, Senin (29/6/2026). Pertemuan tersebut membahas evaluasi realisasi program dan keuangan Triwulan II Tahun Anggaran 2026 serta Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun 2027. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Komisi II DPRD Kota Samarinda menggelar rapat dengar pendapat (hearing) bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Samarinda untuk mengevaluasi realisasi program dan keuangan Triwulan II Tahun Anggaran 2026 sekaligus membahas Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun 2027. Hearing berlangsung di Ruang Rapat Gabungan Lantai I DPRD Kota Samarinda, Senin (29/6/2026).

Rapat dipimpin Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, didampingi anggota Komisi II Sanin Bin Husain, Viktor Yuan, dan Rusdi Doviyanto. Pertemuan dihadiri jajaran Bapenda Kota Samarinda sebagai mitra kerja Komisi II.

Iswandi mengatakan evaluasi tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya dalam memastikan pelaksanaan program dan penggunaan anggaran berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

“Kami ingin melihat sejauh mana capaian target pada semester pertama serta mengevaluasi RKA 2027 sejak dini,” ujar Iswandi.

Menurutnya, pembahasan tidak hanya berfokus pada realisasi pendapatan, tetapi juga mencermati efektivitas belanja daerah. Komisi II menilai masih terdapat beberapa sektor yang capaian kinerjanya belum optimal, sementara komposisi belanja di Bapenda dinilai masih didominasi belanja administratif dibandingkan belanja yang berdampak langsung terhadap peningkatan pelayanan publik maupun optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD).

Selain itu, Komisi II juga menelaah sejumlah rekomendasi dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Evaluasi dilakukan dengan membandingkan data dalam Laporan Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025 dengan hasil audit BPK sebagai dasar penyusunan rekomendasi yang objektif.

Salah satu pembahasan menyangkut kebijakan penghapusan pajak rumah kos yang, berdasarkan penjelasan Bapenda, merupakan tindak lanjut dari perubahan regulasi pemerintah yang lebih tinggi. Komisi II juga meminta penjelasan mengenai perkembangan penyelesaian temuan proyek videotron yang melibatkan Bapenda dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dengan nilai temuan sekitar Rp770 juta.

Menurut Iswandi, seluruh rekomendasi BPK harus segera ditindaklanjuti sesuai batas waktu yang telah ditetapkan agar tidak menjadi temuan berulang pada pemeriksaan berikutnya.

“Yang kami jadikan acuan adalah data resmi pemerintah dan hasil audit BPK, bukan pendapat pribadi,” tegasnya.

Dalam hearing tersebut, Komisi II juga mengevaluasi perkembangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda Tahun 2026. Dari target PAD sekitar Rp1,2 triliun, realisasi hingga akhir Triwulan II telah mencapai sekitar 49 persen.

Meski masih terdapat beberapa sektor yang realisasinya belum sesuai target, Iswandi menilai secara umum capaian pendapatan daerah masih berada pada jalur yang positif. Ia optimistis target tahunan masih dapat dicapai apabila seluruh potensi penerimaan daerah terus dioptimalkan pada semester kedua.

“Secara keseluruhan realisasi PAD masih on the track. Tinggal bagaimana sektor-sektor yang masih rendah dapat segera dioptimalkan,” katanya.

Komisi II juga menyoroti sejumlah objek pendapatan yang dinilai masih memiliki potensi untuk ditingkatkan, termasuk optimalisasi penerimaan dari kawasan Varian Niaga dan sejumlah objek pajak serta retribusi lainnya. Menurut Iswandi, penguatan pengawasan dan inovasi dalam pengelolaan pendapatan menjadi langkah penting untuk meningkatkan kemandirian fiskal daerah.

Melalui hearing tersebut, DPRD Kota Samarinda berharap Bapenda segera menindaklanjuti seluruh rekomendasi BPK, meningkatkan efektivitas belanja, serta mengoptimalkan potensi pendapatan daerah. Evaluasi ini diharapkan menjadi bekal dalam penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027 agar lebih akuntabel, efisien, dan mampu mendukung percepatan pembangunan serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat Kota Samarinda.

 

ADV DPRD Kota Samarinda
Pewarta : Fathur Rabbany
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

PWI Kukar dan Kodim 0906/KKR Perkuat Kolaborasi, Sepakat Jaga Informasi Sehat di Era Digital

29 Juni 2026 - 23:00 WITA

Helmi Abdullah Dorong Syarikat Islam Perkuat UMKM, Pedagang Tradisional Harus Mampu Bersaing di Era Digital

29 Juni 2026 - 22:00 WITA

Helmi Abdullah Bagikan Tiga Kunci Sukses Berwirausaha, Dorong Lahirnya Pengusaha Muda Samarinda

29 Juni 2026 - 21:00 WITA

DPRD Samarinda Sambut Kehadiran Saatnya Bergerak, Helmi Dorong Kolaborasi Awasi Pembangunan

29 Juni 2026 - 20:00 WITA

Iswandi Soroti Nihilnya Anggaran UMKM 2026, DPRD Akan Minta Penjelasan TAPD

29 Juni 2026 - 19:00 WITA

Terima Audiensi PMKRI, Ketua DPRD Samarinda Dorong Peran Mahasiswa dalam Pembangunan Daerah

29 Juni 2026 - 17:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH