Menu

Mode Gelap
Nasib Teras Samarinda Tahap III Masih Menggantung, DPRD Utamakan Pelayanan Dasar dalam APBD 2027 DPRD Samarinda Ingatkan Orang Tua Perbarui DTKS, Jangan Sampai Gagal Jalur Afirmasi SPMB Kasus HIV di Samarinda Tembus 4.000, DPRD Percepat Raperda Penanggulangan TB dan HIV/AIDS Plaza Seremoni IKN Raih Penghargaan Internasional, Bukti Nusantara Kian Diakui sebagai Kota Masa Depan Nobar Piala Dunia Jadi Ajang Pererat Sinergi, Kapolda Kaltim Ajak Media dan Masyarakat Jaga Kamtibmas

BERITA DAERAH · 28 Nov 2023 14:29 WITA ·

Memahami Tenun Ulap Doyo dari Sisi Keindahan, Makna Filosofis, dan Ramah Lingkungan


 Memahami Tenun Ulap Doyo dari Sisi Keindahan, Makna Filosofis, dan Ramah Lingkungan Perbesar

KUTAIPANRITA.ID – Dalam upaya untuk mempertahankan dan mempromosikan warisan budaya Kalimantan Timur, khususnya dalam ranah ekonomi kreatif, tenun Ulap Doyo menjadi salah satu sorotan utama.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kaltim, Awang Khalik, menyoroti nilai estetika dan fungsional yang bersifat rohaniah dalam karya seni tenun tradisional ini.

“Di dalam tenun itu, terdapat nilai estetika dan fungsional yang bersifat rohaniah. Misal motif naga yang melambangkan kecantikan wanita, motif perahu yang melambangkan kerja sama, hingga motif harimau yang melambangkan keperkasaan seorang pria, dan masih banyak lagi,” jelas Awang Khalik,

Selain kekayaan makna filosofis, produk tenun Ulap Doyo juga menawarkan keunikan lainnya yang menjadi daya tarik utama. Awang Khalik menjelaskan, eunikan lainnya yakni produknya eco-natural, tidak ada zat kimia di dalamnya. Ini menandakan komitmen untuk menjaga lingkungan dan menyajikan produk yang ramah lingkungan.

“Ulap Doyo adalah representasi produk hijau yang mendukung pengurangan karbon dan ramah lingkungan,” tambahnya,

Awang Khalik menekankan pentingnya pelestarian warisan budaya yang tidak hanya bernilai artistik, tetapi juga memiliki dampak positif bagi pembangunan ekonomi lokal.

Dirinya juga berharap agar keunikan dan keindahan tenun Ulap Doyo terus dilestarikan.

“Saya menginginkan agar tenun Ulap Doyo ini bisa terus dilestarikan, mengingat produk itu juga merupakan kebanggaan khas Kalimantan dan memiliki filosofis yang unik di dalamnya,” tutupnya.(adv/disparkaltim/al/fz)

Artikel ini telah dibaca 75 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Nasib Teras Samarinda Tahap III Masih Menggantung, DPRD Utamakan Pelayanan Dasar dalam APBD 2027

26 Juni 2026 - 17:00 WITA

DPRD Samarinda Ingatkan Orang Tua Perbarui DTKS, Jangan Sampai Gagal Jalur Afirmasi SPMB

26 Juni 2026 - 16:00 WITA

Kasus HIV di Samarinda Tembus 4.000, DPRD Percepat Raperda Penanggulangan TB dan HIV/AIDS

26 Juni 2026 - 15:00 WITA

Nobar Piala Dunia Jadi Ajang Pererat Sinergi, Kapolda Kaltim Ajak Media dan Masyarakat Jaga Kamtibmas

26 Juni 2026 - 13:00 WITA

Ratusan Warga Meriahkan Jalan Sehat Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Loa Kulu Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat

26 Juni 2026 - 11:00 WITA

Sinergi Pemkab Kukar, Swasta, dan Solidaridad Buka Peluang Baru Ekonomi Karbon di Sektor Sawit

26 Juni 2026 - 09:00 WITA

Trending di BERITA DAERAH