Menu

Mode Gelap
Suharso Monoarfa Tinjau IKN, Dorong Konsistensi Pembangunan dan Keberanian Investor Lokal Nelayan Hilang di Perairan Tanjung Aru, Tim SAR Temukan Bangkai Kapal Tanpa APBD, Sekretariat DPRD Samarinda Tetap Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Semangat Gotong Royong 200 Ribu Pekerja Informal Samarinda Belum Terlindungi BPJS, DPRD Dorong Perluasan Jaminan Sosial 12 Pelajar SMP Samarinda Positif Narkoba, DPRD Dorong Deteksi Dini di Sekolah

BERITA DAERAH · 29 Jun 2026 22:00 WITA ·

Helmi Abdullah Dorong Syarikat Islam Perkuat UMKM, Pedagang Tradisional Harus Mampu Bersaing di Era Digital


 Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, menyampaikan pentingnya peran Syarikat Islam dalam memperkuat pemberdayaan UMKM, khususnya untuk meningkatkan daya saing pedagang tradisional di tengah pesatnya pertumbuhan ritel modern dan ekonomi digital. Foto: Fathur Rabbany. Perbesar

Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, menyampaikan pentingnya peran Syarikat Islam dalam memperkuat pemberdayaan UMKM, khususnya untuk meningkatkan daya saing pedagang tradisional di tengah pesatnya pertumbuhan ritel modern dan ekonomi digital. Foto: Fathur Rabbany.

KUTAIPANRITA.ID, SAMARINDA – Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, mendorong Syarikat Islam mengambil peran yang lebih besar dalam pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama untuk memperkuat daya saing pedagang tradisional di tengah pesatnya perkembangan ritel modern dan ekonomi digital.

Hal itu disampaikan Helmi usai menerima audiensi komunitas Saatnya Bergerak di Gedung DPRD Kota Samarinda, Senin (29/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung hasil diskusinya dengan jajaran Syarikat Islam yang dinilai memiliki perhatian besar terhadap penguatan ekonomi umat.

Menurut Helmi, visi Syarikat Islam dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat memiliki kesamaan dengan sejumlah organisasi pengusaha, yakni mendorong tumbuhnya pelaku usaha yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.

“Hampir sama dengan HIPMI. Mereka juga fokus pada pemberdayaan ekonomi agar anggotanya bisa berkembang di sektor usaha,” ujarnya.

Helmi mengatakan, salah satu persoalan yang saat ini dihadapi pelaku UMKM adalah semakin ketatnya persaingan dengan jaringan ritel modern. Kehadiran minimarket dinilai memberikan tantangan tersendiri bagi pedagang tradisional, khususnya yang bergerak di sektor kebutuhan pokok.

Karena itu, ia berharap Syarikat Islam dapat menjadi mitra dalam mendampingi dan membina pelaku usaha kecil agar mampu bertahan sekaligus meningkatkan daya saing di tengah perubahan pola perdagangan.

“Pedagang tradisional perlu mendapat pendampingan agar tetap mampu bersaing,” katanya.

Menurut Helmi, peningkatan daya saing tidak harus dilakukan dengan meniru sepenuhnya konsep ritel modern. Pelaku UMKM dapat memulainya melalui penataan tempat usaha, peningkatan kualitas pelayanan, penguatan sumber daya manusia, hingga memperluas akses terhadap permodalan.

Ia menilai inovasi juga menjadi faktor penting bagi keberlangsungan usaha. Salah satu contoh yang masih mampu bertahan, kata Helmi, adalah warung tradisional yang menerapkan jam operasional lebih panjang, bahkan hingga 24 jam, sehingga tetap dapat melayani masyarakat saat minimarket telah tutup.

“Ada warung yang tetap bertahan karena memiliki strategi pelayanan yang berbeda. Itu menjadi nilai tambah yang harus terus dikembangkan,” jelasnya.

Selain pelayanan, Helmi menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk, terutama dari sisi kemasan. Menurutnya, produk UMKM yang memiliki kemasan menarik akan lebih mudah bersaing di pasar sekaligus memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

“Kalau kemasannya bagus, nilai produknya juga akan ikut meningkat,” tegasnya.

Di sisi lain, Helmi mengapresiasi komitmen kepengurusan baru Syarikat Islam yang mulai memberikan perhatian terhadap penguasaan teknologi dan literasi digital sebagai bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ia menilai pemanfaatan teknologi digital menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Saat ini, pelaku UMKM memiliki peluang besar untuk memasarkan produknya melalui berbagai platform digital tanpa harus memiliki toko fisik.

“Sekarang berjualan cukup memanfaatkan telepon genggam. Kalau tidak mengikuti perkembangan teknologi, kita akan tertinggal,” ungkapnya.

Helmi berharap kolaborasi antara DPRD, Syarikat Islam, pemerintah daerah, dan berbagai organisasi masyarakat dapat terus diperkuat untuk menciptakan ekosistem UMKM yang lebih tangguh. Dengan dukungan pembinaan, akses permodalan, peningkatan kualitas produk, serta pemanfaatan teknologi digital, pelaku usaha mikro di Samarinda diharapkan mampu berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

 

ADV DPRD Kota Samarinda
Pewarta : Fathur Rabbany
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Nelayan Hilang di Perairan Tanjung Aru, Tim SAR Temukan Bangkai Kapal

20 Agustus 2026 - 22:00 WITA

Tanpa APBD, Sekretariat DPRD Samarinda Tetap Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Semangat Gotong Royong

20 Agustus 2026 - 21:00 WITA

200 Ribu Pekerja Informal Samarinda Belum Terlindungi BPJS, DPRD Dorong Perluasan Jaminan Sosial

20 Agustus 2026 - 20:00 WITA

12 Pelajar SMP Samarinda Positif Narkoba, DPRD Dorong Deteksi Dini di Sekolah

20 Agustus 2026 - 19:00 WITA

Komisi IV DPRD Samarinda Dorong Tes Urine Pelajar untuk Deteksi Dini Narkoba

20 Agustus 2026 - 18:00 WITA

Anggaran Terpangkas, Layanan KB Gratis di Samarinda Terhenti Sementara

20 Agustus 2026 - 17:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH